Cuaca sangat panas di Spinner's end. Entah kenapa matahari seperti hanya berjarak satu jengkal.
"Sungguh, ini seperti di Mesir!" Harsha mengeluh, tangan nya mengipas-ngipasi wajah nya yang berkeringat.
Ia beranjak keluar kamar menuju ruangan sebelah—ruang kerja Snape. Dia mendorong gagang pintu kebawah dan mengintip di sela-sela pintu. 'Tidak ada orang. Tumben Daddy tidak ada di sini.'
Harsha berlari kecil ke bawah, menemui Madam Linsly yang menyiapkan makan siang.
"Madam, dimana Daddy?"
"Apa dia tidak ada di ruang kerja nya? Mungkin Severus di kamar." Madam heran.
"Iya, tidak ada. Madam tidak kah hari ini sangat panas?" Harsha mengalihkan topik.
"Kau benar. Mungkin telur akan matang jika di taruh di luar."
"Di tambah warna rumah yang gelap ini semakin membuat panas, bukan?"
"Mungkin, itu sedikit mempengaruhi. Warna gelap kan memang menyerap panas."
"Bagaimana kalau kita ubah warna rumah ini? Krim, atau hijau mint sepertinya bagus." Usul Harsha.
"Ya memang bagus. Tapi, setelah itu kau harus siap-siap kena omel lalu, di suruh menghapus semua cat di dinding."
"Dia mengerikan bukan?" Harsha tiba-tiba berceletuk.
"Siapa?" Madam kembali heran.
"Severus."
"Aku tidak pernah mengajari mu menyebut nama ku langsung, nona. Apa itu ajaran Cedric? Ataukah Malfoy? Atau jangan-jangan si Potter. Aku tau mereka semua adalah pengaruh buruk." Snape tiba-tiba muncul.
"Sorry, sir. Tapi, sebaiknya kau harus kurangi kebiasaan menuduh orang sembarangan."
"Well, lihat kau selalu menyahut seperti Cedric. Anyway kalung yang bagus, nona. Darimana mendapatkan nya?"
"Ini? Seseorang memberikan nya pada ku."
"Ya, kalung nya terlihat bagus di pakai oleh Harsha." Madam ikut nimbrung.
"Apa kau menyukai nya?" Snape sinis.
"Tentu! Tapi, seandainya tidak berwarna hitam ini akan jauh lebih baik. Well, aku tetap menyukai nya."
"Kalau memang menyukainya pakai saja, jangan di lepas."
...
Harsha masih memutar otak. Apa Severus akan mengizinkan Harsha menjelajah dunia muggle? Kemungkinan besar pasti akan di tolak oleh nya. 'Apa aku harus berhenti mencari tahu tentang Mommy?' batin nya. Tapi, kita tidak akan tahu jika belum bertanya bukan?
Harsha kembali ke luar kamar, Ia menuruni tangga menuju satu ruangan di bawah, kamar Severus.
Tok... Tok...Tok...
"Dad! Dad!" Harsha berulang kali meneriaki nama ayahnya.
"Apa?!" Severus membuka pintu dengan kesal.
"Tidak bisa kah mengetuk pintu dengan baik? Pintu ku bisa copot." Sambungnya.
"Boleh kah aku jalan-jalan?" Harsha bertanya sedikit bersemangat.
"Kemana?"
"Dunia muggle. Aku ingin menonton film. Kata teman-teman layar di sana sangat besar."
"Tidak." Singkat, padat, jelas jawaban Severus.
Harsha berusaha sabar kali ini. "Kenapa tidak boleh?"
"Tidak bisa kah di rumah saja? Kau harus belajar supaya bisa tetap di 10 besar nona. Aku akan mengajari mu, anggap saja ini quality time kita."
KAMU SEDANG MEMBACA
Things You Will Never Know
FanfictionApa jadinya jika Severus Snape yang lebih dingin dari es memiliki anak perempuan yang sangat berbeda dengan dirinya? Harsha Lavanya Snape, gadis yang sangat ramah dan suka berteman, tidak bisa diam. Sangat terbalik dengan sikap ayahnya yang cenderu...
