Mentari terbitlah lebih awal.
Sudah lelah rasanya menahan tangis di sudut kamar.
Sudah bergelas-gelas kopi ku seduh tanpa tahu dimana akhir penderitaan ini akan ku teguk.
Kopiku kini hanya tersisa ampas.
Harapku telah terhempas.
3 Oktober 2021
KAMU SEDANG MEMBACA
TANPA PAMIT
PoesíaAku kira aku akan berakhir dengan nama belakangmu, duduk di teras rumah waktu pagi dan sore, memperhatikan anak-anak kita tumbuh besar dan kita menua bersama. Aku ingin kamu merasakan teh buatanku karena kopiku tidak baik untukmu. Aku ingin berada d...
