Hyunjin menghela ketika Ara menyangkal pernyataan perasaannya tadi. Dikira dia lagi ngibul dong sama si Ara, kit heart dikit deh. Gadis itu mengalihkan padangannya dari Hyunjin, menunduk sambil memainkan tali sepatunya tanpa mau menatap netra legam milik Hyunjin di sebelahnya.
"Coba kasi gue alasan kenapa lo gak percaya sama apa yang tadi gue bilang," ujar Hyunjin tanpa melepas tatapannya pada si gadis.
Apakah dirinya terlalu tidak semeyakinkan itu saat tadi ia mengatakan kalau ia juga suka dengan Ara?
"G-gue.."
"Menurut lo kenapa gue selalu ngechat lo, nelpon lo setiap saat buat nanyain gimana hari dan kabar lo? Menurut lo kenapa gue selalu berusaha ada 24/7 sama lo buat mastiin lo oke? Dan menurut lo kenapa gue suka banget lo repotin?"
"Gue gak ngelakuin itu ke semua orang, termasuk sama Lia dulu gue gak selalu mau direpotin dia. Gue sayang sama lo, bukan nganggep lo sebagai saudara atau apa lah. I love you, more than that.."
Ara benar-benar dibuat mematung setelah mendengar pernyataan Hyunjin tadi. Bisa Ara lihat keseriusan yang dipancarkan netra si pemuda padanya.
Selanjutnya Hyunjin menggenggam tangan gadis yang ada di sebelahnya itu, yang mana hal itu membuat Ara terkejut. Hyunjin menggenggamnya dengan lembut, bonus dielus-elus kecil pula.
"Terserah mau percaya atau enggak, tapi itu yang gue rasain."
"Gue juga gak akan maksa lo buat ngejalanin hubungan yang lebih dari ini. Gue cuma pengen nyatain perasaan gue ke lo aja karena kebetulan ternyata lo juga punya perasaan yang sama untuk gue.."
Ini sebenernya agak malu dikit sih soalnya tadi Ara keceplosan konfes sama Hyunjin yang ia kira awalnya Seungmin. Tetapi gadis itu menarik kedua sudut bibirnya kemudian, membentuk senyum yang terlihat sangat manis di mata Hyunjin.
Ternyata senyum Ara jadi semakin indah ketika gadis itu tersenyum karena ulahnya.
"Kenapa senyum-senyum gitu? Sawan lo?" tanya Hyunjin yang mana membuat Ara otomatis memukul pelan lengan sang adam.
"Jangan ngawur kalo ngomong!"
"Ya lagian lo malah senyum-senyum aneh gitu. Padahal tadi juga malu-maluan."
Ara menaikan kedua bahunya. Ia membalas genggaman tangan Hyunjin yang mana hal itu membuat Hyunjin mengerutkan dahinya bingung.
"Hyun, lo beneran?"
Pukul aja, Hyun.
"Tanya sekali lagi, gue pacarin lo!"
"Hwang Hyunjin, lo beneran suka sama gue? Lo beneran sayang sama gue? Lo beneran ci— AAAAAAAA!"
Ara otomatis berteriak ketika Hyunjin meng-headlock kepala Ara dengan ketiaknya. Tapi emang beda ya bau ketek orang ganteng. Bukannya berusaha melepaskan diri, Ara malah memeluk pinggang Hyunjin sambil terus (pura-pura) berteriak histeris.
"Okay, then? You're officially mine?"
"AAAAAAAA MAMAA! ARA UDAH GAK JOMBLO LAGIIII!!"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.