Taehyung masih berusaha untuk mencari data dari akun Queen itu. Beberapa minggu ini tidak ada gangguan darinya, taehyung memutuskan untuk tidak terlalu fokus mencari queen tapi hal itu tetaplah sebuah misi.
Pertemanan yang terjalin dengan ashila juga berjalan semestinya. Hubungan dengan jennie tetap ia pertahankan, meski tidak ada loyalitas dan cemburu diantara mereka. Semua kembali normal, kepulangan namjoon sang ayah juga membuahkan hasil real estate berupa villa di sebuah pulau wisata.
Sore ini,taehyung menunggu jam kerja berakhir di dalam mobil porsche sambil memandangi beberapa karyawan yang keluar dari perusahaan itu. Menunggu sekitar 20 menit hingga perusahaan itu terlihat kosong.
Memarkirkan mobil saat keadaan sepi, ia langsung ke ruangan si CEO.
Mendapati bayangan seorang wanita yang bergelar CEO sekaligus temannya kini sedang berdiri memunggungi dan fokus terhadap berkas di genggaman tangan itu.
Alih memberi salam, taehyung masuk tanpa membuat suara sedikitpun. Melangkah perlahan hingga berada di belakangnya. Pelan-pelan ia lingkar kan tangannya di perut ramping si gadis, mengusap dan mengistirahatkan kepalanya di bahu mungil ashila. Samar-samar bau vanila raspberry menyapa indra penciuman pria itu, tercium manis seperti es krim. Taehyung semakin menyamankan posisinya sambil menutup mata.
Sedangkan gadis itu tidak melakukan pergerakan sekali pun,
"Tae, pacarmu ada di ruangan depan."
Membuyarkan kenyamanan yang ia sukai,
"Ah, kau merusak suasana saja. Ashila" Taehyung melepas rangkulan nya.
Dihadiahi gelak tawa yang tak terlalu keras oleh ashila yang tengah berbalik menghadap taehyung. Semenjak mereka berteman, pria itu semakin dekat dengannya. Setiap jam kantor habis maka ia langsung ke kantor ashila hanya sekedar ngobrol ataupun hangout.
"Utu utu utututu... Bayi besarku sedang merajuk, sini sama mommy" Selalu meledek dengan tangan terbuka berniat menyambut pria itu.
Taehyung dibuat malu,namun ia datang ke pelukan ashila dan mengistirahatkan kepalanya di bahu gadis itu. Beberapa menit saja, taehyung membawa bibirnya untuk mendekat ke rahang gadis itu
"I'll be your daddy, mommy" Sembari mengecup leher dan membawa tubuh ashila ke sofa dengan kasar.
Berjalan perlahan, dan mengungkungnya"are you ready, mommy?"bariton sexy yang ia keluarkan membuat siapa saja yang mendengar akan suka rela tunduk dalam dominasinya.
Hal biasa, sudah beberapa kali taehyung menggoda nya. Memang dia terlihat menggoda dengan dasi melorot menampilkan tulang selangka yang terlihat jelas, leher dihiasi rahang tegas dan wajah yang terlihat begitu tampan dengan mata yang menyiratkan sesuatu seperti I gonna eat you. Perfect, godaan kaum wanita.
"Kau lupa kalau aku female alpha, your temptation didn't work for me. Jangan menjajakan bibir bekas orang kepadaku,daddy" Senyuman sinis tanpa ada niatan bergerak, permainan sensitif ini kadang terjadi mendadak. Keduanya ingin mendominasi satu sama lain dan hanya sebatas godaan semata, tidak ada hal yang benar-benar mereka lakukan. Seduce and no more.
Mendekatkan wajahnya ke sang gadis
"Well, aku lebih suka jika bibir ini yang membekas di dirimu. Cobalah sekali,maka ini akan menjadi milikmu selamanya. Tidak akan ada bekas orang lain,Hanya ada bekasmu"
Ashila menangkup kedua rahang taehyung, mendekatkan diri hingga hidung keduanya saling bersentuhan.
"Taehyung-ah," Sembari melihat taehyung yang semakin membara dengan kilatan gairah di matanya.
"Aku ingin..." Kedua tangan ia bawa ke dada bidang pria itu dengan sensual.
"Makan ayam" Mendorong taehyung untuk menjauh darinya dan langsung berdiri membiarkan pria itu jatuh terduduk di lantai.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pearl In The Darkness
RomanceNOT FOR CHILDREN. CERITA INI MENGANDUNG BEBERAPA HAL YANG TIDAK PATUT DITIRU. Menangis tanpa suara, Semua cahaya terkurung di lautan Kakiku melemah, Aku tak bisa mendengar apapun, Kill'in me now, kill'in me now Do you hear me out? Nulis kalau...
