Lelah

211 16 0
                                        

Sejak matahari terbit hingga kini kembali terbenam, Nata tak melepaskan pandangannya dari layar komputernya. Gadis itu bahkan sudah mengabaikan sarapan dan makan siang nya hingga membiarkan makanannya dingin tak terjamah. Saat ini Nata sedang berada di titik dimana dia mendapatkan banyak inspirasi di otaknya. Hal itu membuatnya tak ingin membiarkan waktu berharga ini walau untuk sekedar mengisi perut kosongnya.

Jarinya terus menekan tuts keyboard sedangkan tangan yang satunya lagi sibuk menggerakkan kursor untuk menyalin dan menambahkan musik yang ia buat. Ia terus melakukan itu hingga kini terbentuklah sebuah alunan musik yang terdengar sangat indah di telinga.

"Woahhh...." Nata kini meregangkan otot-otot nya yang terasa kaku.

Gadis itu kemudian memejamkan matanya sejenak dan mulai melepaskan headset dari telinganya. Nata menghembuskan nafasnya lega lantaran ia sudah menyelesaikan satu project yang sudah ia kerjakan kurang lebih tiga bulan itu. Gadis itu kemudian mengambil ponsel yang sejak tadi ia hiraukan dan mulai mencari kontak nama dan segera memulai panggilan.

"Halo."

"Halo Ian, gue udah kirimin lagunya ke email lo. Coba lo dengerin habis itu komentarin. Nanti gue bakalan coba buatin versi yang lainnya."

"Ohh.. iya ini barusan gue cek udah masuk. Oke, gue dengerin dulu ya. Oiya, lo jangan lupa istirahat, jangan sampe sakit. Kerjaan lo masih banyak soalnya."

"Sialan. Yaudah deh, makasih ya. Gue tutup." Nata pun mengakhiri panggilan itu.

Setelah melakukan panggilan, Nata merebahkan tubunya di punggung kursi. Sebenarnya hari ini Nata sengaja tak datang ke studio lantaran ia merasa tak enak badan sejak semalam. Ia memutuskan untuk bekerja di apartemen agar dirinya bisa punya banyak waktu untuk beristirahat. Namun kenyataannya, dirinya kini malah tak memiliki waktu untuk itu.

Nata kemudian segera beranjak dari ruang kerjanya menuju dapur untuk mengisi ulang kopi nya yang kesekian. Saat dirinya tengah menunggu kopinya penuh, dirinya mendengar suara pin pintu apartment nya sedang di tekan. Tak lama dari itu, terdengar suara pintu terbuka dan menutup. Nata pun segera mengecek siapa orang yang baru saja memasuki apartment nya.

"Jeno?" Tebak Nata saat berjalan menuju pintu.

Namun belum sempat Nata kesana, dirinya kini sudah mendapati tubuh Jeno yang berjalan ke arahnya dan langsung menubrukkan diri dengan tubuh Nata. Lelaki itu kemudian membenamkan wajahnya di pundak Nata.

"Lo kenapa Jen?" Tanya Nata sambil mengusap rambut Jeno.

Jeno menghela nafasnya kasar. "Ada yang pulang lagi Nat."

Mengerti apa yang dimaksud Jeno membuat Nata semakin memeluk tubuh Jeno erat. "Kali ini siapa?"

"Namanya Hansoo. Umurnya 13 tahun." Nata terdiam. Gadis itu membiarkan Jeno untuk melanjutkan ceritanya.

"Dia selalu ngingetin gue sama Jaemin Nat. Mereka mirip banget. Mereka juga sama-sama punya mata yang indah."

Kini Jeno mulai melemaskan tubunya di pelukan Nata. "Malem ini dia pulang ke rumah Tuhan Nat. Padahal tadi pagi kita sempet main bareng dan dia keliatan bahagia banget."

Jeno kemudian menarik tubunya dari pelukan Nata dan menatap wajah gadis itu sendu. "Mata gue rasanya berat banget Nat. Gue capek."

Nata pun segera menarik Jeno menuju ke kamarnya dan merebahkan tubuh Jeno ke atas ranjang. "Istrirahat."

Tanpa banyak bicara, Nata langsung menyelimuti tubuh Jeno dengan selimut dan tak lupa, dirinya juga melepaskan kaos kaki Jeno agar lelaki itu dapat tidur dengan nyaman.

Hello My Last...Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang