Kembali Berjumpa

172 17 0
                                        

Jisung dan Nata kini sudah berada di ujung gang samping gedung Cafe Jisung. Lelaki itu sengaja membawa Nata ke sana agar tidak ada orang yang mendegar obrolan mereka kali ini.

"Lo mau ngomong apa?"

Nata sempat menatap mata Jisung sejenak sebelum akhirnya gadis itu mulai memberanikan diri untuk berbicara. "Itu lo kan?"

Jisung diam. Lelaki itu masih menatap Nata dengan pandangan datarnya.

"Seminggu yang lalu. Di taman. Itu lo kan?"

"Hmm... itu gue." Sontak Nata membulatkan matanya sempurna mendengar jawaban Jisung ini.

"Kenapa?"

"Karena gue butuh duit."

Nata benar-benar tak percaya dengan apa yang diucapkan lelaki dihadapannya ini. "Tapi kenapa harus dengan cara itu? Kalau lo butuh uang, gue bisa pinjem in buat lo. Gue yakin anak-anak yang lain juga bakalan ngelakuin hal yang sama Sung."

Jisung terkekeh mendegar itu. Lelaki itu kemudian semakin menyudutkan tubuh Nata di tepi tembok. "Orang yang terlahir kaya emang gampang buat ngomong kayak gitu."

"Kenapa lo jadi kayak gini sih Sung."

"APA YANG LO TAU TENTANG GUE NAT?!" Nata kini benar-benar takut dengan Jisung.

"APA YANG LO TAU TENTANG GUE HAH?! APA?!" Nata terus mencoba menahan air matanya agar tidak tumpah.

"Lo, sama temen-temen lo semua itu sama. Kalian cuman peduli sama diri kalian sendiri tanpa mau ngeliat ada orang lain yang lagi kesulitan. Bahkan kalian ga sadar kan, kalau Jisung yang kalian kenal udah mati. Jiwa gue udah dari lama mati."

"Sung..."

Jisung pun menjauhkan dirinya dari Nata. "Jangan dateng kesini lagi. Gue bukan Jisung yang lo kenal dulu."

Jisung akhirnya melangkahkan kakinya meninggalkan Nata yang masih diam di tempat. Gadis itu lalu menangis terisak. Ia benar-benar tak menyangka dengan sikap Jisung kepadanya tadi. Jisung yang ia temui tadi, bukanlah Jisung yang ia kenal 9  tahun yang lalu.

🍓🍓🍓

Sejak tadi Nata tak henti-hentinya memandangi wajahnya di depan cermin. Ia terus memeriksa bahwa make up yang ia gunakan saat ini benar-benar membuat dirinya terlihat lebih cantik.

"Jen, gue pakek make up gini keliatan cantik kan?" Tanya Nata pada Jeno yang kini sedang fokus menyetir.

Tanpa menoleh, Jeno pun menganggukkan kepalanya. "Iya Nata... lo cantik."

"Ck..."

Mereka berdua kini sedang berada di perjalanan menuju ke tempat acara pernikahan Chenle dan Ningning. Jeno kini menggunakan setelan jas berwarna hitam sedangkan Nata menggunakan midi dress berwarna abu.

"Lo itu kalau ditanya jawabnya yang bener dong!" Ujar Nata kesal.

Jeno pun lantas menghela nafasnya kasar lalu menatap Nata sejenak. "Nat, lo itu selalu cantik pakek apapun. Lo ga perlu tanya lo cantik apa engga karena jawabannya pasti iya."

Mendegar hal itu membuat pipi Nata bersemu merah. Gadis itu akhirnya memasukkan cermin nya kembali ke dalam tas. "Hehe... thanks."

Jeno pun meraih tangan Nata dan mengelusnya pelan. Lelaki itu kemudian membawa tangan Nata ke depan wajahnya dan memberikan kecupan kecil di telapak tangan Nata.

Hello My Last...Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang