Aku merasa telah kehilangan semuanya, ternyata beginilah hidup. Apa yang harus pergi tetap akan pergi. Tapi mengapa hati selalu bersedih.
Terlebih saat seorang diri, keheningan membawa semua kenangan. Apa arti kesedihan ini, apa arti rasa sepi ini.
Wajah itu selalu berada di mataku Namun aku harus bersiap mengisi hidup dengan kenangan baru.
🌸🌸🌸
Moon Café
Denting cangkir beradu dengan pisin memecah keheningan yang dingin di antara Chu Ran dan Chen Yuzhi. Pelayan meletakkan dua cangkir kopi di meja kedua orang tamu tersebut kemudian bergegas mundur. Mereka memutuskan bertemu untuk minum kopi setengah jam setelah Chen Yuzhi melakukan wawancara di Tienxin Express. Hasilnya masih belum pasti, dan Chen Yuzhi harus menunggu.
Matahari musim semi menembus sela-sela daun di ranting sakura, menyapu warna putih bunga dengan cahaya terang kekuningan. Ini sudah lewat tengah hari. Chen Yuzhi menatap langit biru cerah seumpama hamparan kain sutra halus tanpa cela dan noda. Betapa luar biasa pemandangan pada siang hari yang nyaman dan cerah dalam bulan April ini. Cuaca cemerlang diterangi oleh cahaya musim semi yang legendaris. Warna warni bumi yang hidup, hijau dedaunan membaur dengan warna merah dan campuran nuansa warna lembut lain yang berasal dari bunga-bunga. Angin semilir berhembus hinggap dari satu pohon ke pohon lainnya, menggugah ranting dan dedaunan hingga menggeliat malas.
"Semalam aku bermimpi tentang dia lagi," Chen Yuzhi berkata perlahan, tanpa mengalihkan pandangannya dari luar jendela.
"Mungkin karena salju telah berhenti turun, dan angin musim semi berhembus membawa kesejukan dan harapan."
Chu Ran mengaduk-aduk kopi dalam cangkir dengan sebuah sendok kecil, membiarkan Yuzhi bicara sendiri mengungkapkan apa yang ada dalam pikirannya.
"Musim ini sangat mempengaruhiku. Setiap musim terasa berbeda. Seandainya hanya ada satu musim. Sayangnya, ada banyak sekali yang berubah," Chen Yuzhi menjeda, tatapannya menerawang.
"Setiap musim selalu indah dan mendebarkan. Setiap kali musim datang bersama dengan kenangannya. Terkadang dia datang bersama angin, kadang membawa bunga, dan lebih banyak lagi kenangan saat turun hujan."
Pemuda itu menunduk, kini menatap minumannya.
"Setiap kali kututup mataku, aku bisa mengingatnya dengan jelas. Saat aku memilih tidur lelap karena sangat menderita, dia datang dalam mimpiku tanpa belas kasihan. Bayangan itu muncul setiap hari bahkan jika aku hanya bernafas."
"Jadi, kau tak bisa menjalani hidup dengan benar?" gumaman Chu Ran menanggapi ucapan sahabatnya.
"Tidak," Chen Yuzhi mendesah. "Sebenarnya, aku bisa hidup karena kenangannya. Aku membayangkan kami bertemu, ratusan kali setiap hari. Membayangkan bagaimana cara yang dipilih takdir untuk mempertemukan kami lagi. Mungkin sulit, mungkin sangat sederhana, atau bisa saja terjadi di luar bayanganku.."
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐑𝐨𝐬𝐞 𝐨𝐟 𝐒𝐚𝐦𝐚𝐫𝐤𝐚𝐧𝐝 (𝐊𝐢𝐥𝐥𝐞𝐫 𝐧' 𝐇𝐞𝐚𝐥𝐞𝐫)
FanficRomansa di bawah hujan tercipta tanpa diduga, perjumpaan singkat seorang pemuda manis dengan seorang eksekutif misterius di sebuah kafe, membawa kisah mereka bergulir sampai jauh. Kesan pertama selalu banyak kisah tak terungkap. Pria tampan berkhar...
