20. Memulai

548 45 1
                                    

Semoga kalian hari ini dalam keadaan sehat wal-afiat Aamiin.
Makasih udah mau mampir untuk baca cerita ini love you sekebon😍.

HappyReading:3

*****

Disebuah gedung tua yang jauh dari perkotaan terdapat 2 orang didalam sana yang saling melemparkan tatapan tajam walaupun dengan pencahayaan yang minim.

"Seharusnya kalung itu nggak hilang!" Ucap seorang laki-laki pada orang yang berada di hadapannya.

Mereka ada di salah satu ruangan di gedung tua itu. Seseorang yang dia tanya hanya memberikan tatapan tajam.

"Ck,, gue juga nggak mau kalung itu hilang!!"

"Ini udah lama dari kejadian itu. Pokoknya kalung itu harus ketemu, gue nggak mau rencana kita bakal hancur hanya karena kalung itu."

"Iya gue bakal cari ke sana." Ucapnya malas.

"Good." Laki-laki itu berdiri meninggalkan seseorang yang duduk di atas sofa.

Prang!!

Dia membanting gelas yang ada di sampingnya.

"Arghhh." Teriaknya frustasi.

*****

Alta dan berserta yang lainnya sudah ada di rumahnya. Tal terkecuali Pak Rian.

"Kenapa Alta?" Tanya Pak Rian.

Alta mengeluarkan kalung yang dia temukan di TKP Ria.

"Kalung?" Beo Delian. Alta mengangguk.

"Iya gue nemuin ini pas di TKP Ria. Maaf Pak saya baru bisa memberikan kalung tersebut."

"Tidak pa-pa nak. Ini bisa jadi barang bukti." Ucap Pak Rian.

"Tapi, saya masih belum yakin ini punya Ria atau bukan."

"Itu bukan punya dia." Semua mata beralih pada Arjuna.

"Ria nggak pernah pake kalung seperti itu." Ucap Arjuna.

"Tapi, pak disana ada sebuah foto." Pak Rian membuka bandul hati yang tergantung pada kalung tersebut.

"Tapi, fotonya tidak jelas." Pak Rian mengangguk.

"Gimana kalau kita ambil Sempel sidik jari yang melekat pada kalung itu?" Yasmeen mencoba memberikan saran.

"Yeh si goblok. Terus kalau sidik jadinya didapat lo mau apain? Walaupun kita udah dapat kita masih belum tau siapa pemiliknya!" Sarkas Delian. Yasmeen meliriknya sinis.

"Ya gue kan cuma mau ngasih saran apa salahnya, iya kan Sei?" Seina hanya menganggukkan kepala. Membuat Yasmeen cemberut.

"Sudah biar ini kita amankan dulu." Ucap Pak Rian seraya memasukkan kalung tersebut ke plastik.

"Beberapa hari ini kalian nemuin sesuatu yang mencurigakan?" Tanya Pak Rian.

"Beberapa hari ini kami belum menemukan sesuatu yang mencurigakan." Pak Rian mengangguk.

"Kalian harus cepat menangani ini karena lebih cepat kasus ini selesai akan lebih baik. Saya pamit pulang karena masih ada pekerjaan di kantor saya. Ini adalah berkas-berkas tentang pembunuhan selama 5 tahun ini, silahkan kalian pelajari." Alta dan yang lain mengangguk. Dan Pak Rian pun kembali ke kantornya.

*****

"Kita harus mulai dari mana?" Tanya Yasmeen.

"Gimana kalau kita temuin orang tua korban?" Usul Alta. Mereka semua mengangguk.

Alta New LifeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang