Ya, seharusnya dari awal Severus tidak harus mempercayai Cedric. Tidak ada satupun yang bisa Severus percaya untuk menjaga Harsha selain dirinya dan Madam Linsly.
'Anak itu benar-benar ya!' Batin Severus.
"Halo, Tuan Diggory. Sepertinya kau sangat menikmati perjalanan kita kali ini. Hey, ternyata ada Nona Cho juga, wah-wah. Di lihat-lihat kalian sepertinya memang dekat ya . Apa dia pacarmu, Nona Cho?" Severus menunjuk Cedric.
"Hm... Sepertinya begitu, profesor." Jawab Cho malu.
Wajah Cedric menjadi panik. "Prof, aku tau ini -Eh aku akan jelaskan, bolehkah kita berbincang?"
"Apa yang harus kita bicarakan, Diggory? Nona, kenapa 'pacar' mu terlihat seperti orang gugup? Apa ada yang Ia sembunyikan? Ku rasa ada."
"Apa kau baik-baik saja, Ced?" Cho chang memastikan keadaan Cedric.
"Prof, please... Bisakah kita bicara, sebentar saja."
"Membahas apa, Diggory? Masalah percintaan mu? Tidak, aku tidak ada waktu untuk obrolan sampah baik hari ini, besok, atau lusa. Jangan pernah berharap aku akan sebaik itu pada mu. But, i think i should give you a gift. T for potion class, Diggory."
...
Draco kembali mengendap masuk ke kelompoknya. Ia memperhatikan Hilana sedari tadi, pandangan nya tak lepas sedikit ppun dari anak tersebut. Itu membuat Hilana merasa kurang nyaman.
"Sorry. Ada apa, Draco? Apa ada yang salah dari ku?" Tanya Hilana.
"No, aku hanya memastikan kau tidak akan melakukan hal yang tidak-tidak seperti biasa."
"Students! Kita akan istirahat sebantar, kalian silahkan untuk mencari makan dan minum tapi ingat! Jangan jauh-jauh." Ucap Profesor McGonagall.
Sebenarnya ini akan menjadi kesempatan untuk Hilana mempertemukan Harsha dengan Nyonya Dawson. Nyonya Dawson jauh sebelumnya sudah mengetahui kemana saja lokasi yang akan di lewati Hogwarts saat karya wisata. Nyonya Dawason sudah menyuruh Hilana untuk membawa Harsha ke salah satu restoran makanan khas Eropa di dekat sana sesegera mungkin.
Harsha dan kelompoknya terpisah, masing-masing membeli makanan dan minuman kesukaan mereka dan Harsha masih bingung mau ke kedai yang mana.
"Harsha, aku tidak bisa makan makanan di sini, bolehkah temani aku sebentar membeli makan?"
"Oh begitukah? Yasudah ayo."
Hilana tersenyum miring. Semudah ini ternyata umpan nya di patuk. 'Akhirnya setelah ini aku bebas juga dari anak ini.' Katanya dalam hati.
Mereka sudah dekat, Hilana bisa melihat dengan jelas Nyonya Dawson alias Febricia Rosalie dari balik kaca transparan restoran. Restoran tersebut sangat besar, bau aroma makanan pun tercium sangat enak di hidung. Orang-orang yang masuk menggunakan setelan jas dan gaun yang mewah, sudah bisa di pastikan orang yang makan di sini sekelas dengan para orang-orang kaya seperti Malfoy.
"Hilana, apa kau yakin akan membeli makanan di sini?"
"Tentu! Aku sudah pernah kesini sebelumnya dan aku mengenal orang yang masak di sini." Hilana kembali berbohong, Harsha sebenarnya kurang percaya Hilana bisa membeli makanan-makanan mahal di sini. Tapi ya, Harsha tetap untuk mencoba positif thingking.
"Ayo kita masuk."
Sementara, di tengah gerombolan sesak para anak Hogwarts. Severus mencari keberadaan anaknya saat ini, pasti Harsha akan tidak karuan makan sesaat Ia melihat Cedric dan Cho. Severus ingin memastikan anak nya makan dengan baik, agar tidak lemas di perjalanan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Things You Will Never Know
FanfictionApa jadinya jika Severus Snape yang lebih dingin dari es memiliki anak perempuan yang sangat berbeda dengan dirinya? Harsha Lavanya Snape, gadis yang sangat ramah dan suka berteman, tidak bisa diam. Sangat terbalik dengan sikap ayahnya yang cenderu...
