Semburat jingga di langit Jakarta menandakan bumi tiba di penghujung hari. Kenzo mengendarai motornya dengan wajah berseri. Besok hari ulang tahun Cinta dan sekarang ia sedang menuju toko kue untuk mengambil kue ulang tahun yang sudah ia pesan.
Entah roh mana yang merasukinya, Kenzo tiba tiba ingin mengunjungi rumah. Rumah yang biasanya sangat ia hindari. Karena kebetulan searah dengan toko kue yang ia tuju, Kenzo memutuskan untuk mampir sebentar.
Disana Kenzo melihat bundanya sedang menyapu halaman. Anak itu tak bisa berbohong pada dirinya sendiri, Ia merindukan wanita itu.
"Bunda." Panggil Kenzo. Wanita cantik yang sedari tadi fokus menyapu lantas menoleh dan terkejut melihat anak laki lakinya yang sudah berbulan bulan tak pulang.
"Astaga Kenzo, Akhirnya pulang juga kamu nak. Waktu itu Kenzi jemput kamu tapi kamu ngga mau pulang." Bunda Kenzo menghampiri anaknya dan mengajak anak itu masuk.
"Bunda, Kenzi mana?" Tanya Kenzo. Dirinya tak melihat siapa siapa didalam rumah.
"Kenzi lagi basket, Kamu kok ngga bawa baju sama buku bukumu?"
"Bundaaa Kenzo bukan mau pulang, Cuma kangen aja sama Bunda. Sama ayah dan Kenzi juga."
"Ayah lagi ada perjalanan kerja ke Semarang dari dua hari lalu. Ada yang mau Kenzo omongin sama ayah?"
Kenzo menggeleng lalu duduk di sofa ruang tamu. Matanya menangkap pemandangan yang amat ia rindukan, Foto masa kecilnya dengan Kenzi. Remaja itu tersenyum, Dari balik kacamatanya, Sepasang matanya berkaca kaca.
"Kenzo pengen peluk bunda." Ucap Kenzo tiba tiba. Bundanya jelas terkejut. Tak seperti Kenzo yang ia kenal, Kali ini Kenzo terlihat sedikit manja.
Dipeluknya anak laki laki itu, Ada perasaan haru saat Kenzo menyenderkan kepala di bahu bundanya. Seolah tak ingin lepas, Kenzo semakin mengeratkan pelukan.
"Bunda, Nanti kalo ayah pulang, Sampein permintaan maaf Kenzo buat ayah ya. Maaf karena Kenzo ngga bisa jadi anak yang baik buat ayah."
"Kenapa ngga bilang sendiri?" Bunda Kenzo tiba tiba merasa gelisah.
"Malu hehehehe."
Kenzo melepas pelukan dan pamit untuk pergi. Berbeda dari hari hari biasa, Kaki Kenzo seolah berat untuk melangkah keluar.
"Kenzo beneran mau balik ke kost lagi? Atau nginep dulu deh semalem disini."
"Bener Bun, Kapan kapan Kenzo mampir lagi."
●●●
Mata Kenzo berbinar manakala melihat kue pesanannya. Ia begitu puas melihat kue besar dengan tulisan 'Selamat Ulang Tahun Cinta' diatasnya. Kue itu dihiasi banyak buah stroberi, Buah kesukaan Cinta.
Baru beberapa langkah ia berjalan menuju parkiran, Ponselnya berdering. Ternyata ada panggilan masuk dari Cinta.
"Halo Cinta? Kenapa?" Tanya Kenzo, Senyumnya masih terukir jelas di bibir laki laki itu.
"Lo dimana? Jam segini belum pulang."
"Uhm anu, Ada urusan. Ini mau pulang."
"Ohh yaudah, Hati hati ya."
Cinta memutuskan sambungan telepon, Sementara Kenzo masih tersenyum dan berjalan menuju parkiran. Karena terburu buru, Kenzo lupa memasang pengaman di helm.
Selama perjalanan, Kenzo terus bersenandung. Untuk pertama kalinya ia melakukan hal seperti ini demi seorang perempuan. Cinta, Perempuan selain bundanya yang ia belikkan kue ulang tahun.
Nahas, Di pertigaan ada sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menerobos lampu merah dan menabrak Kenzo dengan begitu keras. Kenzo beserta motornya terseret, Kue yang ia bawa terpental beberapa meter dari lokasi kejadian.
Helm yang Kenzo kenakkan pun terlepas, Hancur tak berbentuk terlindas ban mobil. Kejadiannya begitu cepat sehingga orang orang disekitar hanya bisa menjerit melihat badan Kenzo yang jatuh menghantam jalanan.
Rasa sakit yang luar biasa menyerang sekujur tubuh Kenzo. Dari belakang kepalanya keluar cairan merah kental mengalir di aspal. Orang orang disana lantas berkerumun namun tak ada yang berani menolong. Beberapa pria nampak mengamankan pengemudi mobil ugal ugalan itu.
Di sisa sisa kesadarannya Kenzo hanya bisa meminta tolong pada seorang ibu yang berdiri tak jauh dari tempatnya berbaring.
"Ibu liat kue ulang tahun saya? Tolong diamankan ya, Saya mohon." Ucap Kenzo dengan napas tersenggal menahan rasa sakit. Kepalanya terasa amat pening. Untungnya ibu itu mau mengambil kue yang terlempar agak jauh.
Kue itu keluar dari box, Setengah bagiannya hancur, Sebisa mungkin ibu ibu itu memungut kue ulang tahun bernasib tragis tersebut.
Setengah sadar, Masa kecil Kenzo terputar secara otomatis. Masa dimana keluarganya masih lengkap. Masa saat ayahnya masih dengan sukarela menggendongnya tanpa rasa benci.
Semakin lama kesadaran Kenzo semakin memudar. Matanya semakin terasa berat sampai akhirnya Kenzo menutup mata. Beberapa saat kemudian polisi datang mengamankan tempat kejadian dan mengurai kemacetan. Sirine mobil ambulans pun meraung raung, Membawa Kenzo yang sudah tak sadar menuju rumah sakit.
Kenzo:( , Jangan lupa vote ya guys, Hehehehe
KAMU SEDANG MEMBACA
DIBAWAH ATAP KOST (END)
Fiksi PenggemarBercerita tentang sekelompok pemuda yang memutuskan untuk menempati rumah kost milik Babeh Guntur. Kost Babeh Guntur bukan hanya tempat menginap, Disini masing masing penghuninya mendapat pelajaran yang tak akan pernah terlupakan.
