Taehyun mengintip beomgyu di sela-sela membaca komiknya, terlihat beomgyu sedang membereskan pakaiannya. Tapi yang taehyun bingung kenapa beomgyu sama sekali gak buka lemari nya ya?
"Ngapain taro disitu? Kan ada lemari" Ucap taehyun dengan ekspresi datarnya.
"Emang boleh?"
"Em" Jawab singkat taehyun
Beomgyu sontak tersenyum senang karena Taehyun mulai bicara padanya, semoga kedepan nya taehyun mau lebih banyak berbicara lagi padanya. Bahkan beomgyu enggan meminta bantuan Taehyun karena ternyata ia sudah terlelap tidur.
Sore ini Beomgyu berencana untuk pergi membeli beberapa perlengkapan sekolah, sebab bawaan nya dari Jerman hanya pakaian dan uang. Sedangkan uniform sudah disiapkan oleh mami Taehyun.
Ya seperti yang kalian duga, bahwa Taehyun lah yang akan mengantar beomgyu kesana karena beomgyu masih asing didaerah sini. Tapi kelihatannya Taehyun sedikit tidak menyukai acara pergi mereka, tatapannya sangat tajam, gelagatnya cukup membuat beomgyu semakin merasa tidak enak meminta tolong kepada Taehyun. Tapi apa boleh buat, ia tidak bisa meminta tolong selain kepada taehyun.
Beomgyu menikmati perjalanan mereka dengan menoleh kanan kiri mengagumi bagaimana indahnya pemandangan disana, bahkan rambut panjangnya sedikit berantakan tertiup angin. Taehyun melakukan motornya dengan kecepatan sedang yang membuat beomgyu sedikit tenang.
Tak lama dari perjalanan mereka, kini sudah sampai disuatu toko perlengkapan sekolah Beomgyu menuruni motor dan tersenyum.
"Kak Taehyun, ayo"
"Lo aja, gua tunggu disini"
Fyi, Sedari kecil memang Beomgyu menjadikan 'kakak' sebagai panggilan untuk Taehyun. Meskipun umur mereka hanya selisih empat bulan.
"Aku mana ngerti kak, ayo" Ucapnya seraya menarik yang lebih tua.
Taehyun sih nurut aja karena dia tahu pasti beomgyu akan nambah merengek nantinya.
Jelas disini beomgyu sangat senang, berlarian kesana kemari bagaikan bocah enam tahun. Apalagi setelah ia tahu bahwa ditoko ini banyak sekali novel yang beomgyu suka, maka dari itu keranjang belanja nya penuh dengan novel. Taehyun hanya menatap si yang lebih muda dengan malas, taehyun gakuat ia pengen pulang.
Amarah Taehyun memuncak disaat pembayarannya, pasalnya beomgyu melupakan dompet yang seharusnya ia bawa. Mau tak mau Taehyun lah yang membayar itu semua, asal kalian tahu total semuanya tidak murah, bahkan Taehyun harus menggunakan kartu kredit nya. Astaga Taehyun benar-benar muak.
Selama dalam perjalanan tidak ada satupun yang bersuara, beomgyu enggan karena takut. Apalagi motor yang dikendarai mereka semakin cepat membuat beomgyu tak sengaja meremat kaus yang Taehyun pakai.
- - -
Keduanya masih diam dengan belanjaan yang beomgyu bawa, bahkan sang mami yang menyambut merekapun tak dapat gubrisan.
Taehyun melenggang pergi ke kamarnya tanpa memperdulikan kedua manusia yang terdiam.
"Beomgyu, gimana?" Ucap mami Taehyun mencoba mendekati beomgyu.
"Em dapet kok tan, tapi beomgyu buat kesalahan" Jawab beomgyu dengan menunduk penuh rasa bersalah.
"Eh? Kok bisa?
"Gyu lupa bawa dompet, terus kak Taehyun yang bayarin. Dan kayanya dia marah deh soalnya tadi ketus banget" Jelas beomgyu.
Mami Taehyun terkekeh mendengar penuturan beomgyu penuh rasa takut, kemudian ia mengusap pundak keponakannya penuh rasa kasih sayang.
"Gyu bujuk ya, kak Taehyun pasti langsung baik lagi"
Beomgyu mengangguk, meskipun ada rasa ragu di hatinya. Ia belum siap kena gertakan dari Taehyun lagi.
Beomgyu membuka pintu kamar Taehyun dengan sangat pelan penuh ke hati-hatian, netranya menangkap Taehyun yang sedang berkutat dengan gitar. Beomgyu masuk dengan menghela nafasnya gusar, beomgyu khawatir.
Ia meletakan bawaannya disamping sofa, dan sesekali matanya melirik Taehyun yang masih berekspresi kan marah.
Ia berusaha menghampiri yang lebih tua terlebih dahulu, duduk dipinggir kasur sembari menatap si kakak sepupunya dengan wajah sedih.
"Kak Taehyun, gyu minta maaf" Ucapnya dengan penuh hati hati.
Taehyun masih dalam pendiriannya, tak berkutik sedikitpun.
Beomgyu semakin mendekati jarak mereka sampai wajah si yang lebih muda ada di hadapan di yang lebih tua.
"Kak Taehyun ini gyu ganti" Ucapnya lagi dengan menyerah kan beberapa lembar uang cash.
Menatap beomgyu sedekat itu membuat Taehyun sedikit goyah, hatinya melunak tanpa ingin mendiami sepupu manisnya ini lebih lama.
"Simpen buat lo"
Beomgyu mengerutkan dahinya.
"Kok gitu? Ini kan punya kak tae"
"Ck, muka lu keliatan kaya orang membutuhkan soalnya, gua jadi iba"
Beomgyu tersenyum tipis, setipis benang. Gapapa, asal Taehyun mau berbicara padanya.
"Kak tae gak marah lagi kan?"
Taehyun menghela nafasnya gusar, dan meletakan gitarnya disamping. Kemudian ia menatap beomgyu dengan kedua tangannya yang menangkup pipi si manis.
"Gak marah, tapi lu bikin gua malu. Lain kali jangan gitu lagi"
Setelah mengucapkan itu, Taehyun melenggang pergi entah kemana meninggalkan beomgyu yang mengangguk patuh sembari tersenyum.
- - - See you🌱
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.