Bercerita tentang seorang gadis yang bertransmigrasi ke novel.
"Eeungh, Gue dimana?" guman sang gadis sambil melihat sekeliling.
"Eh ini di rumah sakit? Bukannya gue udah.." batin gadis bingung.
"Akhh" teriak gadis tersebut sambil memegang kepalany...
Bibir di kulum sangatlah nikmat Assalamualaikum wahai sobat.
Si mamat beli kaca Wahai sobat selamat membaca.
. . . .
Saat ini zea sudah berada di dalam kamar sambil merebahkan badannya menatap atas pilar kamarnya. Fikirannya berkecamuk, memikirkan tentang hal-hal yang sudah dia alamai selama dia berada dalam alur novel ini. Dia memikirkan sikap tunangannya yang tak seharusnya bersikap seperti tadi. Harusnya Erick bersikap cuek padanya dan juga sikap kembarannya yang selalu perhatian kepadanya. Seingatnya Erick dan gerald bersikap acuh kepadanya, tetapi kenapa pas dia pertama kali menempati tubuh ini mereka malah bersikap sebaliknya. Apa dia secara nggak langsung merubah plot dari alur novel ini? Tapi bukanya dia selalu menghindari adegan dalam novel?.
Tok tok tok
Lamunan zea buyar ketika terdengar suara pintu kamarnya di ketuk. Setelahnya dia berjalan untuk membukakan pintunya. Ketika terbuka terpampang lah wajah gerald zea yang melihat gerald mengangkat alisnya untuk bertanya.
"Tadi kemana? Abang nyari kamu ke kelas tapi nggak ada" tanya gerald.
"Bolos" sahut zea.
"Bolos kemana sama siapa? Tumben-tumbenan kamu bolos".
"Erick".
"Hm, lain kali bilang sama Abang kalau mau kemana-mana".
"Hm".
"Yaudah kamu bersih-bersih trus istirahat nanti makan malam Abang bangunin" ucap gerald sambil mengelus rambut ze.
"Hm" balas zea dan langsung menutup pintunya.
"Huft, kenapa aku harus berada dalam tubuh ini? Bahkan aku nggak pernah liat kedua orang tua dari pemilik tubuh ini, setidaknya kalau aku bertransmigrasi aku harus mendapatkan kasih sayang orang tua, tapi malah nasib pemilik tubuh ini sama dengannya, Tuhan apa rencana mu sebenarnya?" Batin zea.
***
Makan malam pun tiba sekarang zea dan juga gerald sedang menikmati makan malam mereka. Hanya keheningan yang terjadi sampai mereka selesai makan. Ketika zea ingin beranjak gerald memanggilnya.
"Zea" panggil gerald.
"Kenapa?" Tanya zea kembali duduk.
"Papa sama mamah minggu depan bakal pulang" jawab gerald.
"Oh" ucap zea, gerald bingung mendapat respon seperti itu dari zea. Biasanya dia akan senang mendengar orang tuanya balik, tapi ini hanya raut datar yang di terima.
"Ekhem" gerald menormalkan ekspresinya, "kamu ngga senang mereka pulang?".
"Kenapa aku harus merasa senang?"
"Ah, emm itu kan mereka bakal pulang, biasanya kamu senang mendengar kabar kalau mereka pulang" jawab gerald dengan gugup.
"Itu dulu, sekarang berbeda" setelahnya dia langsung pergi ke kamar.
"Hah kenapa dia berubah? Kenapa gue ngerasa dia semakin menjauh?" Guman gerald.
Drtttttt drttttt
"Halo" ucap gerald
"Gue di depan buka pintunya" perintah orang di sebrang sanah.
"Ck bentar" setelahnya dia pergi ke depan dan membuka pintu.
"Ngapain?" Tanya gerald ketika membuka pintu dan di sanah ada erick.
"Zea mana?" Bukanya menjawab erick malah bertanya balik.
"Kamar, kenapa?".
"Gue mau ketemu zea".
"Masuk, gue panggil dulu" setelahnya gerald langsung memanggil zea.
Tok tok tok
Pintu terbuka terpampang lah wajah datar zea yang melihat ke arahnya.
"Turun zea, di bawah ada erick" ucap gerald.
"Ck, males".
"Temuin sebentar, mungkin ada yang mau di omongin" bujuk gerald.
"Gue nggak mau, mending Lo pergi" usir zea. Tapi tiba-tiba erick muncul di belakang gerald dan langsung mendorong zea agar masuk dalam kamar dan menutup pintunya. Gerald yang melihatnya seketika shock.
"Woy erick jangan macem-macem sama adek gue, keluar Lo" teriak gerald ketika tersadar.
Duk duk duk
"Gue ada urusan sama Adek Lo, Lo tenang ajah gue tau batasan" balas erick.
"Oke, awas ajah Lo berani macem-macem" sahut gerald setelahnya tak ada lagi suara kedoran pintu.
Sementara Zea yang sadar langsung menatap tajam erick. "Maksud Lo apa brengsek? Keluar Lo dari kamar gue" ucap zea emosi. Erick yang mendengar adanya ucapan kasar yang memasuki telinganya langsung geram dan mendorong zea ke arah kasur dan mengurungnya dengan posisi dia di atasnya. Zea seketika terdiam shok dengan apa yang terjadi.
"Gue udah bilang jangan ngomong kasar baby" bisik erick di depan wajah zea.
"Suka-suka gu.." cup ucapan zea terpotong ketika erick tiba-tiba menciumnya bukan hanya sekedar kecupan tapi ciuman yang menuntut. Zea hanya terdiam terpaku dia tidak bisa bergerak karena tangannya di genggam dan di taro di atas kepalanya. Erick yang kesal dengan respon zea yang hanya diam langsung menggigit bibir bawah zea membuat ciuman mereka semakin dalam. Ciuman tersebut semakin menuntut, kemudian menjalar ke dagu zea lantas turun ke leher, erick memberikan tanda kepemilikan di leher zea. "Akhhh lepassshh" desahan zea keluar tanpa di sengaja. Erick yang mendengar suara desahan zea langsung tersadar dan bangun dari atas tubuh zea dia tidak ingin berbuat lebih.
"Jangan pernah berkata kasar atau hal yang lebih bakal terjadi," ucap erick ketika zea sudah duduk. "Gue tunggu di ruang tamu atau Lo lebih suka kita bicara di sinih?" Ucap erick tersenyum miring.
"Lo! Pergi duluan nanti gue susul" ucap zea kesal sambil menatap tajam erick. "Arghhh brengsek, liat ajah gue bakal balas erick" batin zea . Setelahnya erick keluar dari kamar zea.
***
Hai hai selamat malam minggu bagi yang punya pasangan. Untuk yang jomblo boleh lah ngehalu seperti gambar di bawah ini. 😁
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.