Chapter 38

288 48 359
                                        

Akhirnya update juga.

Jangan lupa Vote dan Komen nya.

Happy Reading.

Happy Reading

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Musim dingin

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Musim dingin.

Pertengahan bulan Desember.

Tepat pada hari Jumat. Dan usia kandungan Go Eun telah memasuki bulan ketiga.

Disini. Disebuah klinik dokter kandungan. Bersama dengan sang kekasih yang selalu setia mendampingi setiap kali Go Eun memeriksakan kandungan nya.

Berbaring di ranjang pemeriksaan, dengan tangan yang selalu di genggam erat oleh calon suami nya. Dimana kali ini Kim Seokjin dengan sangat jelas bisa merasakan pergerakannya. Melihat bagaimana kehidupan kecil itu bertumbuh dari segumpal darah kini telah berkembang menjadi janin dan telah menyerupai manusia.

"Astaga Ya Tuhan. Apa dia anakku?" Ujar Seokjin dengan suara bergetar.

Seokjin begitu takjub saat melihat kedua tangan mungil itu bergerak walau belum terlihat jelas. Go Eun bisa merasakan bagaimana tangan kekasih nya gemetaran. Dengan ekspresi wajah yang begitu terkesima, dengan tatapan mata penuh damba. Hingga dua bulir air mata menetes membasahi kedua pipi nya.

"Kau menangis Tuan Kim?" Ujar Go Eun sambil tertawa, membuat Kim Seokjin buru-buru menghapus air mata nya karena menyadari kini Ia benar-benar telah menjadi pusat perhatian sang kekasih dan Dokter Kandungan yang tersenyum geli melihat nya meneteskan air mata.

"Aku kelilipan. Mataku gatal sekali" Ia berkelit, semakin membuat Go Eun dan Dokter itu kembali menertawakan nya.

"Tuan Kim seperti nya sangat bahagia. Anak anda sangat sehat. Selamat Tuan Kim" kali ini Dokter yang bicara.

"Uhh sayang ku, kau sungguh teramat manis sekali" ujar Go Eun dengan tatapan mata berbinar penuh cinta. Mendekat kearah Seokjin dan mencium bibir nya sekilas.

Go Eun bahagia sekali.

Tidak ada kata yang bisa mengungkapkan kebahagiaannya saat ini.

.
.
.
.

Midnight WinterTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang