Bercerita tentang seorang gadis yang bertransmigrasi ke novel.
"Eeungh, Gue dimana?" guman sang gadis sambil melihat sekeliling.
"Eh ini di rumah sakit? Bukannya gue udah.." batin gadis bingung.
"Akhh" teriak gadis tersebut sambil memegang kepalany...
"Eh hay erick" Sapa gadis yang sedang terikat tersebut dan membuat erick dan anggota Theos membelalakan matanya.
"Gerald tangan aku sakit, selamatin aku hiks" ucap sok lemah gadis tersebut ketika pandangan bertemu dengan gerald yang menatapnya tajam.
"Tadi ajah galak bener, giliran di depan tuh bocah sok-sokan lemah" Cibir pemuda yang berada di belakang gadis tersebut sambil masih memegangi tangan gadis tersebut yang terikat ke belakang.
"Ssttt bacot lo, udah buru lo ancem gerald biar gerald nolongin gue" Bisik gadis tersebut ke pemuda di belakangnya.
"Wehh lepasin si neng vivi tau ajah lo nyulik yang cantik" ucap adam. Yap jadi gadis yang di culik adalah vivi.
"Gerald tolong aku hiks, tangan aku sakit ini hiks, dia pegang-pegang aku" ucap vivi yang berpura-pura nangis, namun saking lebaynya mereka yang melihatnya malah jijik.
Sementara gerald yang melihatnya hanya memutar bola matanya malas. "Kenapa mesti tu cewe si?" Batin gerald.
"Ternyata kalian seorang pengecut he" Ucap erick meremehkan Alister.
"Apapun bakal gue lakuin buat dapetin apa yang gue inginin. So, lo ngaku kalah tau cewe itu bakal nerima akibatnya?" Ucap Alister yang sudah berdiri dengan bantuan dari anggotanya lalu mengidentifikasi anggotanya yang memegang Vivi.
Pemuda yang memegangi Vivi mengerti akan arti tatapan bosnya dan langsung mengeluarkan pisau kecil dalam sakunya lalu di arahkan ke leher Vivi.
Vivi yang sudah mulai mengerti situasi langsung menegang ketika benda tajam itu sedikit mengenai kulit lehernya, dia jadi mulai takut akan sesuatu yang akan terjadi ke dirinya.
Gerald yang sedari tadi memperhatikan vivi yang mulai takut pun berubah menjadi sedikit khawatir, apa lagi ketika melihat adanya sedikit goresan di lehernya yang membuat darah menetes dari lehernya.
"Brengs*k, lepasin dia" seruan tajam gerald yang mulai tak tega melihat ke adaan Vivi.
Sementara Vivi menatap gerald dengan ketakutan dengan mata yang mulai bergetar yang mengakibatkan bulir-bulir air matanya sudah tak terbendung lagi hingga mulai menetes membasahi pipi. Entah mengapa hal tersebut membuat hati gerald tersentil dan perasaan khawatirnya jadi membuncah beserta emosinya.
"Brengs*k" umpat gerald dan langsung berlari ke arah Vivi dengan gerakan cepat dan langsung mendorong pemuda yang menyandera Vivi, tak sampai di situ gerald langsung melayangkan pukulan ke pemuda yang terjatuh tersebut. Sementara vivi langsung di amankan oleh anggota theos yang lain dan yang lainnya langsung mulai kembali menyerang. Tapi sebelum itu tiba-tiba ...
Dor
Terdengar suara tembakan dari arah pinggir lapangan yang membuat perkelahian mereka berhenti.
Erick yang berhenti memukuli alister langsung mengode ke anggotanya untuk mengecek sumber suara tersebut.
"Uhuk Siapa sebenernya di sini yang pengecut ?" Ucap lirih Alister yang sudah tak berdaya, dia menyangka bahwa anggota Erick membawa senjata api.
"Bukanya Lo yang berniat mencelaki gue dan anggota gue dengan menembakkan peluru tersebut?" Tanya balik Erick.
"Cih, gue nggak sepengecut itu" ucap alister. Setelahnya langsung di tonjok oleh erick yang membuat alister tidak sadarkan diri.
"Cabut Lo semua, bawa nih ketua busuk Lo!" Perintah erick ke anggota Pluto. Para anggota Pluto langsung menggotong ketuanya dan beberapa anggotanya yang juga telah pingsan pergi meninggalkan lapangan tersebut.
Sementara di sisi lain, terlihat seorang pemuda berjubah hitam yang melarikan diri ketika tangannya terkena tembakan dan mengakibatkan tangannya terluka sehingga tembakannya meleset. Namun beberapa anggota theos yang tadi di perintah oleh Erick melihat pemuda tersebut dan langsung mengejarnya.
"Woy berhenti" ucap salah satu anggota theos bernama Wisnu yang masih mengejar pemuda tersebut.
"Ck sial, pake katahuan lagi" guman pemuda yang di kejar. Tak jauh dari lokasi tersebut ada sebuah mobil yang sedang menunggu pemuda tersebut. Kemudian ketika sampai pemuda tersebut langsung masuk dan mobil langsung melesat kencang.
"Shit kabur lagi, cepat kita langsung kembali kabarin bos" Ucap Wisnu kesal. Setelahnya mereka kembali ke tempat penyerangan tadi.
Sementara di tempat Zea berada dia sedari tadi memperhatikan gerak-gerik mereka. Dia menyorot tajam pada sebuah mobil yang di tumpangan pemuda tersebut.
"Sepertinya akan semakin menarik" gumam zea dengan seringainya yang menyeramkan. Setelahnya dia langsung membereskan tempat persembunyiannya dan bergegas untuk pulang, sebelum abangnya dan erick curiga.
Kembali lagi ke area penyerangan yang hanya tersisa anggota theos saja, karena anggota Pluto sudah pergi membawa bosnya sudah tak sadarkan diri.
"Bos pelakunya udah kabur menggunakan mobil hitam, tapi tadi gue sempet liat plat nomornya sepertinya kita harus melacaknya" bisik Wisnu ketika dia sudah sampai di tengah lapangan dan langsung melapor ke erick.
"Brengs*k" geram erick. Dia berfikir siapa sebenarnya yang menembak tadi dan siapa yang menjadi target dari penembakan tersebut. "Cabut ke markas!" Perintah erick dan mereka langsung pergi ke markas.
Puluhan motor anggota theos memasuki markas. "Obati luka kalian, dan bian lacak plat nomor yang Wisnu kasih tau"
"Baik bos" sahut mereka serempak.
"Gue cabut" ucap erick.
"Mau kemana bos?" Tanya adam, namun tak di jawab karena erick sudah keburu pergi ke luar.
"Kacang mahal" goda aarav ke adam.
"Bangke" umpat adam.
"Gue balik!" Ucap gerald dan langsung melengos pergi.
"Ckckck es batu kalau pamit begitu ya" ucap adam sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Gue bilangan bos mampus Lo" ancam Wisnu.
"Heheheh pisssss" ucap adam sambil mengangkat dua jarinya.
****
Terimakasih !!!!!! 😘😘😘😘
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.