Memang, seberbeda itu semesta kami. Kami semacam dua insan tanpa kesamaan yang hanya bisa saling mengisi. Mengisi hal-hal yang belum tentu pantas untuk di isi, salah satunya hati.
Karena jika ia telah terisi, hubungan kami bukan sebatas teman lagi. Hubungan kami sudah bukan apa apa yang dulu kamu harapkan. Karena jika sudah terisi perasaan kepada salah satu pihak, kita hanya akan patah hati. Mungkin, aku juga tidak tau.
Ya, ku tau. Tujuan kita jelas berbeda. Arah kita sudah tak sama lagi. Mungkin akhir hidup kita juga sudah tak sama. Mungkin, kami nantinya juga akan menjadi asing. Mungkin nantinya kami juga akan saling pergi dengan kapal kami dan tujuan masing-masing.
Mungkin perpisahan hanya akan menjadi tangis untuk ku seorang, kehilangan orang-orang yang ku harap kita tetap dekat. Sejak kami berkenalan saja, aku sempat terkesan. Seminggu kemudian, aku sempat mendekatinya. Satu bulan sesudahnya, aku jatuh hati padanya. Dan pada akhirnya setelah bulan ke tiga aku mengenalnya hingga sekarang aku tetap tak berkeyakinan memilikinya.
Banyak hal yang menghalangiku, atau mungkin itu hanya akal-akalan ku agar menjaga hati supaya tak tersakiti lagi. Entah aku juga tak tau.
Tapi, setelah sekian banyak cerita. Aku berterimakasih. Untuk teman-teman yang membuat aku merasa memiliki cerita baik di masa ini. Cerita yang mungkin akan ku ceritakan kepada orang-orang suatu saat nanti. Cerita paling menarik perhatian ku dari sebagian hal yang paling menarik dalam hidupku.
Terimakasih untuk segala hal. Tentang apapun yang kau lakukan, terima kasih.
Senin, 13 September 2021
KAMU SEDANG MEMBACA
Cerita Dengan Kata |End|
PoesíaAku membuat karya ini sebagai bentuk rasa sayangku kepada diriku sendiri. Karena disini tempat aku menceritakan apa yang aku dapatkan dari kejamnya dunia. -Arani-
