"Albus, I really love her more than anything. But, Lily need me."
"Your family need you more Severus."
"Aku sudah menyiapkan semua nya untuk mereka, bahkan untuk kemungkinan terburuk kalau-kalau saja aku pergi meninggalkan mereka lebih dulu. Ternyata tak ku sangka Rosalie lah yang meninggalkan kami lebih dulu, Albus."
"Aku heran pada mu Severus, sebenarnya kau ini menaruh hati pada siapa? Lily atau Rosalie?"
"Tidak keduanya, Albus. Sampai akhir akan ku pastikan semua hati ku akan ku berikan pada Harsha, bahkan aku akan memberikan lebih dari hati ku untuk nya."
"Berhenti ber-omong kosong, Severus."
...
Hari menunjukkan pukul 8 pagi. Waktunya semua orang di Hogwarts sarapan. Albus Dumbledore seperti biasa memberikan sepatah dua patah, namun kali ini sedikit berbeda karena dari balik pintu besar Great Hall keluar murid-murid dari sekolah lain.
Yang masuk pertama adalah murid-murid dari Durmstrang. Mereka menampilkan aksi yang menarik perhatian selagi memasuki Great Hall, dan di belakang di susul oleh kepala sekolah mereka, tepuk tangan dari murid Hogwarts pun memenuhi Great Hall pada saat itu.
Tak berselang lama, Beauxbatons turut masuk ke Great Hall dengan penampilan yang sama menarik mata. Tepuk tangan pun semakin meriah.
"Sudah di sepakati bahwa syarat untuk mengikuti Triwizard Tournament harus memiliki usia lebih dari 17 tahun." Ucap Dumbledore.
Mendengar hal itu ada yang kegirangan namun, ada juga yang protes. Tentunya yang protes adalah murid yang masih berusia minor.
"Harsha, anak-anak dari Durmstrang terlihat sangat tampan bukan? Apa kau sudah memiliki incaran untuk Yule Ball nanti?" Susan nampak semangat.
"Aku tidak tahu, sudah lah lihat nanti saja."
"Ah ya, kau kemarin menolak Aldren kan? Harsha, aku benar-benar tidak tahu apa yang ada di dalam kepala mu. Bisa-bisanya kau menolak Aldren."
"Susan, hentikan. Bukan nya apa-apa, kau tahu kan Aldren itu seperti apa? Aku tidak mau nanti di serbu oleh penggemar nya." Harsha nampak mulai risih.
"Tapi, kalau begini terus siapa yang akan menjadi pasangan mu berdansa nanti?"
"Angin." Sahut Harsha ketus.
"Jangan bilang kau mengharapkan Draco ya. Belum satu jam saja dia sudah genit dengan anak-anak dari Beauxbatons."
"Benarkah?"
"See, kau ingin bersama Draco kan?! Aku sarankan tidak Harsha, no no no. Bukan saran tapi harus. Jangan pergi bersama nya, bersama Aldren saja. Masalah penggemar nya itu urusan belakangan. Oh oh, apa kau mau aku carikan pria dari Durmstrang." Susan kembali bersemangat.
"Hmm... Aldren memang tampan sih tapi—"
"Aldren!" Belum selesai Harsha bicara, Susan memotong dengan berteriak memanggil Aldren.
Pemuda Gryffindor itu menoleh ke arah Susan. "Apa?"
"Harsha, mau berdansa dengan mu." Susan berbicara tanpa suara, jadi hanya mulut nya saja yang bergerak agar tidak menjadi perhatian yang lain.
"Apa?!" Aldren masih tidak mengerti dan membuat Susan menepuk kening.
Susan memberikan kode tangan untuk Aldren supaya mendekati meja Hufflepuff. Kali ini Aldren mengerti dan menuruti permintaan Susan.
"Ada apa, Susan?"
"Aldren, Harsha mau berdansa dengan mu."
Mendengar hal itu membuat Aldren jadi kembali bingung. "Bukan kah kau memiliki janji dengan seseorang Harsha?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Things You Will Never Know
أدب الهواةApa jadinya jika Severus Snape yang lebih dingin dari es memiliki anak perempuan yang sangat berbeda dengan dirinya? Harsha Lavanya Snape, gadis yang sangat ramah dan suka berteman, tidak bisa diam. Sangat terbalik dengan sikap ayahnya yang cenderu...
