Hubungan antara Mingyu dan Wonwoo sudah di mulai, sejak di hari minggu saat Wonwoo datang ke rumah Mingyu untuk memberitahukan mengenai tugas, tapi ia kembali ke rumahnya dengan status yang berbeda. Ia memiliki pasangan, dan orangnya adalah orang yang kini sedang berjalan di sampingnya.
Membagikan kuesioner kepada mahasiswa yang mereka temui, sudah banyak fakultas yang mereka kunjungi. Wonwoo hanya memperhatikan pria disampingnya itu yang sedang sibuk memberitahukan pada mahasiswa lain untuk mengisi kuesioner tugas mereka. Ia sedikit tersenyum simpul, bahkan sedari tadi ia tidak bekerja, Mingyu melakukan semuanya.
Selesai, keduanya kini terduduk di salah satu kursi-meja kantin di fakultas hukum. Wonwoo memperhatikan Mingyu yang sedang memakan indomie gorengnya. Ia mengambil sebotol air putih dan meletakkannya di depan piring Mingyu.
Mingyu mendongak dan tersenyum. "Makasih mas.." Ucapnya lalu melanjutkan makannya. Wonwoo juga sama, ia kembali melanjutkan makannya yang sempat tertunda karena memperhatikan Mingyu. Ah, ia benar-benar tidak mengira bahwa ia akan menjalin hubungan dengan Mingyu.
Wonwoo tidak pernah memikirkan hal tersebut, di kelas itu, bukan pertama kalinya ia melihat Mingyu, yang duduk di sampingnya mengajak berkenalan. Sejak Mingyu memasuki fakultas teknik, Wonwoo sudah tahu tentang Mingyu, mengingat cukup banyak orang yang membicarakan pria tampan yang ada di depannya.
Ia memang tidak berniat berkenalan dengan Mingyu meskipun keduanya satu jurusan. Itu sebabnya ia begitu bingung kenapa bisa Mingyu menghampirinya, mengajak ia untuk mengerjakan tugas kelompok. Bahkan belum dua bulan lamanya, ia sudah memutuskan untuk menjalin hubungan.
Wonwoo sendiri tidak memikirkan orientasi seksual, ia pernah menjalani hubungan dengan lawan jenis atau sesama jenis. Mantan kekasihnya, perempuan, adalah hubungan yang paling serius yang ia jalani, tapi ia dikhianati. Sedangkan satu-satunya pria yang pernah menjalin hubungan dengan Wonwoo, itu kelewat serius, yang membuat Wonwoo tidak nyaman karena ia seperti tidak memiliki privasi.
Berbeda dengan Mingyu, ia nyaman berada di sampingnya, Mingyu tak menanyakan banyak hal mengenai masa lalunya, Mingyu masih memberinya ruang untuk dirinya sendiri, bahkan keduanya tidak tahu tanggal ulang tahun satu sama lain karena tidak ada yang bertanya.
Wonwoo menyukai hubungan yang seperti ini, jadi, ia memilih Mingyu, yang mungkin, akan menjadi orang terakhir dalam hidupnya.
Mingyu menghabiskan makannya dan mendongak, meneguk air putih tadi lalu menatap Wonwoo. "Habis ini mas Wonwoo ada kelas?" Tanya Mingyu, lihat, bahkan ia tidak tahu jadwal kelas pacarnya sendiri.
Wonwoo menggeleng. "Kamu gimana?" Tanyanya balik.
"Masih ada satu kelas, sebentar lagi."
"Kalo gitu, aku pulang duluan." Balas Wonwoo dan Mingyu mengangguk untuk menanggapi. "Hari sabtu atau minggu, kita ngerjain analisis kuesionernya." Tambahnya.
"Mau di rumah aku atau mas Wonwoo?"
"Ehm.. Aku nggak papa."
"Okay.." Mingyu tersenyum begitu lebar, menampilkan gigi taringnya. Ia lalu bangkit berdiri. "Aku mau balik ke fakultas teknik, Mas Wonwoo nanti pulangnya naik taksi aja, habis ini langsung pulang."
Wonwoo menatapnya. "Iya Mingyu.." Balasnya dengan wajah datar. "Hati-hati di jalan, matanya jangan jelalatan liatin cewek, ntar itu kaki kesandung, tambah sakit."
"Buat apa liatin cewek lain, mas Wonwoo aja lebih cantik."
"Mingyu!" Wonwoo menatap tajam Mingyu yang terkekeh. Ia kemudian mengulurkan tangannya dan mengusap rambut Wonwoo, lalu berbalik dan meninggalkan Wonwoo di kantin tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
mas arka wonwoo
FanfictionMINWON • COMPLETED "Mas Arka yang terlalu polos apa gue yang terlalu mesum sih?" • Dylan Wonwoo Arkana • Mingyu Alvaro Mahendra start : november 2021 finish : december 2021 BL 1821 • Kim Mingyu || Jeon Wonwoo ©Violet1056
