"Laper.."
Hyunjin menoleh ke arah gadis yang duduk di sebelah kirinya yang sedang menggigit ujung pulpen sambil menopang dagu itu. Ara tadi bercicit kalau ia lapar dan Hyunjin yang sangat rajin korek kuping ini tidak sengaja mendengarnya.
Rapat guru sudah selesai, artinya guru-guru sudah mulai mengajar seperti biasa lagi di tiap kelas. Dan sekarang ini, Bu Hyoyeon si guru mata pelajaran kimia sedang mengajar di depan kelas mereka.
Hyunjin merogoh saku celananya kemudian, mengambil permen milkita rasa melon yang tadi ia beli di kantin lalu memberikannya pada Ara lewat bawah meja agar tidak ketahuan guru.
"Makan ini aja, jangan makan pulpen."
Ara yang mendengar bisikan Hyunjin itu seketika menoleh ke arah pemuda itu dan memberinya tatapan aneh. Karena Ara tak kunjung mengambilnya, permen itu Hyunjin masukkan ke kolong bangku gadis itu.
"Eh lo masukin apa itu?! Bom ya?"
Hyunjin menghadeh samar. Ia kemudian lanjut mencatat di buku catatannya, mengabaikan Ara yang menengok-nengok ke bawah kolong mejanya untuk mencari permen yang Hyunjin taruh.
Sampai gadis itu mendapatkan permen Hyunjin, ia menoleh ke arah pemuda itu kemudian dengan tatapan penuh tanya.
"Ini buat gue kan?" tanya Ara yang diberi anggukan pelan oleh Hyunjin tanpa mengalihkan pandangan dari papan tulis.
"Iya, makan aja, lebih bernutrisi daripada lo nyemilin pulpen gak jelas," balas Hyunjin yang membuat Ara menyipitkan matanya menatap Hyunjin dengan penuh kejulidan.
Sementara Ara sibuk diam-diam membuka bungkusan permennya, Hyunjin kembali mengalihkan pandangannya ke arah gadis di sebelahnya itu.
"Tadi lo gak istirahat emangnya?" tanya Hyunjin, tentunya dengan berbisik agar tidak ketahuan guru.
Ara menggeleng membalasnya.
"Sorry gue gak bangunin, tadi temen lo bilang yang mau bangunin."
"No need to say sorry. Emang tadi udah dibangunin, tapi guenya tidur lagi. Mata gue emang lagi susah diajak kompromi. Eh iya, kita belum kenalan. Gue Lee Ara, panggil aja Ara," Ara memperkenalkan dirinya yang dibalas senyuman tipis oleh Hyunjin.
"Udah tau, tapi gapapa. Gue Hyun—"
"Ara dan sebelahnya! Lagi gosipin apa itu seru banget sampe gak memperhatikan penjelasan saya?!"
Baik Ara maupun Hyunjin sama-sama kaget ketika bu Hyoyeon meneriaki nama mereka. Sontak seluruh perhatian di kelas itu tertuju ke arah mereka berdua.
"E-eh, enggak bu. Ini tadi Hyunjin nanya materi yang dia kurang ngerti aja kok bu, gak ada gosipin a—"
"Bohong tuh bu! Saya denger tadi mereka ngerumpiin yang lain di luar pelajaran tuh!"
Pernyataan dari seseorang yang memotong ucapan Ara itu membuat Ara dan Hyunjin seketika menatap sengit si pemilik suara yang duduk di bangku belakang mereka itu.
"Benar kata Jaemin itu, Ara?" tanya bu Hyoyeon dengan ekspresi tak percayanya yang mana membuat Ara rasanya ingin mengulek pemuda bernama Na Jaemin itu dengan koreo Hot Sauce by NCT mimpi.
"Ih ibu mah percaya gitu sama Jaemin? Hyunjin ini anak baru bu, jadi mungkin aja dia belum dapet pelajaran ini di sekolah lamanya jadi dia bingung dan nanya ke saya," balas Ara agak gugup, tetapi ia tetap percaya diri.
"I-iya bu, saya tadi cuma tanya materi yang belum saya pahami sama Ara," Hyunjin menimpali.
Bu Hyoyeon menghela napasnya pelan lalu menggeleng kecil, sedikit heran dengan tingkah anak muridnya. Guru itu lanjut menjelaskan materi kemudian.
KAMU SEDANG MEMBACA
Stuck On You
Fanfiction[ON GOING!] Yang Hyunjin tau, hatinya tidak akan pernah bisa berpaling dari gadis itu, untuk selamanya. ft. hyunjin of stray kids ©cryistalclear, 2O21
