Aku ingin menjadi harimu yang ke seribu.
Menunggumu kembali dari balik lembar waktu yang ku ganti setiap hari, menggenapi masa-masa kehilanganmu, menguatkanmu seiring waktu bergulir.
Kuharap, suatu hari kamu lelah dari perjalanan dan memutuskan untuk pulang kembali kepadaku.
Saat itu tiba, akan ku bisikan padamu di beranda rumahku, “Mari kita bahagia lagi, sedih kita sudah ribuan hari.”
24 Desember 2021
KAMU SEDANG MEMBACA
TANPA PAMIT
PoesíaAku kira aku akan berakhir dengan nama belakangmu, duduk di teras rumah waktu pagi dan sore, memperhatikan anak-anak kita tumbuh besar dan kita menua bersama. Aku ingin kamu merasakan teh buatanku karena kopiku tidak baik untukmu. Aku ingin berada d...
