XXI

1.2K 156 11
                                        

"Kau?!" Severus terperanjat.

"Terkejut? Bagaimana kabar mu, Sev? Sudah lama tidak bertemu." Sapa wanita itu.

"Kau mengenalnya, Nyonya Dawson?"

"Tentu aku sangat mengenalnya."

"Jangan pura-pura kenal, Nyonya." Ketus Severus.

"Begitukah? Baiklah kita anggap kita tidak saling kenal—

— Jadi, apa yang sudah terjadi? Dimana Emira?"

"Emira berada di Hospital Wings. Severus akan mengantarkan mu kesana, biar Tuan Samuel dan aku menyelesaikan masalah disini." Ucap Dumbledore.

Severus melirik tajam ke arah Dumbledore namun, tetap menurut. Mereka berdua keluar dari ruangan kepala sekolah. Canggung sangat terasa, dan Severus dari tadi menahan marah dari dalam dirinya.

"Sepertinya Hospital Wings masih sama, ya." Ucap wanita itu.

"Yang kulihat berubah dari sini adalah dirimu, Severus." Sambungnya.

Saking kesal nya, Severus menyudutkan tubuh wanita itu ke tembok dinding bata Hogwarts. "Untuk apa kau melakukan hal ini? Pilihan mu untuk pergi adalah pilihan yang bagus, kenapa memilih untuk kembali, Nyona Dawson?!"

"Bukannya kau mencari ku, Tuan Snape? Sekarang aku tepat berada di depan mu, apa belum puas?" Di raih nya dagu lancip Severus, dan wajahnya mulai mendekat.

Cup!

Satu ciuman mendarat tepat di tengah bibir Severus. Mata Severus melebar karena terlalu terkejut. Badan nya langsung mundur beberapa langkah.

"Rosalie!" Teriak Severus.

Teriakan itu membuat Febs semakin semangat. Severus mundur, Febs maju. Febs  tidak akan membiarkan ada jarak antara dirinya dengan Severus.

"Sev, i miss u so much." Dipeluk nya tubuh besar Severus.

Severus bingung, jantung nya berdegup kencang. Perasaannya sangat campur aduk sekarang.

"Lepas! Kau sepertinya sudah gila, Nyonya."

"Bolehkah seperti ini dulu? Aku benar-benar merindukan mu."

"Tidak!" Severus mendorong tubuh langsing Febs dan berjalan lurus.

"Nona Dawson, sudah menunggu mu. Dia nampak gelisah karena tidak di dampingi dari tadi." Severus berusaha tetap profesional.

"Maafkan aku Severus." Lirih Febs.

Severus diam hanya fokus pada jalan nya saja tanpa menghiraukan wanita di sebelah nya.

"Dia ada di sana." Tunjuk Severus.

"Apa lukanya parah?"

"Tanyakan hal itu kepada Madam Pomfrey, dia yang lebih tahu. Aku pergi dulu."

"Sev..." Rosalie menahan tangan Severus.

"Lepaskan, Rosalie."

"Apa kau tidak mau memperbaiki semuanya?"

"Sudah terlambat untuk memperbaiki. Kita sudah berakhir, Ros." Severus menepis tangan Rosalie dan meninggalkan nya di depan pintu Hospital Wings.

"Kalau begitu, ayo kita ulang kembali."

...

"Cedric, nampaknya kau sangat akrab dengan Cho Chang." Ucap Harsha.

"Ya, kami berteman lumayan lama makanya terlihat akrab."

Things You Will Never KnowTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang