"Wow! Fantastic." Suara ini membuat Severus dan Rosalie berhenti.
"Draco Malfoy..." Lirih Rosalie menghampiri.
"Sudah lama tidak melihat mu, Harsha bilang kalian masih berteman sampai sekarang." Sambung nya.
"Sorry, tapi aku sedikit terkejut. Siapa dirimu yang sebenarnya? Profesor aku tidak tahu harus bereaksi seperti apa tapi, tolong pikirkan Harsha atas apa yang sudah kau lakukan." Ucap Draco kebingungan.
"Kenapa kau berada di sini? Ini jam pelajaran, Malfoy. Bolos?" Tanya Severus balik.
"Jawab pertanyaan ku sekarang, jangan mengalihkan pembicaraan, sir!"
"Oke, biar aku yang menjawab. Mungkin kau sudah lupa Draco, kita terakhir bertemu saat kau masih bayi dan —"
"No, aku beberapa kali melihat mu. Kau Nyonya Dawson, Ibu Emira. Jelaskan bagaimana kita bisa bertemu saat aku masih bayi dan Sir! Beraninya kau mencium Ibu Emira setelah apa yang sudah Emira lakukan terhadap Harsha!" Draco berteriak lantang.
"Draco Malfoy! Jaga sikapmu!" Tegur Severus.
"Tunggu. Draco apa maksud mu? Emira melakukan apa lagi terhadap Harsha?"
"Dia menyebarkan sesuatu yang seharusnya tidak boleh di dengar!"
"Malfoy!" Tegur Severus sekali lagi. "Cukup, kembali ke kelas mu! Aku yang akan menjelaskan semuanya." Ucap Severus tegas.
"Aku tidak akan pergi sebelum mendapat jawaban dari semua pertanyaan ku."
"I'm Harsha's mother." Lirih Rosalie memegang bahu Draco dengan kedua tangan nya.
"Wait! Jadi...jadi kau, astaga! Mengerikan! Harsha bercerita dia sudah bertemu Mommy nya tapi, aku tidak pernah menyangka itu adalah kau, nyonya." Mata Draco mebesar akibat terkejut, dia semakin bingung. Otaknya mulai mencoba menyatukan apa yang terjadi.
"Oh ternyata kalian semua disini." Ucap Dumbledore mengalihkan perhatian mereka bertiga keluar dari ruangan kepala sekolah dan di ikuti oleh Tuan Dawson.
"Malfoy? Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Dumbledore bingung.
"Hanya sedang berdiskusi seputar tugas ku, prof." Jawabnya sinis.
"Love... Kami menunggumu di dalam." Panggil Tuan Dawson kepada istrinya. Sementara, istrinya hanya memutar mata, malas. Namun tidak ada yang menyadarinya.
"Sorry, aku melihat Malfoy saat hendak kembali. Aku bertanya kepadanya beberapa tentang Emira saat di sekolah dan di hadapan teman-teman nya." Jawab Rosalie lancar.
"Begitukah? Tolong ceritakan padaku saat kita berada di rumah." Ucap suaminya sambil mengecup kening sang istri.
Kini giliran Severus yang memutar matanya malas. Perempuan ini sangat mahir bersilat lidah rupanya.
"Well, honey. Aku ingin mencari tahu lebih banyak soal Emira jadi, kau bisa menunggu atau pergi ke rumah lebih dulu." Rosalie berbicara pada suami nya, dan di balas suaminya dengan anggukan.
"Aku ada pertemuan lain dengan beberapa rekan, mungkin aku akan pergi lebih dulu. Aku akan meminta Samuel untuk kembali menjemput mu." Suaminya pergi meninggalkan mereka kembali ke keretanya.
"Well, apa yang sebenarnya terjadi di sini?" Tanya Dumbledore dengan suara rendah.
"Aku ingin pergi kembali ke kelas dan melihat pemandangan menakjubkan." Draco menjawab pertanyaan Dumbledore dengan sinis.
"Severus? Bisakah kau jelaskan pemandangan apa yang di lihat oleh Tuan Malfoy?" Dumbledore menunggu jawaban dari Severus.
"Mungkin, tapi sayangnya aku punya kelas dalam lima menit, Albus. Aku akan menjumpaimu nanti." Severus bergegas pergi. meninggalkan Dumbledore dan Rosalie.
"Sir, aku akan ikut bersama mu." Draco berlari mengejar Severus.
"Apa kau tidak memiliki kegiatan yang penting selain ikut campur, Malfoy?"
"No, aku berada di kelasmu hari ini jika kau lupa."
Severus mengatakan kebenaran, Ia sedang mengajar sekarang. Tapi, bohong jika Ia fokus mengajar hari ini. Ia malu dengan apa yang sudah Ia lakukan terhadap Rosalie, apalagi tidak sengaja di lihat oleh Malfoy.
"Apakah ada yang ingin kalian tanyakan?"
"Sir, apakah benar tentang rumor yang beredar?" Tanya seorang siswi sambil menahan tawa. Severus jelas tahu anak ini sedang meledek. Suasana kelas menjadi tegang.
"Lima puluh poin dikurangi dari Asrama Gryffindor." Jawab Severus, singkat padat jelas.
"Ada yang ingin seratus poin? Aku dengan senang hati mengambilnya dari kalian." Sambungnya.
Sementara, Draco duduk di belakang. Ia ikut jengkel untuk pertanyaan yang dilontarkan kepada Severus namun memilih untuk ikut bungkam, tidak ingin memperkeruh suasana.
Ia mengambil kertas dan mencoret sesuatu di atasnya, setelahnya melemparkan ke arah dua meja di depan nya— meja Harsha.
'Wanna meet after school?' Tertulis di atas kertas itu. Harsha berbalik meminta konfirmasi ke arah Draco dan Draco membalas dengan alis yang di angkat.
'Aku punya beberapa pekerjaan' Balas Harsha.
'Benarkah? Tapi, aku punya beberapa hal yang harus di bagikan, tertarik?'
'Hal seperti apa?'
"Hei! Kenapa kalian tidak duduk berdua saja? Kalian menganggu belajarku dengan kertas sialan itu!" Tegur Alice membuat kelas tertuju pada mereka.
"Berkencan Malfoy?" Tanya seorang siswa dari Asrama Ravenclaw yang di ikuti tawa siswa yang lain.
"Ada apa di belakang sana?!" Severus menghampiri meja mereka dan mengambil kertas tersebut, Ia membaca satu persatu tulisan disana lalu merobeknya.
"Malfoy, see me after class. Harsha, tolong perhatikan pembelajaran nya." Ucap Severus dingin dan menatap Malfoy tajam.
"See... Aku semakin percaya tentang ucapan Emira." Bisik seorang siswi yang sama,namun sayang sepertinya bisikan nya masih terlalu keras.
"Seratus poin dikurangi dari Gryffindor!"
...
"Sir, stop! Lepaskan aku!" Draco memberontak saat Severus menarik kerah bajunya menuju ruangan Severus.
"Apa maksud dari kertas itu Malfoy?!" Severus mengintimidasi.
"Apa yang kau maksud sir? Aku hanya ingin menemui Harsha. Apa kau takut?" Draco menaik-turunkan alisnya.
"Oh ya? Dan apa beberapa hal yang ingin kau bagikan itu, Malfoy? Aku bisa menyampaikannya kepada Harsha secara cuma-cuma." Severus berujar dengan sinis.
"Benarkah? Sampaikan aku melihat Profesor Snape berciuman dengan Nyonya Dawson sementara, Tuan Dawson berbicara dengan Dumbledore. Kau berhutang penjelasan kepadaku sir."
Severus mencengkram kerah dan mendorong tubuh Draco ke dinding. "Kau dan ayahmu selalu senang ikut campur. Dengar, apa yang kau lihat adalah sebuah ketidaksengajaan. Jangan pernah membahas hal ini lagi, jangan pernah melibatkan Harsha dalam hal ini dan dalam masalah apapun, kau dengar Malfoy?! Atau kau akan menerima akibatnya?"
Severus melepaskan cengkramannya dan Draco mengambil udara sebanyak yang Ia butuhkan. "You–You're the one who's been hurting Harsha!" Ucap Draco terbata-bata.
"Masa lalu mu belum selesai sir, dan aku tahu betul seberapa besar dampaknya untuk Harsha! Sekarang akibat rumor yang beredar, banyak orang yang berbisik di belakang Harsha, Apa kau tahu itu?! Apa kau tahu seberapa dia tidak nyaman saat orang menatap sinis kepadanya?! Apa kau tahu semua itu?! Berhenti seolah-olah menjadi orang yang paling menyayanginya, Tuan Snape." Sambung Draco.
"Berkaca, Malfoy. Kau hanya anak kecil yang ingin seolah-olah menjadi dewasa. Satu-satunya orang yang ingin menghancurkan anakku adalah ayah dan ibumu. Pergi dari hadapan ku sekarang juga!"
.
Bersambung...
!Jangan lupa vote dan komen!Terimakasih!
Terimakasih yang sudah support ❤
KAMU SEDANG MEMBACA
Things You Will Never Know
Fiksi PenggemarApa jadinya jika Severus Snape yang lebih dingin dari es memiliki anak perempuan yang sangat berbeda dengan dirinya? Harsha Lavanya Snape, gadis yang sangat ramah dan suka berteman, tidak bisa diam. Sangat terbalik dengan sikap ayahnya yang cenderu...
