Bonus Chapter-Mengadu

3.4K 392 23
                                        

Benar saja, Draco mengadukan apa yang terjadi di perpustakaan kepada ayahnya.
Bukan Draco Malfoy bila tidak mengadu.

"Dad, kenapa Harsha tidak mau berteman dengan ku? Dia bahkan menyebutku memalukan!" Draco merengek kepada ayah nya.

"Benarkah? Kalau dia tidak bermain dengan mu lalu, bermain dengan siapa? Kalian bukan nya teman dari kecil?" Sahut Lucius bingung.

"Dia memilih berteman dengan para anak Gryffindor itu, Dad. Harry dan teman-teman nya. Harsha sudah tidak mau berteman dengan ku."

"Benarkah? Dia memilih Potter? Severus akan marah mengetahui hal ini. Baik, aku akan berbicara dengan Severus. Harsha harus berteman dengan mu bagaimanapun caranya, right?" Jawab Lucius.

Lucius berjalan mengambil tongkat. Draco mengikuti dari belakang. Mereka berdua ber-apparate menuju Spinner's end. Setelah sampai di Spinner's end. Tuan Lucius mengetuk pintu dan di buka oleh Madam Linsly.

"Oh, Tuan Malfoy. Halo, Draco. Masuklah, Tuan Snape ada di dalam." Sapa Madam Linsly.

Mereka berjalan masuk bersama.

"Hai, Madam. Dimana Harsha?" Tanya anak Lucius.

"Ada di kamar nya. Ia sibuk belajar dari tadi untuk persiapan penilaian akhir tahun. Pergilah ke kamarnya, ambil coklat di lemari dan bawakan padanya." Mendengar itu Draco mengangguk.

Madam mengantarkan Lucius ke ruang kerja Severus.

Tok...tok...tok

"Iya, siapa?" Sahut suara di balik pintu.

"Ini aku, Lucius."

"Masuklah Malfoy." Pintu ruang kerja Severus di buka kan Madam Linsly.

"Baik, aku tinggal dulu tuan- tuan. Tuan Malfoy anda mau minum apa?" Tanya Madam.

"Ambilkan air putih saja, Ia tidak akan lama Madam." Yang menjawab bukan Lucius melainkan adalah Snape.

"Ekhem, kau ini kebiasaan Snape." Lucius duduk di kursi yang berseberangan dengan Snape.

"Cepat katakan apa mau mu? Aku tidak menerima sogokan untuk menambah nilai." Tegas Snape.

"Oh, tentu bukan itu, Sev. Kau tahu Draco sangat ingin menjaga Harsha bukan? Tapi, sayang nya ku rasa Harsha tidak peka akan hal itu. Bahkan Harsha lebih memilih Potter itu di banding, anak ku. Harsha juga mengatai Draco memalukan. Itu menyakiti hati anak ku Severus, kau pasti tau Draco sangat menyayangi Harsha bukan?"

"Lalu?" Ucap Severus.

"Si Potter telah membawa pengaruh buruk, Sev. Ia menghasut Harsha untuk menjauhi Draco. Apa kau hanya diam? Masalah nya ini adalah Potter, Sev. Harry Potter."

"Kau ingin aku menjauhkan Harsha dari Potter agar anak ku bisa berteman dengan anak mu, Lucius?" Snape mengerutkan dahi.

"Ya benar! Kau pintar, Snape. Aku ingin anak kita bisa berteman seperti dulu atau bahkan lebih."

"Bagaimana kalau kita buat pertunangan, Severus! Aku sudah siap menjadi besan mu." Sambung Lucius sambil berseru.

"Lakukan lah jika kepala mu mau ku penggal di sini sekarang! Rupanya kau ini bosan hidup Lucius..." Bentak Snape. Lucius merinding seketika saat di bentak oleh Snape.

"Dengar, kau harus tahu Harsha dan Draco sudah bukan anak kecil lagi. Ia sudah bisa memilih jalan nya masing-masing, Lucius. Hal sepele seperti ini saja kau jadikan masalah besar. Jangan manjakan anak mu terus, Lucius!-

-Apalagi meminta seseorang untuk melakukan sesuatu demi anak mu. Parahnya, orang yang kau minta adalah anak ku! Pakai otak mu Lucius, jangan hanya menggunakan harta mu!" Lucius terdiam mendapat ceramah pedas dari Snape.

"Kau sendiri juga masih memanjakan Harsha. Bercerminlah, Severus! Kau masih memakai mantra untuk menjaga Harsha saat di sekolah. Parahnya kau iri saat Rosalie menggendongnya." Malfoy tidak mau kalah.

"Malfoy, kau kesini meminta sesuatu kepada ku. Tak sepantasnya kau malah membalas perkataan ku. Sinting. Itu adalah kewajiban ku untuk menjaga anak ku, apa urusan nya dengan mu?" Sahut Snape sinis.

"Apa kau bilang?! Kau lebih sinting. Mana ada orang se-posesif dirimu ini di tambah kau orang yang sangat kaku, jarang tersenyum. Asal kau tau aku akan mengorbankan apapun demi anak ku" Malfoy kembali marah.

Di ruangan ini menjadi tempat mereka saling berdebat siapa orang tua yang lebih baik. Yang satu keras kepala dan satu lagi tidak mau kalah.

...

Disisi lain, Draco berjalan ke arah dapur dan mengambil beberapa coklat dari lemari. Ia juga membawakan susu putih untuk Harsha. Dengan raut wajah senang, Draco berjalan ke lantai 2, tepat nya ke kamar Harsha.

Tanpa mengetuk pintu, Draco langsung membuka pintu kamar Harsha. Tentu, itu membuat Harsha sangat terkejut. Ia gelabakan menyembunyikan kertas-kertas di atas meja nya.

"Tidak kah kau punya sopan santun Draco?! Ketuklah pintu sebelum masuk!" Harsha marah.

"Maafkan aku, Harsha. Tapi, tangan ku penuh. Aku tidak bisa mengetuk pintu." Draco menunjukkan susu dan coklat yang Ia bawa. Draco menaruh keduanya di meja Harsha.

"Apa yang kau lakukan Harsha?" Tanya Draco.

"Belajar." Ucap Harsha singkat.

"Kenapa terlihat menyembunyikan sesuatu. Jangan berbohong pada ku Harsha."

"Tidak ada urusan nya dengan mu, Malfoy. Pergilah aku sibuk." Ketus Harsha.

Draco mengambil kertas yang jatuh di lantai. "Look! Apa ini? Banyak sekali daftar nama."

Harsha langsung merebut kertas itu. "Bukan apa-apa. Pergilah Draco."

"Tidak sebelum kau katakan, apa yang sedang kau cari Nona Malfoy." Ucap Draco.

"Apa kau bilang? Nona Malfoy?" Harsha tersentak kaget.

"Hah? Aku bilang Nona Snape. Kau sudah mulai gila, Harsha. Berkat kertas-kertas ini. Cepatlah katakan apa yang kau cari. Aku bisa membantu mu." Draco mengalihkan pembicaraan.

"Aku bilang tidak ada, ya tidak ada." Harsha semakin kesal.

"Well, aku akan memberitahu Daddy mu kau sedang tidak belajar." Ancam Draco.

"Cepat, adukan saja. Aku bersumpah tidak akan ingin menjadi teman mu lagi."

"Apa kau bilang..." Draco mematung.

Harsha merasa bersalah mengucapkan itu pada Draco.

"Draco... Maaf. Aku tidak bermaksud. Maaf kan aku." Lirih Harsha.

"Akan ku maaf kan dengan satu syarat. Jadilah teman ku Harsha, seperti dulu-

-Promise?" Draco mengacungkan jari kelingking kepada Harsha.

Harsha bingung harus menjawab apa. Ia bergelut dengan pikiran nya.

'Aduh, berteman dengan bocah pirang ini? Dia akan membawa pengaruh buruk pada mu Harsha. Tolak saja, atau kau juga akan ikut nakal.'

'Jangan Harsha, apa kau tidak kasian pada Draco? Lihatlah sepertinya Ia tulus. Kau tidak akan pernah tau jika belum mencoba.'

Harsha segera sadar dan kembali pada kenyataan. Sepertinya hati nya sedang baik sekarang.

"Ok Promise." Harsha meletakan kelingking nya di kelingking Draco dan menekuknya bersamaan.

"Kenapa kau sangat ingin berteman dengan ku, Draco?" Tanya Harsha.

"Entahlah, aku juga bingung. Entah kenapa bersama mu rasanya nyaman."

'Aku juga akan mencari tahu tentang Mommy mu, Harsha. Aku janji akan mendapatkan nya.' Batin Malfoy.

Draco adalah anak yang pintar, Ia mengikuti Harsha ke Hospital Wings kemarin dan mendengar pembahasan mereka. Ditambah dengan hari ini. Harsha sedang mencoba mencari ibunya lewat buku-buku sejarah. Makanya banyak sekali daftar nama, itu adalah orang-orang yang masuk ke dalam dugaan Harsha.

'Harsha, aku janji akan menjadi teman yang baik untuk mu.'

.
Bonus chapter.

Things You Will Never KnowTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang