Chenle membanting tasnya kesal ke sofa. Bibirnya mengerucut. Tangannya bersidekap.
Papa Chenle-Jungwoo yang mendengar suara hentakan kaki dari arah dapur, mencari asal suara.
"Kamu kenapa, hmm?"
Chenle melirik sekilas, kembali memberengut.
"Papa, aku ketemu orang yang nyebelin bangettttt.." rengek Chenle dengan badan yang ia goyang-goyangkan serta kata banget yang dia ucao dengan lantang.
Jungwoo yang jiwanya terlalu soft, tersenyum simpul. "Mau Papa dan Daddy kunjungi lalu ancam orangnya?"
Chenle menoleh dan menggeleng. Namun, binar matanya menyiratkan sesuatu. "No, Papa. Aku mau pindah. Boleh yaa?" matanya mengerjap lucu. Tangannya menyatu di depan dada. Bibirnya tersenyum manis.
Ohh astaga.. Jungwoo tidak kuat melihatnya.
"Big no. Kalo kamu pindah, gimana sama temen-temen kamu? Gimana Jeongin nanti? Gimana dengan ekstra basket yang kamu ikutin? Bukannya kamu bilang ke Papa dan Daddy kalo pertandingan yang kamu tunggu sejak dulu udah deket?" cerca Jungwoo langsung.
Mengurus surat pindah sangat mudah sebenarnya. Tinggal menjentikkan jari, dalam seminggu sudah pasti selesai diurus Daddy Lele a.k.a suaminya.
Chenle cemberut. Ucapan Papanya benar juga. Bagaimana dengan team nya kalau dia pindah?
Bahunya melemas.
Jungwoo tersenyum tipis. Raut wajah putranya sudah menggambarkan apa jawaban Chenle.
"Renjun-ge sama Daddy mana pa?" alih Chenle.
"Gege di kamar. Kalau Daddy masih makan bareng clientnya."
Anggukan Chenle berikan. Dia mengambil tasnya, mengecup pipi Jungwo dan pamit untuk naik ke atas.
Tangannya menekan angka 3 pada tombol lift yang ada.
Biasanya Chenle menaiki tangga, itung-itung meningkatkan fisiknya. Namun kali ini dia sedang lelah. Lelah batinnya karena menahan kesal sedari tadi.
Atmosfir di dalam kendaraan roda 4 itu begitu dingin bagi Sungchan.
Shotaro yang duduk disebelahnya pun merasakan hal serupa.
Ya, bukan Chenle yang duduk disebelah kursi pengemudi. Itu karena Sungchan yang pinta. Ingin lebih dekat dengan yang lebih tua.
Tapi, sudah 10 menit terlewati, hanya keheningan yang mendera. Sungchan yang katanya hendak lebih dekat dengan Shotaro pun fokus pada jalanannya.
"Tar- eh kak Taro, temen lo a.k.a sepupu gue ada masalah sama temen gue itu ya?" karena tidak tahan dengan keheningan, Sungchan membuka suara.
Shotaro menoleh. Matanya mengerjap lucu. "Panggil Taro aja gapapa," kekehnya. "Tapi aku gak tau ada apa sama mereka. Terakhir kali mereka satu toilet, kayaknya habis bertengkar deh." Lanjut Shotaro disertai senyum tipis.
Sungchan gelagapan. Dia tidak sekuat itu melihat senyuman Shotaro.
Sungchan mengangguk. Dengan atmosfir yang perlahan menghangat, dia mengajak Taro mengobrol.
"Lo udah lama temenan sama si Jisung?"
Sebuah anggukan menjawab pertanyannya.
"Oh iya, lo tinggal dimana? Masih jauh dari sini?"
"Ah dis-"
"STOP NATAP GUE, DASAR MESUM!"
Sungchan terkesiap. Begitu pula pemuda manis disebelahnya. Tangannya mengarahkan stir mobil menepi ke pinggir.
KAMU SEDANG MEMBACA
Become a Subbmisive || CHENJI
FanficTekan follow sebelum membaca yukk🙆♂️🙆♂️ --- Warning! Ini lapak bxb ⚠️ Homophobic? Jauh-jauh hush Harsh word ⚠️ 18+ Part masih acakk :D --- Chenle sangat yakin jika dirinya adalah seseorang yang straight. Mantan kekasihnya saja cantik-cantik, sep...
