Haiii!!
"Baru awal, ikutin aja dulu"
~Nior gemess
*****
Entah sudah berapa kali Junior membentak-hentakkan kaki sangking kesalnya. Gara-gara balapan sialan itu, jadi dia sekarang harus rela menyetujui permintaan Aland untuk tinggal di Mansion milik keluarga kakak kelasnya itu.
Begitu sudah sampai didepan gerbang Mansion, Junior yang langsung berlari masuk kedalam meninggal Aland yang hanya menggelengkan kepala melihat tingkahnya.
Aland menghentikan langkahnya saat melihat Junior yang juga tiba-tiba berhenti berjalan.
"Kenapa berhenti ?" Tanya Aland saat tiba disamping Junior.
Junior sedikit terkejut akan hal itu, bukan. Dia bukan terkejut akan pertanyaan tiba-tiba yang dilontarkan Aland. Yang membuatnya terkejut adalah, perubahan gaya bahasa Aland yang seperti tahu bulat.
Gaya bahasanya sekarang menjadi lebih formal dan sopan. Junior jadi sedikit risih dibuatnya.
"Kenapa berhenti, hm?" Tanya Aland sekali lagi.
"Gue gak tau pintu masuknya dimana"
Sumpah demi apapun! Junior malu mengatakan hal itu, dirinya terlihat seperti orang dusun yang baru menginjak kaki di kota. Tapi dia benar-benar tidak tau dimana pintu utama nya, didepannya saat ini berdiri tiga pintu besar yang entah ada apa didalamnya. Maklum Junior baru pertama kali ketempat ini.
Aland terkekeh mendengar penuturan polos rivalnya yang satu ini. Sedetik kemudian ia menggiring Junior masuk, melalu pintu besar yang letaknya di tengah-tengah ketiga pintu tadi.
Kaki Junior melangkah pelan memasuki Mansion megah nan mewah itu. Matanya berpencar mengagumi setiap inci Bangunan besar dengan segala perlengkapan yang tentunya sangat mahal.
"Malam, tuan muda"
Sapa para Maid dan bodyguard membungkuk sopan dihadapan keduanya. Junior terkejut bukan main, kemudian tersenyum miring. Junior rasa ia adalah raja sekarang. Dimana semua orang tunduk saat melihat dirinya.
"Siapa ini ?" Tanya Harun menuruni tangga, dan matanya tak sengaja melihat sosok remaja mungil tengah berdiri disamping putra bungsunya.
"Musuh ku"
Junior diam saja menyimak percakapan kedua orang aneh itu. Lagian memang benar adanya, ia memang musuh bebuyutannya Aland, dari awal masuk sekolah hingga sekarang.
"Lalu kenapa kau membawanya kemari, boy? Ingin membunuhnya, hm? Ucap Harun kelewat santai. Apa ia tidak menyadari perkataan nya tersebut mampu membuat sekujur tubuh Junior panas dingin seketika.
"A-apa maksudnya???" Kaget Junior membelalakkan mata.
Aland lagi-lagi terkekeh pelan yang terdengar sangat amat menyebalkan ditelinga Junior.
"Jangan khawatir, mari kita duduk terlebih dahulu"
Ketiganya kini tengah duduk diruang keluarga milik Wirasendjaja. Harun duduk dikursi singel miliknya sedangkan Junior dan Aland sofa yang sama.
"Siapa namamu?" Tanya Harun menyilang kaki.
"Nior!"
"Jawab yang benar!"
Junior tersentak kaget mendengar gertakan dari bibir Harun.
Junior bingung. mengapa orang-orang dirumah ini suka sekali membuat nya spot jantung. bahkan Jantungnya terpompa lebih cepat sekarang. Tapi hal itu tak membuat nyalinya gentar! Junior tetep stay cool menjaga image nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
JUNIOR
Teen FictionJunior Nakkta anak yang begitu aktif, periang dan jauh dari kata kasih sayang kedua orangtua. diumur nya yang masih muda, hidupnya begitu penuh dengan warna, pasti ada-ada saja tingkah lakunya. yang membuat sang Bunda mengurut dada melihat tingkahn...
