Pertama kali aku bertemu dengannya, saat kegelapan menjadi atmosfer dalam dirinya.
Dia berdiri disana, menunduk dengan tangan mencengkram rambutnya frustasi.
Lalu tanpa ia sadari beberapa orang pria datang menghampirinya dari arah belakang, mencengkam kedua lengan lelaki itu agar tak memberontak.
Mereka memukuli wajahnya dengan bengis. Ia melawan, kakinya menendang kuat kedua orang yang memunculkan lebam pada wajahnya.
Bibirku hampir saja berteriak saat keempat orang itu balik menyerang. Jelas lelaki itu kalah jumlah, mereka terus menendang dan memukuli tubuhnya.
Beruntungnya salah seorang dari mereka menyuruh berhenti. Orang itu terlihat memarahi kawannya yang dengan brutal memukuli badan lelaki yang kini sudah tak berdaya itu.
Akhirnya kawanan berandal itu pergi meninggalkannya yang meringkuk kesakitan ditanah. Ia terbatuk dengan darah yang keluar dari mulutnya.
Tak ada seorang pun yang membantu lelaki itu, gang sempit tempat biasa aku melewati jalan pintas memang selalu sepi.
Karena itulah perasaan simpatiku muncul padanya.
Aku keluar dari tempat persembunyianku, sedikit berlari agar bisa lebih cepat sampai padanya.
Disaat itulah pertama kali kami bersitatap, kemudian kalimat pertamaku keluar untuknya.
“Hei... Biarkan aku membantumu.”
KAMU SEDANG MEMBACA
Without Me ft. Jay
FanfictionKatakan padaku, bagaimana rasanya berada disana? Apa kini Lunarmu bukan hanya aku saja? Start : 1 Februari 2022 End : 4 Maret 2022 Enjoy the story!
