Jeju

115 17 0
                                        

Tibalah waktunya untuk Jeno, Nata dan sahabat-sahabatnya yang lain liburan ke pulau Jeju. Ningning yang masa kehamilan nya sudah menginjak usia tua itupun tetap memilih untuk ikut juga. Ia tak mau melewatkan moment Jeno dan Nata nanti. Karena itu, Chenle dengan sengaja menyiapkan pesawat pribadi untuk Ningning dan sahabat-sahabatnya.

"Woahhh... kalau kayak gini sih, gue rela deh nikahin anak gue nanti sama anak lo Le." Ujar Haechan saat dirinya terkagum-kagum dengan isi pesawat pribadi milik Chenle ini.

"Idihhh... sok-sok an mau ngejodohin anak lo. Istri aja lo belum dapet, main ngejodohin anak aja lo." Balas Giselle sambil melirik malas ke arah Haechan.

"Apaan sih lo ikut aja! Kalau lo mau berkontribusi dalam pembuatan anak gue, gapapa deh ikut komentar. Kalau enggak, mending diem!" Lanjut Haechan.

"Dihhh... ewh... ogah gue!" Ujar Giselle sambil bergidik ngeri.

Kericuhan itu pun terus berlanjut hingga mereka akhirnya tiba di pulau Jeju. Jeno sendiri sudah menyiapkan transportasi dan juga villa untuk mereka disana selama 3 hari. Jeno menyewa 2 buah mobil untuk perjalanan mereka selama di Jeju. Mobil pertama sudah terisi oleh Jeno, sebagai pengemudi, Nata, Giselle dan Haechan. Sedangkan mobil kedua ada Jake sebagai pengemudi, Chenle, Ningning, Karina dan juga Renjun.

Sesampainya di Jeju, mereka langsung menuju ke restoran yang menyediakan berbagai macam makanan seafood. Mereka juga sempat mengunjungi pantai dan menghabiskan waktu yang cukup lama disana sebelum mereka akhirnya menuju villa untuk istirahat.

Villa yang disewa Jeno kali ini cukup besar. Ada 5 kamar yang tersedia. Kamar dilantai satu diisi oleh Chenle dan juga Ningning. Kamar kedua di lantai satu diisi oleh Renjun dan Haechan. Sedangkan dilantai dua, kamar pertama diisi oleh Jeno dan Jake, kamar kedua diisi oleh Nata, Giselle dan Karina, lalu kamar ketiga mereka gunakan untuk menaruh barang-barang bawaan mereka.

Malam ini, mereka sengaja tidak keluar lantaran mereka ingin beristirahat terlebih dahulu. Maklum, mereka saat ini sudah bukan lagi remaja yang memiliki banyak tenaga. Para gadis saat ini sedang berada di dapur untuk membuatkan makan malam. Karina dan Giselle bagian memasak, Nata menyiapkan minuman sedangkan Ningning kebagian mencicipi masakan mereka.

Berbeda dengan para lelaki, mereka saat ini sedang bermain ps di ruang tengah. Haechan dan Jake kali ini berlomba memenangkan pertandingan. Sedangkan Jeno dan Renjun tak henti-hentinya menyoraki kedua teman nya itu. Chenle sendiri sejak tadi masih sibuk berkutat dengan laptop nya. Maklum saja, CEO muda ini saat ini tengah sibuk mempersiapkan pembukaan anak perusahaan milik keluarganya.

"Makanan sudah siap. Ayo buruan kesini, keburu dingin ga enak nanti." Ujar Karina saat dirinya baru saja selesai merapihkan meja makan.

"Woahh... dari baunya sih kayaknya ini bukan masakan Nata." Ujar Haechan saat sudah tiba di ruang makan.

"Nata ga kamu biarin masak kan sayang?" Tanya Jake pada Karina. Karina pun hanya tertawa sambil menggelengkan kepalanya.

"ENGGAK ENGGAK! GAK MASAK GUE!" Ujar Nata dengan wajah kesal.

Yang lain pun hanya bisa tertawa. Mereka kemudian memulai makan malam dengan diselingi canda dan tawa. Sudah lama rasanya mereka tak liburan bersama seperti ini. Rasanya semua beban yang selama ini mereka bawa dipundak hilang seketika. Perasaan yang sama seperti saat mereka masih SMA dulu menyelimuti kehangatan meja makan ini.

"Ngomong-ngomong, besok kita jadinya kemana? Gimana kalau ke Museum Teddy Bear? Pasti lucu deh." Tanya Ningning sebelum menyuap makanan terakhirnya.

"Duhh... kayak bocah aja lo kesana. Gak gak, gue ga setuju." Ujar Haechan dan langsung mendapatkan tatapan tak suka dari Ningning.

Hello My Last...Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang