Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kau kenapa?"
Jungkook tersentak merasakan sebuah tangan mengacak-acak surainya, membuat lamunan nya buyar. Mengerucutkan bibirnya saat tahu lamunan nya diganggu oleh pria yang 5 tahun lebih tua dari nya, siapa lagi kalau bukan Jin Hyung nya yang baru saja pulang kerumah setelah hampir 1 minggu tidak muncul barang semenit pun.
"Hyung dari mana saja? Tidak pulang berhari-hari"
"Di apartemen tentu saja. Dimana lagi? Jika kau begitu merindukan Hyung mu ini, kenapa tidak menemui Hyung?"
"Aku sedang tidak ingin pergi kemanapun Hyung"
Jungkook membaringkan tubuh nya di ranjang. Menatap langit-langit kamar. Meratapi kisah cintanya yang nyaris kandas di awal bulan Desember. Tak ada seorang pun yang mengetahui betapa Ia merindukan Park Bo Young dibalik rasa sakit hati nya sudah yang bertahan hampir 1 minggu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ada apa?" Seokjin mengerutkan dahi. Menatap dengan ekspresi penasaran.
"Aku tidak apa-apa Hyung. Hanya merindukan seseorang"
"Kenapa tidak menemuinya?"
"Semuanya tidak semudah itu Hyung. Menemui nya memang terlihat mudah. Tapi bagaimana dengan perasaan ku? Hatiku masih sakit"
"Apa kau sedang patah hati?"
Seokjin membaringkan tubuh di sebelah adik nya. Memiringkan tubuh nya menghadap Jungkook dengan lengan yang mencakup kepala nya dengan bertumpu pada siku. Berusaha menjadi pendengar yang baik bagi adik semata wayang nya.
"Entahlah Hyung. Apa ini bisa disebut patah hati? Kami tidak benar-benar putus. Aku hanya menghindari nya beberapa hari ini"
"Karena apa?"
"Hyung, bagaimana perasaan mu saat kekasih mu menatap pria lain dengan tatapan cinta?"
"Cemburu tentu saja. Hyung adalah pria posesif yang tidak bisa melihat gadis ku melihat pria lain. Jangan kan melihat pria lain, dia berjalan di luar rumah saja Hyung rasanya ingin mengurungnya dirumah agar tidak bisa dilihat oleh pria mana pun"