Bercerita tentang seorang gadis yang bertransmigrasi ke novel.
"Eeungh, Gue dimana?" guman sang gadis sambil melihat sekeliling.
"Eh ini di rumah sakit? Bukannya gue udah.." batin gadis bingung.
"Akhh" teriak gadis tersebut sambil memegang kepalany...
Halo!!! Apa kabar semuanya?? Maaf ya baru update lagi. Semoga kalian masih mau melanjutkan bacaannya dan semoga kalian masih inget sama alurnya. 😘 Happy Reading semuanya!!!!
Ketika sampai di perkarangan rumahnya gerald mengernyit heran karena ada dua mobil asing yang terparkir di rumahnya.
Setelah memarkirkan motornya dia langsung masuk ke dalam rumah. Tadi ketika dia mau pulang dari rumah sakit dia meminta orang suruhannya untuk mengantarkan dia kembali ke apartemen Vivi untuk mengambil motornya.
Gerald mulai membuka pintu dan masuk ke dalam mulai terdengar sayup-sayup obrolan di ruang tamu. Ketika dia sampai dia melihat ada beberapa orang yang sedang mengobrol dengan orang tuanya.
"Eh kamu sudah pulang, sinih sayang duduk dulu, mama mau ngenalin kamu sama mereka" ujar sang mama.
Gerald melirik mereka satu persatu kemudian duduk menuruti perintah mamahnya.
"Kenalin mereka berdua temen ayah, namanya Santi dan Mario mereka yang ingin menitipkan anaknya untuk sementara waktu di sinih" ujar mamah gerald. "Nah mereka berdua anak mereka" lanjutnya.
Sementara gerald hanya memandang mereka datar.
"Ayo kenalan sayang" ucap Santi wanita paru baya tersebut.
"Virendra zahir" ucap seorang pemuda datar.
"Eliana Larasati" ucap seorang gadis yang berada di sebelah pemuda tersebut sambil tersenyum manis ke arah gerald.
"Gerald"
Tap tap tap
Suara langkah kaki zea yang baru sajah menuruni tangga mengalihkan perhatian mereka semua.
"Sini zea duduk" ajak sang mamah zea.
Lantas zea langsung menghampiri mereka dan duduk di samping gerald.
"Oiya Santi ini anak perumpuan kU, ayo zea kenalin diri kamu"
Zea hanya diam dan melirik mereka satu persatu tanpa mengeluarkan suaranya.
Deg
"Dia...?" Batin zea ketika melihat seorang pemuda yang duduk di depannya.
"Zea" tegur sang papah melihat respon zea yang hanya melirik tamunya datar.
Zea langsung mengalihkan pandangannya dan memperkenalkan dirinya. "Ck, zea" sahut zea malas lalu menyenderkan tubuhnya ke sofa seraya melipat kedua tangannya di depan dada dengan pandangan datarnya.
"Maaf ya San zea memang orangnya pendiam" ucap sang mamah.
"Ah iya Rendra juga sama ko,dia juga anaknya pendiam" sahut Santi. "Oiya zea ini anak tante namanya Rendra sama Elina, semoga kalian bisa berteman baik ya"
"Pastilah mereka bakalan berteman baik, iya kan zea gerald?" Ucap Vina melirik ke gerald dan zea meminta persetujuan kedua anaknya tersebut.
"Hm" sahut gerald.
"Udah kan? Kalau sudah zea pamit" Ucap zea tanpa menunggu balasan dan langsung pergi ke kamar.
"Gerald juga ke kamar" Ucap gerald dan ikut menyusul zea pergi ke kamarnya.
"Ck anak-anak itu" ujar venus sambil menggelengkan kepalanya merasa kesal dengan kedua sikap anaknya.
"Udah nggak apa-apa namanya juga masih remaja iyakan mah" ucap mario maklum.
"Iya pah, biasa remaja" sahut Santi menyetujui.
"Oiya kalian berdua nanti di antar sama bibi buat nunjukin kamar buat kalian" ucap Vina Lalu setelahnya dia memanggil bi asih untuk menyuruh mengantarkan Rendra dan Elina ke kamar mereka masing-masing.
Setelah Rendra dan Elina di antar ke kamar mereka para orang tua melanjutkan kembali obrolan mereka.
Di lain ruangan tepatnya di kamar zea, dia sedang duduk di meja belajarnya mengambil sebuah buku catatan yang dia tulis untuk mengingat alur dari dunia novel ini.
"Perasaan yang bakal tinggal di sini cuma satu orang deh dan itu cewe kenapa jadi ada dua? Terus kenapa bisa cowo itu yang tinggal di sini?" Monolog zea bingung dengan alurnya yang sudah melenceng jauh. Kalian masih ingat cowo yang zea temui di taman belakang sekolah? Nah jadi cowo itu ternyata yang bakal tinggal di rumah zea.
"Kayanya dia nggak muncul di novel deh, kok bisa tiba-tiba muncul? Ah nggak taulah ikutin ajah alurnya" setelahnya dia membaringkan tubuhnya di ranjang.
Hari semakin larut tiba waktunya jam untuk makan malam.
Tok tok tok
Zea bangun dan membuka pintunya.
Cklek
"Zea, ayo turun makan malam" ucap gerald ketika melihat zea yang sudah membuka pintu kamarnya.
"Hm" sahut zea setelahnya mereka berjalan bersama.
"Abang tadi dari mana?" Tanya zea sambil terus berjalan bersebelahan dengan gerald.
"Abang habis dari rumah sakit nganterin Vivi"
"Hah! Sakit apa" tanya zea mengernyit kan keningnya menghadap gerald.
"Hm, nanti Abang cerita in, kita makan dulu" jawab gerald mengelus kepala zea lalu menggandeng tangannya untuk kembali berjalan.
Sampai di meja makan ternyata semuanya sudah berkumpul termasuk teman papahnya dan kedua anaknya tersebut. Zea dan gerald langsung duduk di kursinya dan mereka memulai makan malamnya.
Selamat hari libur guys!!! Mohon maaf apabali masih ada typo dan kata-kata yang kurang nyambung. Nanti bakal ada sesi revisi. Terimakasih!!!! ❤️
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.