Harsha berlari kencang di lorong Hogwarts menuju kelas Profesor McGonagall. Nafas Harsha terengah-engah saat berada di depan pintu. Semua murid sontak melihat ke arah Harsha.
"Hai?" Ucap Harsha canggung dan bingung harus berbuat apa.
"Nona Harsha, darimana saja? Pelajaran sudah hampir selesai." Ucap Profesor McGonagall.
"Maaf Profesor, aku tadi tertidur di perpustakaan." Harsha sangat mengantuk karena sedari malam masih mencari orang yang Harsha curigai berkaitan dengan ibu nya.
"Begitukah? Tapi, aku terpaksa harus memberimu detensi, Nona."
"Baiklah, Profesor. Sekali lagi maaf kan aku." Harsha tertunduk.
"Sorry Profesor, apa ini tidak terlalu berlebihan?" Draco membuka suaranya.
"Apa maksud mu Draco?"
"Harsha hanya terlambat, tidak kah terlalu berlebihan memberinya detensi, Profesor?" Jelas Malfoy.
"Dia masuk kelas ku saat pelajaran tersisa 8 menit lagi, Draco."
"Untuk hukuman detensi sendirian itu terlalu mengerikan, profesor."
"Kalau begitu mau kah kamu menemani Nona Harsha menjalankan detensi nya, Tuan Malfoy?" Sahut Profesor McGonagall.
Draco nampak kaget, tujuan nya ingin membela Harsha namun, tidak di sangka Ia ikut masuk ke dalam masalah nya. Tapi, ini merupakan kesempatannya untuk Draco menarik perhatian Harsha. Kapan lagi ada kesempatan seperti ini?
"Tentu Profesor!" Draco menjawab dengan yakin.
"Wait, what? Draco apa yang kau lakukan? Jika tahu hal ini Daddy mu akan marah pada ku." Harsha berbisik kesal pada Draco.
"Kau ingat janji kita? Kita adalah teman. Aku akan menemani mu Harsha." Sahut Draco tersenyum. Mendengar itu Harsha hanya bisa memijat pelipis nya.
Ada apa dengan anak ini? Dia salah makan apa sih?!
"Profesor, dengan siapa kami akan melakukan detensi?" Tanya Malfoy.
"Well, kalian akan detensi ke hutan terlarang malam ini. Mungkin dengan Hagrid." Jawab Profesor McGonagall.
...
Malam telah tiba, dari kejauhan Harsha melihat Draco sudah tiba terlebih dahulu di depan rumah Hagrid. Ia melihat Draco menunggu sambil bermain dengan batu-batu kecil di sana.
"Halo Draco, kenapa kau datang cepat sekali? Perasaan aku yang kena detensi."
"Aku tidak ingin kau menunggu sendirian di sini Harsha. Dunia malam itu mengerikan."
"Tahu dari mana?" Tanya Harsha bingung.
"Dari Daddy ku. Dia bercerita kalau saat malam hari banyak makhluk-makhluk yang keluar seperti werewolf dan—"
"Excuse me. Nona dan Tuan kecil." Ucapan Draco terpotong oleh suara Hagrid yang baru sampai.
"Apa yang kalian lakukan di depan rumah ku?" Lanjut nya.
"Bukan kah kita akan menjalan kan detensi?" Tanya Harsha yang semakin bingung.
"Harsha? Draco? Ternyata kalian. Oh benarkah? Tapi, ini bukan giliran ku. Ini giliran Argus. Masuklah tunggu di dalam." Hagrid bingung sambil membuka pintu.
"Harsha, kenapa kamu mendapat detensi? Hal nakal apa yang kamu lakukan? Jangan sampai ini terulang lagi jika, kamu ingin menjadi prefek asrama tentunya." Hagrid menyerbu Harsha dengan banyak pertanyaan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Things You Will Never Know
FanfictionApa jadinya jika Severus Snape yang lebih dingin dari es memiliki anak perempuan yang sangat berbeda dengan dirinya? Harsha Lavanya Snape, gadis yang sangat ramah dan suka berteman, tidak bisa diam. Sangat terbalik dengan sikap ayahnya yang cenderu...
