"Albus! Dia kembali!"
"Siapa yang kembali, Severus?"
"Febricia Rosalie!"
Severus datang langsung berteriak. Membuat Dumbledore seketika menghentikan kegiatan nya dengan kertas-kertas gulungan perkamen di atas mejanya.
"Dari mana kau tahu?" Dumbledore mengerutkan dahi dan menurunkan kaca matanya.
Severus menceritakan semuanya pada Dumbledore dari awal Ia bertemu dengan Lucius hingga akhirnya Harsha pergi meninggalkan Severus.
"Apa yang harus ku lakukan, Albus?! Bahkan, ketika semuanya belum terungkap Harsha sudah meninggalkan ku." Severus berjalan bolak-balik dengan sangat gelisah tangan kanan nya di taruh di dagu, dan tangan kirinya menopang tangan satu nya.
"Kau tidak mengejar Harsha, Sev?"
"Dia ke rumah Weasley. Dia sedang menangis, aku ingin dia tenang terlebih dulu, Albus. "
"Bagaimana kau tahu dia pergi ke rumah Weasley?"
"Aku ayah nya, tentu saja aku tahu!"
"Kau menggunakan sihir, kan?" Tanya Dumbledore sedikit bercanda.
Snape terkekeh. "Tentu."
Dumbledore ikut tertawa kecil. "Kau tidak bisa membohongi ku, Sev. Media apa yang kau pakai untuk itu? Cincin?"
"Kalung."
"Kau ini benar-benar posesif, Sev. Toko Ollivanders, hm? Mungkinkah ini, Sev?"
"Ku pikir juga begitu. Harsha akan semakin mengamuk jika tahu ini. Kenapa sih, dia harus kembali segala ke sini?!Bukankah dia sudah sangat menikmati hidup di dunia muggle? Apa sengaja?"
"Mungkin dia tidak akan tinggal menetap di sini, ku rasa dia paling sesekali akan mampir. Jernihkan-lah pikiran mu dulu, kau tidak bisa melakukan apa-apa jika gelisah seperti ini—
— Anyway, apa kau sangat yakin Harsha akan membenci mu, Severus? Menurutku Harsha akan jauh lebih membenci ibunya jika tahu semuanya."
"Kau rasa begitu? Albus, Mungkinkah Rosalie penasaran?"
"I don't know, Sev. Tapi, itu masuk akal. Bukan kah beberapa kali, Rosalie pernah mengunjungi rumah kalian diam-diam?"
"Ya, entah apa yang Ia cari, jika yang Ia cari adalah Harsha. Aku benar-benar tidak tinggal diam, Albus. Dia sama sekali tidak pantas menjadi ibu dari Harsha." Severus berapi-api.
"Sabar dulu, Sev. Tenanglah. Aku rasa dia juga tidak menginginkan hal buruk terjadi pada anak nya sendiri. Entah apa yang akan terjadi, Rosalie tidak mungkin melakukan hal-hal yang tidak baik pada Harsha." Albus menenangkan Snape.
"Jangan terlalu mengatai dia, Sev. Tidak bisa di pungkiri, dia pernah menjadi orang yang paling kau cintai dulu." Lanjut nya Dumbledore.
"Dan sekarang aku sadar, mencintai nya hanya pekerjaan sia-sia yang pernah ku lakukan. Sekejam-kejam nya diriku, aku tidak mungkin pernah bisa melakukan apa yang Ia lakukan. Aku masih mengingat anak ku, Albus—
— 13 tahun aku mengurus Harsha dengan tangan ku sendiri, dia bahkan tidak pernah menampakan batang hidungnya di hadapan ku. Dia tidak pernah menanyakan anak nya sekalipun, Albus. Aku tidak masalah bila Ia menyakiti ku berkali-kali, tapi Harsha... darah daging nya sendiri, Albus."
Dumbledore hanya diam. Ia mengerti pikiran Severus kali ini sedang kacau dan tidak karuan.
"Sev... Ku rasa kau harus menemui Harsha terlebih dahulu. Ia pasti sangat terkejut, temui dan jelaskan perlahan. Harsha anak baik, dia pasti akan mengerti. Ku ingatkan sekali lagi, Severus. Jangan takut kehilangan Harsha, dia bukan anak yang seperti itu." Dumbledore memberikan saran.
"Tapi, apakah dia mau menemui ku sekarang?"
"Tentu, tapi kau harus tenang dulu saat berbicara dengan nya. Dia memiliki perasaan yang sensitif, Sev. Kendalikan emosi mu."
Tanpa pikir panjang Severus langsung mengucap spell dan berubah wujud menjadi wujud mirip seperti kelelawar terbang menuju kediaman Weasly.
...
Setelah sampai tepat di depan pintu, Severus mengetuk pintu yang sudah tua itu berkali-kali dan dibukakan oleh Molly Weasly. "Severus? Ada apa? Apa anak-anak ku membuat masalah?"
"Dimana Harsha?" Snape to the point.
"Harsha? Dia baru saja pergi, dia hanya sebentar di sini. Menulis surat lalu pergi, katanya menemui teman."
"Bersama siapa?"
"Dia pergi bersama Harry."
"Kalau boleh tau ada apa, Sev? Harsha terlihat sangat kacau, dia menangis tidak berhenti."
"Baiklah Molly, terimakasih." Tanpa menjawab pertanyaan Molly, Severus berjalan pelan.
Severus memejamkan matanya. Dia sangat penuh konsentrasi sekarang, menyebabkan urat-urat halus di dahinya sedikit keluar. Tak lama setelah itu, ia kembali berubah menjadi serupa kelelawar dan terbang.
...
Snape mendarat tepat di depan Harsha, memegang pergelangan tangan nya dan ingin membawa Harsha pergi namun, tangan Harsha yang satu lagi memegang tangan Harry erat.
"Aku tidak ingin ikut dengan mu! Harry, tolong aku!" Teriak Harsha.
Harry dengan sigap mengeluarkan tongkat nya dan menyerbu Severus dengan banyak mantra. Tapi, Severus lebih jago, Ia dengan mudah menangkis mantra-mantra itu dengan wajah yang datar
"Jangan ikut campur, Potter! Kau terlihat sama dengan ayah mu, selalu mencampuri urusan orang lain." Severus mendorong tubuh Harry mengakibatkan genggaman Harsha dan dirinya terlepas. Severus pun sigap segera terbang membawa Harsha pergi.
"No! Harsha!" Harry berteriak.
Severus menginjakan kaki nya di Spinner's end. Tepat di ruang tamu kediaman nya yang sedikit berantakan. Severus melepaskan genggaman tangan nya tadi pada Harsha.
"Back to your room." Ucap Severus.
"No!" Harsha rupanya masih gigih.
"Jangan membantah Harsha, please..."
"Aku tidak ingin tinggal bersama orang yang kasar, aku tidak ingin tinggal bersama mu! Aku ingin tinggal bersama Mommy."
"Harsha! Aku bersumpah kau akan menyesali perkataan itu jika tahu semuanya."
"Makanya cepat katakan, semua yang selama ini kau sembunyikan dari ku!Kenapa aku tidak boleh tahu tantang ibuku sendiri?!"
"Harsha!"
"Severus!"
Mata Severus melebar, lama-lama anaknya semakin keterlaluan. Ini sudah melewati batas. Anak ini harus dapat pelajaran agar berlaku sopan dan tidak mengulanginya lagi.
Severus membaca mantra non-verbal. Mantra itu membuat tulisan keluar di balik telapak tangan Harsha. Sakit? Tentu. Tapi, tenang saja sakit nya tidak sesakit saat Harry di hukum oleh Umbridge. Semarah-marah nya Severus dia tetap memakai akal sehat nya. Ia hanya ingin anak ini jera.
"Aw!" Harsha melihat tangan nya bertulisan. 'I promise will be a good person.' di tangan kirinya.
"Apa yang kau lakukan?!" Protes Harsha.
"Teaching." Ucap Severus.
"Kau menyiksa ku! Apa tidak cukup meneriaki ku dengan keras?!"
"Supaya kau bisa belajar untuk sopan dengan orang tua, Harsha. Aku tidak akan melakukan ini semua jika tidak untuk kebaikan mu. Jangan sampai kau menyesal karena perbuatan mu sendiri."
"Menyesal? Apa maksud mu? Okay, sir. Kau tidak akan pernah memberi tahu ku semuanya. Baiklah aku akan mencari tahunya sendiri."
Harsha merogoh kantong nya dan mengambil tongkat sihir nya yang berwarna coklat muda. Ia mengarahkan tongkat itu tepat di depan wajah Severus.
"LEGILLAMENS!"
.
Bersambung...
!Jangan lupa vote dan komen!Terimakasih!
Terimakasih yang sudah support ❤
KAMU SEDANG MEMBACA
Things You Will Never Know
ФанфикшнApa jadinya jika Severus Snape yang lebih dingin dari es memiliki anak perempuan yang sangat berbeda dengan dirinya? Harsha Lavanya Snape, gadis yang sangat ramah dan suka berteman, tidak bisa diam. Sangat terbalik dengan sikap ayahnya yang cenderu...
