Hope you like it, guys 🥰🥰
Vote dulu yuk 😍😍
---
Disinilah Jisung berada sekarang. Di depan mansion megah milik keluarga Wong.
Pintu gerbang setinggi 2 meter itu terbuka, menampilkan seorang pria tua dengan senyum diwajahnya.
"Adek mau cari tuan muda Chenle, ya?"
Jisung mengangguk singkat. "Iya, Pak," balas Jisung. "Chenlenya ada? Saya telpon nggak diangkat."
"Tuan muda baru aja keluar sekeluarga, dek," kata pria tua itu.
Jisung mengernyit. Benarkah? Kenapa Chenle tidak ada memberitahunya?
Mengenyahkan berbagai spekulasi negatif dalam benaknya, Jisung tersenyum tipis dan pamit pergi.
---
Chenle membanting tubuhnya di kasur kamar hotel yang berada di Hongkong-tempat tinggal daddy Lucas. Dia lelah seharian pergi bersama keluarganya.
Sejak pagi, Chenle sudah di usik dan diajak kesana kemari.
Mulai dari diajak kulineran setibanya mereka di China. Lalu mengunjungi pamannya yang merupakan seorang psikiater hingga sore tiba.
Dilanjutkan pergi menaiki kereta gantung di Lantau island dan terakhir menginap di hotel dekat Avenue of stars. Tentunya setelah berkeliling disana.
Sebenarnya Chenle dan keluarganya sudah pernah mengnjungi tempat itu beberapa kali. Namun, yang namanya Lucas dan Renjun yang dimana begitu keras kepala, mereka memaksa Chenle untuk ikut dengan alibi liburan dan merefreshkan otak lantaran sebentar lagi akan kelas 12.
Chenle mendengus mengingatnya. Tapi tak urung hatinya senanf tatkala teringat serentetan kegiatan mereka.
Sudah lama keluarganya tidak liburan lantaran kesibukan Daddy dan Papa, kesibukan gege, serta kesibukannya sendiri sebagai atlet.
Kepalanya melirik benda pipih berbentuk persegi panjang yang dalam keadaan mati dan berjarak beberapa meter darinya.
Hatinya terasa kurang. Dia sendiri bingung apa yang belum dia lakukan hingga perasaannya terasa ganjil.
Tit.
Pintu terbuka menampilkan pria bertubuh pendek. "Tadi Pak Kang nelpon, katanya Jisung ke rumah kita. Lo udah ada nelpon dia?"
"OH, IYA. JISUNG!" jerit Chenle tiba-tiba.
Tangannya meraih ponselnya cepat dan menghidupkannya.
Renjun yang melihat menggeleng tak habis fikir.
"Bisa-bisa nya lo lupain pacar lo sendiri. Dia marah, mampus lo."
Chenle melirik gegenya sinis. "Pergi lo. Jangan berisik."
Tak
"Aduh.. anjeng!" entah apa yang dilempar pria pendek itu, Chenle tidak peduli, namun kepalanya yang terkena terasa sakit.
Matanya begitu fokus pada layar ponselnya yang baru hidup.
Ting
Ting
Ting
Sejumlah notifikasi dari prianya muncul.
Si manis menggigit bibir bawahnya takut.
Bagaimana mungkin dia bisa melupakan pacarnya selama itu?
Oh shit.
Perasaan bersalah menyusup masuk ke hatinya.
Menghembuskan nafas pelan guna menghilangkan kegugupannya yang muncul, Chenle menekan ikon telpon.
Tak perlu 10 detik menunggu, detik selanjutnya setelah tersambung, suara prianya terdengar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Become a Subbmisive || CHENJI
FanfictionTekan follow sebelum membaca yukk🙆♂️🙆♂️ --- Warning! Ini lapak bxb ⚠️ Homophobic? Jauh-jauh hush Harsh word ⚠️ 18+ Part masih acakk :D --- Chenle sangat yakin jika dirinya adalah seseorang yang straight. Mantan kekasihnya saja cantik-cantik, sep...
