"Lihat dasi sekolah gua ga?"
Olivia yang sedang mengikat tali sepatu, mendongak menatap Ansel yang berdiri menjulang tinggi dihadapannya. "Di atas meja belajar, di atas tumpukan buku tulis kamu."
Ansel lari masuk kedalam kamar mengambil dasinya. Perasaan tadi Ansel sudah mencarinya di meja belajar tapi ga ada tetapi di saat dicari lagi ternyata memang ada.
"Ayo!" Ansel keluar dari kamar dengan tas yang tersampir disebelah pundaknya.
Olivia menatap Ansel tak berkedip. Sumpah Ansel terlihat lebih tampan dan keren menggunakan seragam sekolah, apalagi dengan rambutnya yang terlihat masih basah dan sedikit berantakan serta tak lupa aroma parfumnya yang sangat wangi dan segar.
"Gue tahu gue ganteng, biasa aja ngelihatnya jangan terpesona gitu," ucap Ansel dengan nada jahil.
"Dih kegeeran," kata Olivia seraya mengunci pintu rumah.
Ponsel Ansel berdering di saku celananya sesaat dia baru saja duduk di motornya. Dahinya mengernyit bingung karena Vanya yang menelpon.
Dia menjawab telpon. "Ada apa, Van?"
"Ansel, berangkat bareng yuk? jemput gue ya? gue tunggu di rumah," ucap Vanya dari sebrang sana.
"Oke, gue otw sekarang ke rumah lo, tunggu ya!" Ansel begitu senang karena bisa berangkat bareng Vanya.
Olivia bersidekap dada menatap Ansel dengan kesal. "Kamu mau berangkat sama aku, kan?"
Dia menoleh menatap Olivia. "Lo berangkat sekolah naik taksi aja ya? Gue mau berangkat bareng Vanya."
"Yauda kita bareng aja."
"Gak bisalah! Lo mau gue bonceng dua gitu? Lagian jarak sekolah kita cukup jauh."
Olivia cemberut. "Bilang aja kalau mau berduaan sama Vanya, jangan pake alasan jarak sekolah kita jauh!"
Ansel tak merespon apapun, acuh tak acuh melajukan motornya menuju rumah Vanya, meninggalkan Olivia yang masih di depan teras rumahnya menunggu ojek.
"Dasar cowok ga peka!"
**
Olivia menelungkupkan kepalanya diatas meja. Ia tidak ikut upacara karena dua alasan, yang pertama karna terlambat datang dan yang kedua karna merasa pusing.
"Kenapa gak upacara?" Olivia mengangkat wajahnya— menatap Damar yang sudah duduk di sampingnya.
"Aku lagi sakit, kamu kenapa kesini? Ga ikut upacara juga?"
"Mau nemenin kamu."
"Aku ga bakal bakal di culik kok!"
"Di culik engga kerasukan iya."
Olivia menopang dagunya, tatapannya fokus ke depan padahal di sampingnya ada pemandangan yang jauh lebih menarik.
"Emang lebih menarik papan tulis daripada gue?" celetuk Damar.
"Damar, aku mau nanya." Olivia menoleh. "Kalah cowok gamau nganter si cewek sekolah itu kenapa?"
"Kemungkinan karena beberapa faktor, bisa jadi dia buru-buru atau mau berangkat sekolah sama temennya," jawab Damar, "Emang kenapa nanya kaya gitu?"
"Tadi, aku rencananya mau berangkat bareng sama Ansel tapi waktu kita mau berangkat tiba-tiba temen dia nelpon minta di jemput, terus Ansel suruh aku naik ojek padahal aku udah nungguin dia dari pagi."
KAMU SEDANG MEMBACA
ANSELOVIA
Romance❗ PERUBAHAN ALUR CERITA ❗ BAGIAN Tigerangers || Spin of story RAJA BUMI | °°° Ansel Alexia dan Olivia Alexia Mahatma, dua remaja dari dua SMA berbeda, dipertemukan oleh perjodohan keluarga yang tidak mereka inginkan. Ansel, bocah nakal dengan sikap...
