BAB 3 Pasar malam

5.2K 413 33
                                        

"Bibir dikulum sambil ngaca
Assalamualaikum para pembaca"

Di sini saya ingin menyampaikan banyak-banyak terimakasih yang sudah baca apalagi yang vote.
Gomawo cinguya^_^

****

Di meja makan sudah ada Gerald dan Erick yang sedang menunggu zea untuk makan malam. Sebelum Gerald turun dia sudah membangunkan zea untuk makan malam.

Tap tap tap

Suara langkah kaki terdengar ketika seorang gadis keluar dari lift.

Para maid yang sedang mempersiapkan hidangan langsung menundukan kepala mereka ketika melihat zea datang.

"Duduk" perintah Erick sambil melirik bangku di sebelahnya ketika zea sudah sampai di meja makan.

"hm" karena tidak ingin adanya drama zea memilih langsung duduk di sebelah Erick dan makan malam di mulai.

Setelah zea selesai makan dia ingin langsung ke kamarnya namun baru mau beranjak dari tempat duduknya tanganya langsung di tahan oleh Erick sehingga zea langsung terduduk lagi. Sementara zea yang terduduk hanya merespon dengan tatapan datarnya, sebenarnya dia sudah sedikit kesal karena tangannya di sentuh oleh Erick.

"ikut gue" ucap Erick datar.

"ck Penting?" Tanya zea datar.

"gue nggak nerima penolakan" tekan Erick langsung menarik tangan zea untuk pergi entah kemana.

Sebenarnya Erick sudah sangat kesal dengan gadisnya ini, ah gadisnya? Ya mungkin sekarang dia sudah mulai menyukai zea. Sebelumnya dia sama sekali tidak tertarik dan terkesan cuek dengan pertunangan mereka, namun semenjak kecelakan zea menjadi lebih dingin dan sering mengabaikannya ketika dia sudah menurunkan harga dirinya untuk menjenguk gadis tersebut tapi zea hanya cuek seolah Erick tak terlihat sama sekali, dan itu yang membuat Erick sedikit tertarik terhadap gadis tersebut. Padahal dia sudah tau kalau zea amnesia. Sementara gerald hanya melihat drama mereka sajah, dia tak mau terlalu ikut campur dalam urusan mereka, tetapi jika erick berani macam-macam dengan adiknya maka dia akan turun tangan langsung untuk menghajar erick.

Zea yang di Tarik tangannya oleh Erickpun mulai kesal dan menghempas tangan Erick ketika mereka sudah sampai di depan pintu luar rumah. Namun sebelum zea berbalik tanganya sudah di pegang lagi.

"Lepas" ucap zea dengan menekankan setiap katanya, tapi Erick malah langsung megendong zea ala karung beras dan langsung di masukan ke dalam mobilnya.

"Shit! What are you doing?" ucap zea ketika sudah duduk di dalam mobil, Erick yang saat ini sedang memasangkan zea sabuk pengaman mendengar umpatan zea langsung menggeram marah di tatapnya zea dengan tajam dan tanpa aba-aba langsung mengecup sudut bibir zea.

"Jangan mengumpat sayang" bisik Erick.

Zea yang di perlakukan seperti itu bukannya baper tapi malah kesal setengah mati dan tanpa aba-aba dia langsung menampar pipi Erick.

"Fuck you, jangan pernah sentuh gue sembarang bangsat!" geram zea murka. Jika zea sedang kesal maka dia akan berbicara Lo-gue dengan lawan bicaranya.

"Sekali lagi lo berbicara kasar gue nggak jamin lo bakal bisa jalan, You know I mean" ucap Erick sambil tersenyum menyeringai.

"Sebelum itu terjadi lo udah gue lindes pake mobil" balas zea tajam.

Erick yang tidak mau menyia-nyiakan waktu langsung masuk ke mobil dan menjalankan mobil tersebut.

Sepanjang perjalanan lagi-lagi hanya ada keheningan yang menerpa. Akhirnya mereka sampai tujuan, Erick turun lebih dulu lalu membukakan pintu untuk zea. Zea keluar dengan raut wajah datar saat melihat sekitar, dia mengerutkan dahinya setelah pandangannya melihat kearah depan.

"Pasar malam huh, buat apa nih tokoh novel ngajak gue ke sinih?!" batin zea.

"Pasar malam huh, buat apa nih tokoh novel ngajak gue ke sinih?!" batin zea

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRhEZLDjFsdbW9iyVKyPrtTMI4dI_UKHVULQA&usqp=CAU

"Ayo" Ajak Erick lalu menarik tangan zea. Zea yang di perlakukan seperti itu lagi hanya menghelas nafas kasar namun dia malas untuk menanggapinya, akhirnya dia hanya menurutinya saja.

Lama mereka di sanah hanya sekedar keliling-liling sajah tanpa melakukan apapun, zea yang notabennya bukan cewe biasa tentu sajah dia tidak akan sebahagia wanita di luaran sanah hanya karena di ajak ke pasar malam yang menurutnya hanya buang-buang waktu sajah. hey dia ini aubrey, di kehidupan sebelumnya dia hanya melakukan hal-hal penting sajah yang akan menguntungkan untuk dirinya dan tentunya menghasil pundi-pundi kekayaan, bukan untuk sekedar jalan-jalan tidak jelas seperti ini.

Erick yang melihat respon zea hanya datar mengerutkan keningnya. "Kenapa dia tampak biasa sajah? bukanya wanita paling senang di ajak ke pasar malam?" batin erick bingung.

Setelah keheningnan yang cukup lama zea yang sudah mulai bosan dan muak akhirnya membuka percakapan.

"Untuk apa kita berada di sinih?" ucap zea dengan memberhentikan langkahnya dan menghadap ke arah erick.

Erick yang di tanyapun menghentikan langkahnya. "Tentu sajah untuk bersenang-senang" jawab erick menatap zea.

"Bersenang-senang huh?" tanya zea meremehkan.

"Apa kau lapar? ayo kita makan" ucap Erick mencoba mengalihkan pembicaraan.

"Kita baru sajah satu jam lalu makan di rumahku, kalau kau lupa"

"ck terserah" lalu erick lagi-lagi menarik tangan zea untuk di bawa ke cafe yang berada di dekat pasar malam tersebut.

"Lepas aku bisa jalan sendiri" zea menghempaskan tangan erick dan jalan mendahuluinya untuk ke cafe tersebut. "Huh dia fikir aku bocah yang harus di tuntun ke manapun"  batin zea.

Terimakasih!!!!
Jalan-jalan bareng papa
Sampai jumpa
Hahahhaha

Aubrey Or ZeaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang