Happy Reading!
.
.
.
.
Bel istirahat telah berbunyi namun zea masih enggan untuk membuka matanya. Dia sangat ngantuk, Semalem dia tidur malam dan harus bangun pagi untuk sekolah.
"Zea ayo ke kantin" ajak keysa menggoyangkan lengan zea. Namun zea masih tak mau membuka matanya, dia masih menenggelamkan wajahnya di lipatan tangannya di atas meja.
"Huft nih anak tidur apa lagi cosplay mati si!" Gerutu keysa melihat zea yang masih tidak ada pergerakan.
Tak lama Erick dkk datang dan langsung masuk menghampiri zea.
"Bangunin rik, gue capek dari tadi dah bangunin dia tapi nggak bangun-bangun" keluh keysa.
"Kalian duluan ajah" perintah Erick ke yang lainnya.
Setelahnya mereka langsung ke kantin menyisakan Erick dan zea yang masih tertidur.
Erick duduk di samping zea memperhatikan zea sambil tangannya terulur mengelus kepala zea dengan lembut. Dia tidak tega untuk membangunkan zea karena gara-gara dia zea jadi tidur malam.
Erick yang tak tega membiarkan zea tidur dalam posisi itu dia langsung menggendong zea ala bridal style untuk membawanya pulang.
Sepanjang perjalanan banyak yang memperhatikan mereka. Sebagian banyak yang iri dengan keuwuan tersebut ada juga yang mendukung mereka. Jangan lupakan satu siswi yang menatap mereka penuh kebencian dengan tangan terkepal erat.
"Gue bakal rebut Erick dari Lo zea" gumam siswi tersebut kemudian pergi dari situ karena dia tidak kuat melihat keuwuan tersebut.
***
Erick meminta bantuan ke pada satpam untuk membuka pintu mobilnya kemudian dia langsung mendudukkan zea. Setelahnya dia menghidupkan mobil meninggalkan sekolah. Oiya kenapa Erick bisa langsung pergi karena sekolah tersebut milik dia jadi tak ada yang mencegahnya.
Tak beberapa lama mereka sampai di kediaman rumah Erick. Erick langsung membawa zea masuk ke dalam rumahnya. Satpam yang melihatnya langsung membukakan pintu untuk Erick masuk.
"Eh ini kenapa menantu mami? Kamu apain Erick?" Tanya mamahnya ketika dia melihat Erick yang baru masuk sambil menggendong zea.
Erick yang mendengar pertanyaan mamahnya menghela nafas "zea tidur mah".
"Owalah, Yaudah kamu bawa ke kamar kamu sanah, awas kalau kamu macam-macam ya" ancam sang mamah.
"Hm" kemudian Erick langsung membawa zea ke kamarnya.
Di letakkanya zea di kasurnya dengan hati-hati. Lalu Erick menyingkirkan rambut zea yang menghalangi wajahnya.
"Cantik" ucap Erick memandangi wajah zea kini jarak wajah mereka sangat dekat sampai Erick bisa mencium aroma stroberi zea. Kemudian pandangannya terpaku pada bibir ranum zea yang selalu menjadi candunya.
Cup
Setelah mengecup singkat bibir zea, dia ikut merebahkan tubuhnya di samping tubuh zea sambil memeluk zea dari samping dengan wajahnya berada di leher zea menghirup aroma yang menenangkannya.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul dua siang. Zea sepertinya perlahan menunjukkan tanda-tanda bahwa dia ingin bangun. Dia perlahan membuka matanya dan hal pertama yang dia lihat seorang pemuda yang berwajah sangat tampan. Dia mengerjapkan matanya mengumpulkan kesadarannya.
"Udah bangun hm?" Suara serak Erick yang sungguh sangat Ekhem sexi membuat zea sedikit deg degan.
"Hm" sahut zea dan dia ingin langsung beranjak untuk menormalkan jantungnya namun ketika dia ingin bangun tubuhnya langsung di tarik oleh Erick sehingga dia jatuh di atas tubuh Erick dan Erick langsung memeluknya dengan erat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aubrey Or Zea
Teen FictionBercerita tentang seorang gadis yang bertransmigrasi ke novel. "Eeungh, Gue dimana?" guman sang gadis sambil melihat sekeliling. "Eh ini di rumah sakit? Bukannya gue udah.." batin gadis bingung. "Akhh" teriak gadis tersebut sambil memegang kepalany...
