Kalo ada typo tandain ya :*
"Tenanglah, tenanglah"
Seperti sebuah mantra, Jungkook benar-benar dibuat tenang hanya dengan mendengar kalimat yang Suzy ucapkan. Setelah benar-benar tenang, Suzy memutuskan untuk tidur sekarang dan membiarkan cuciannya tergeletak di westafel, sepertinya kondisi Jungkook sedang tidak baik setelah menerima panggilan telefon tadi, entah siapa yang menelefon namun Jungkook terlihat was-was dan juga panik.
"Sudah malam oppa, tidurlah" dalam pelukan Suzy, Jungkook bersiap tidur.
Sepuluh menit berlalu pria itu masih belum tidur juga membuat Suzy heran, biasanya pria ini akan segera tidur setelah bersiap di posisi nyamannya sambil memeluk tubuh Suzy, tapi kali ini seakan tidak bisa.
"Kenapa belum tidur juga? Apa ada sesuatu yang mengganggu fikiranmu?" Menanyakan itu Suzy tak mendapat jawaban apapun, ia tidak ingin memaksa Jungkook untuk bercerita, mungkin pria ini lebih nyaman ketika tidak bercerita sehingga Suzy memutuskan untuk membiarkannya dan tidak ingin mencoba menggalinya lebih dalam lagi, ia tersenyum lalu berucap lembut.
"Oppa, jika ada sesuatu yang mengganggu fikiranmu kamu bisa membaginya padaku, terkadang kita membutuhkan teman untuk berbagi saat kita kesusahan karena dengan begitu beban berat yang tadinya kita tanggung sendiri akan terasa lebih ringan. Dan kalau oppa membutuhkan teman untuk berbagi ingatlah kalau oppa memiliki aku" ucapan Suzy barusaja membuat Jungkook tersentuh, ia mendongak menatap Suzy dengan tatapan haru, entah kenapa perasaan egois yang seharusnya tidak boleh ia miliki ini seketika tumbuh menjadi lebih besar dalam dirinya.
"Suzy, boleh aku bertanya sesuatu padamu?" Melihat tatapan Jungkook membuatnya tersenyum lalu mengangguk.
"Tentu"
"Do you love me?" Senyum yang tadinya menghiasi wajah Suzy seketika luntur ketika ia mendapatkan pertanyaan yang tidak pernah ia pikirkan sebelumnya.
"Terkadang ada beberapa kondisi dimana aku mengira jika kamu menyukaiku, tapi melihatmu keluar dengan Tuan Kim ku rasa aku sudah salah sangka" tersadar, Suzy menggelengkan kepalanya lalu menjawabnya dengan cepat.
"No, I really love you more oppa. Tapi, bukankah kamu tidak tertarik padaku?" Jantung Suzy seketika berpacu dengan begitu cepat, situasi seperti ini tidak pernah sekalipun terbayangkan olehnya.
"Aku tidak pernah mengatakan aku tidak tertarik padamu, aku tertarik padamu" tidak, ia tidak bisa menahan senyumnya kali ini, bahkan wajahnya sudah merah saking bahagianya, namun berbeda dengan wajah Jungkook. Pria itu masih saja setia dengan wajah datar dan tenangnya.
"Jadi kamu menyukaiku?" Jungkook beranjak dari tidurnya, duduk menyandarkan punggungnya sembari menatap Suzy yang duduk di sampingnya.
"Bilang saja aku menyukaimu, lalu bagaimana kita ke depannya?"
"Karena perasaan kita sama, kita bisa mulai memiliki hubungan romantis seperti berkencan kan?"
"Kalau kita berkencan, apa kita akan melakukan hubungan seksual juga?"
"Why not? Kita sudah sama-sama dewasa"
"Tapi aku tidak bisa melakukannya Suzy" senyum yang sedari tadi menghiasi wajah Suzy seketika luntur, ia tidak mengerti apa maksud dari ucapan Jungkook.
"Hah?"
"Berciuman, having sex, saling bersentuhan, saling memuaskan. Aku tidak bisa melakukan hal seperti itu dengan orang aku sukai Suzy, aku tidak bisa melakukan itu denganmu" dirinya yang sempat dibawa terbang menembus cakrawala itu seakan dijatuhkan ke dasar jurang, ucapan Jungkook menusuk hingga ke jantungnya membuatnya mulai merasa insecure pada dirinya sendiri, fikiran 'apa aku tidak menarik untuknya?' mulai berseliweran di dalam kepalanya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Sofure (Soine Furento) 🔚
FanfictionWARNING : MATURE CONTENT 21+!!! UPDATE SETIAP HARI MINGGU PUKUL 22.00 WIB Karena trauma di masa lalu Jungkook mengidap insomnia akut. konsultasi juga obat tidur sama sekali tidak membantunya hingga suatu hari ia menemukan iklan yang menawarkan jasa...