XVI

1.5K 191 3
                                        

Tuk...tuk...tuk...

Terdengar suara yang berasal dari jendela kamar Harsha.

'Kenapa Kuro cepat sekali?' Gumam Harsha dalam hati.

Harsha bangun dari tengkurap nya lalu berjalan menuju jendela. Menyibak gorden dan melihat keluar. Itu bukan Kuro! Itu Draco menaiki sapu terbang nya.

"Draco! Tak ku sangka Hedwig cepat juga, ya." Ucap Harsha berbisik agar tidak ketahuan Severus di depan pintu.

Sebenarnya saat di rumah Weasly, Harsha menulis surat untuk Draco di bantu oleh Harry.

"Stop basa basi nya, ayo cepat! Yang lain sudah menunggu."

"Siapa maksud mu?"

"Harry, Hermione, Ron."

"Bagaimana caranya aku keluar?! Jendala ini terlalu kecil." Harsha sangat panik.

"Pakai mantra mu Harsha, buat tubuh mu menjadi kecil."

"Apa kau gila! kita sudah mencoba mantra itu pada tikus, sampai sekarang tikus-tikus itu tidak bisa berubah kembali ke ukuran normal kan?!" Harsha marah namun tetap menahan suaranya agar tidak terdengar oleh Severus.

"Itukan dulu saat kita masih 7 tahun, sekarang kita sudah 14 tahun Harsha. Mantra itu pasti akan berhasil kali ini."

"Harsha... Mau naik rollercoaster?" Ucap Severus dari luar dinding kamar.

Harsha dan Draco menjadi semakin panik. "Apa tidak ada cara lain?!" Protes Harsha.

"Hm... Ada, tapi aku harus merusak dinding mu dulu." Jawab Draco.

"Tapi, bisa di kembalikan seperti semula kan?" Harsha mengangkat alisnya.

"Tentu, tapi ada beberapa yang tidak pas..."

"Ya ya terserah. Cepatlah!"

Draco mengeluarkan tongkat dari kantong. Tubuh nya tetap tegak duduk di atas sapu Nimbus keluaran terbaru.

"Harsha... Mau menonton film muggle?" Belum sampai Draco mengucapkan mantra suara Severus kembali terdengar.

"Cepatlah!" Harsha mendesak Malfoy.

"Sabar, jawab dulu Profesor Snape supaya dia tidak curiga, Harsha." Draco mengayunkan tongkat nya dan dinding kamar Harsha menjadi bolong, bata-bata tersebut perlahan melayang di udara kesana-kemari.

"Jawab apa?! Aku benar-benar tidak bisa berpikir sekarang."

"Apa pun, Cepat!" Kali ini Draco yang mendesak Harsha.

"Go Away!" Harsha menjawab Severus lantang sambil menaiki sapu Draco.

"Wah, nyali mu boleh di adu Harsha." Puji Draco.

"Shut up, Malfoy."

...

Sapu Draco terbang di langit kota. Cuaca kali ini tidak panas tapi, tidak juga dingin. Angin yang berhembus di kulit sangatlah nyaman.

"Harsha aku tau ini nyaman, tapi jangan tertidur ok?" Ucap Draco.

"Kau kira aku bocah, harus di bilangin seperti itu?"

"Hanya inisiatif, kalau kau sampai tertidur tidak hanya kau yang jatuh, Harsha. Aku juga akan jatuh."

"Lalu?"

"Hanya memberi tahu saja."

"Aku kira kau akan mengadu."

"Hey! Mana ada yang seperti itu." Draco protes.

Things You Will Never KnowTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang