Mingyu menatap langit-langit kamarnya, ia tengah memikirkan perbincangannya dengan Wonwoo dua hari lalu. Ia sudah pulang dari rumah sakit, meskipun belum bisa masuk kuliah kembali. Ia menghela napasnya panjang, membalik tubuhnya menjadi tengkurap.
Jemarinya memainkan sprei yang ada di bawahnya. Ia tahu Wonwoo memberikan kesempatan padanya, bahkan sudah mempersilakan Mingyu untuk mendekatinya dan bersikap serius. Tapi hal itu malah membuat Mingyu menjadi takut, kali ini ia ingin serius tapi ia tidak tahu apakah Wonwoo akan menganggapnya serius.
"Bahkan mas Arka bilang kalo nggak janji bisa jaga perasaan gue apa enggak." Ia menghela napasnya lagi, berdecak kesal lalu bangkit terduduk. Ia menunduk dan menatap pergelangan kaki kanannya, kakinya sudah tak terlalu sakit karena dipijit setiap harinya.
Ia perlahan turun dari tempat tidur tersebut, bersamaan dengan pintu kamarnya yang terbuka, ia mendongak dan melihat ibunya masuk. "Kenapa ma?" Tanya Mingyu. Kedua matanya membulat saat melihat Wonwoo yang masuk setelah ibunya. "Mas Arka kok di sini?" Tanya Mingyu sembari mengerjap.
"Mau nengok malah di tanyain gitu." Ibunya yang sudah mendekat menepuk kepala Mingyu. Ia kemudian berbalik dan menatap Wonwoo. "Tante keluar ya, nanti jangan pulang dulu, makan siang di sini aja." Tuturnya.
Wonwoo mengangguk paham. "Makasih tante.." Menatap ibunya Mingyu hingga perempuan tersebut keluar dari kamar Mingyu dan menutup pintunya. Wonwoo menoleh ke arah Mingyu. "Gimana? Masih sakit?" Tanyanya.
Mingyu menggeleng. "Enggak kok mas, cuma nyeri dikit aja." Ia memperhatikan Wonwoo yang mendudukkan dirinya di sampingnya. "Mas Arka nggak kuliah?" Tanya Mingyu.
Wonwoo menoleh. "Kan hari minggu.."
"Oh iya.." Mingyu tertawa canggung sembari menepuk jidatnya sendiri. "Lupa mas.." Tambahnya dan mendapat gelengan kepala dari Wonwoo.
"Saya ke sini mau bilang kalo tugas kita bakal ada penelitiannya." Ia mengeluarkan dokumen proposal dari dalam tasnya. Mingyu menatapnya dengan bingung. "Paling nggak butuh waktu dua minggu buat ngerjain ini, sebelum UTS." Tambah Wonwoo.
"Terus, mau kapan mas?" Mingyu mengerjapkan kedua matanya.
"Kalo kamu udah sembuh aja sih." Wonwoo sedikit tersenyum simpul. "Kita tinggal nyari narasumber yang mau ngisi kuesioner kita, habis itu, di analisis terus jadi."
Mingyu mengangguk paham. "Mungkin, mulai besok aku bisa masuk kuliah mas." Mingyu tersenyum, ia menelan ludahnya kasar. Ada perasaan bahagia tentu saja, Wonwoo rela datang ke rumahnya untuk membahas tugas, padahal hal itu bisa dibicarakan melalui telepon atau pesan.
"Okay, kalo gitu, nanti sepulang dari sini, aku banyakin kuesionernya." Balas Wonwoo dan Mingyu mengangguk untuk menanggapi. Ia menatap Mingyu yang masih tersenyum. "Kenapa?" Tanya Wonwoo.
Mingyu menggeleng. "Nggak papa, cuma.. Mas Arka kok bisa nyempetin ke sini padahal bisa chat atau telfon aja."
"Sama nengok kamu, saya masih merasa bersalah Varo.."
Mingyu menghela napasnya. "Ya elah mas, nggak usah gitu.. Aku udah nggak papa kok, besok juga udah mulai kuliah lagi."
"Iya, tapi tetep aja.." Wonwoo menunduk, memasukkan proposal itu kembali ke tasnya.
"Mas Arka.."
"Hm?" Wonwoo menoleh, ia mengerjap saat merasakan hembusan napas Mingyu. Wajah keduanya begitu dekat. Ia menelan ludahnya kasar, mengalihkan pandangannya dari Mingyu.
Mingyu tersenyum simpul. "Katanya mas Arka mau ngasih kesempatan aku buat deketin mas Arka.." Ucap Mingyu sembari sedikit menjauh, Wonwoo menatapnya. "Lampu ijo buat aku kan mas?" Lirih Mingyu.
KAMU SEDANG MEMBACA
mas arka wonwoo
FanfictionMINWON • COMPLETED "Mas Arka yang terlalu polos apa gue yang terlalu mesum sih?" • Dylan Wonwoo Arkana • Mingyu Alvaro Mahendra start : november 2021 finish : december 2021 BL 1821 • Kim Mingyu || Jeon Wonwoo ©Violet1056
