|25| Dunia mu

6 1 1
                                        

Marah mu tak apa ada, asal bicara mu tak menyakiti hati manusia. Kecewa mu tak apa bermuara, asal kelakuan mu tak menyayat batin tetua.

Bicara mu mesti terjaga, lebih baik diam asal tak menyakiti.

Mungkin pada kenyataannya akan terasa menyakiti diri sendiri, sayangnya semesta ku mendukung hal itu.

Tak apa menangislah, sungguh tak apa. Biarlah semesta dan dunia mu tak menyadari apa yang kau sesali. Cukup kamu dan Tuhan yang tau.

Mungkin sebenarnya dunia tak butuh tau sakit di balik tangis yang menderai.  Biarlah tembok tinggi membatasi kekecewaanmu itu. Menjagamu, hingga tawa sudah terasa hambar. Dunia mu mungkin juga demikian, sepi dan suram.

Tertawa, kamu butuh itu secukupnya. Hingga saat itu digantikan tangis yang hanya kamu dan Tuhan yang tau.

Bahagia, kamu butuh itu diakhir cerita. Seolah masalah yang ada semacam pembelajaran tanpa di sadari.

Semangat, biarlah datang dengan ambisi dari orang yang kau percaya. Saat kau jatuh, ku rasa ia seharusnya ada.

Takut, ia akan ada saat kau kehilangan semangat hidup mu. Kau hanya bisa dan akan mengadu layaknya anak kecil kepada pencipta semesta mu.

Berserah diri adalah akhir dari segala perjuangan yang telah kamu lakukan untuk harapan yang mestinya kamu gapai. Biarlah pencipta semesta mu yang mengatur segala hal dalam hidup mu.

Lagipula kau mungkin akan kecewa, atau bisa saja seperti halnya yang kau inginkan. Karena sesungguhnya Tuhan akan memberikan rancangan terbaik untuk dirimu.

Ia menyayangi mu lebih dari dunia dan semesta yang menyayangi mu. Ia menjaga lebih dari kamu dan semesta mu yang menjaga dirimu sendiri. Ia memaafkan mu lebih dari baiknya dunia padamu. Ia menghargai mu lebih dari dunia melakukan hal itu.

Pada akhirnya, Ia lebih dari apa yang kamu bayangkan. Saat saat sendiri pun Ia selalu menemani.

Selasa, 21 Desember 2021

Cerita Dengan Kata  |End| Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang