FOLLOW DULU SEBELUM BACA!!
Oya guys mohon untuk meninggalkan jejak setelah kalian membaca cerita ini dengan cara memberi vote. Supaya aku merasa karyaku di hargai dan supaya aku lebih rajin lagi Up nya🧡🧡
MOHON MAAF JIKA TERJADI EJAAN ATAU TANDA BACA YANG KURANG TEPAT🙏🏻
SELAMAT MEMBACA🧡🧡
Mulmed Sheila on7 - Pemuja Rahasia🎶
Aku masih seorang pengecut
Yang hanya mengagumi
Dan berharap kau tidak pernah tahu.
Langit Megandriano.
🦋🦋🦋🦋
Dari atas sini semua sudut sekolah nampak dengan jelas. Di lantai dasar ramai anak anak sedang mondar mandir. Sebagian baru saja datang sebagian sudah ada yang berjalan menuju kelasnya. Di lantai dua jajaran kelas XI sama ramainya, seperti menjalankan rutinitas setiap pagi mereka masing masing.
Lantai di atasnya pun sama. Kegiatan murid murid di pagi hari dan beberapa guru yang sedang mengontrol keadaan sekolah pagi ini. Langit memang sangat mendung pagi ini. Dinginnya angin membuat seisi sekolah mampu merasakan hawa yang sama.
Langit menyapu pandangannya ke segala arah. Ketujuh cowok itu masih berada di rooftop. Langit berjejer dengan Hendra dan Ando yang sedang beradu meninggikan kepulan asap rokok mereka.
Dean sedang membaca buku biologi yang dari tadi ia bawa kemana mana. Sementara Ady, Iyan dan Bagas sedang sibuk mabar game.
Double kill
Double kill
"Nice nice, counter gue bego," teriak Iyan.
"Bego! Lo kok pake hero yang itu sih Yan?" Bagas mengumpat masih memiringkan ponselnya.
"Kenapa emang?" Tanya Iyan tak berdosa.
"Itu hero lemah bego! Kan kann kannn kalah. Lo sih bego....!" Ady heboh sendiri
"Kok jadi gue, Bagas tuh yang ngga bisa nyerang" Iyan kesal.
"Gimana mau nyerang, gue harus lindungi hero lo yang payah itu tolol," kata Bagas.
"Dasar nob!!! Nggak lagi lagi gue main sama lo berdua. Bisa bisa rank gue turun lagi" Ady memasukan ponselnya ke saku dengan kesal.
"Iyan tuh..."
"Lo juga bego tadi mainnya" balas Iyan pada Bagas.
"Berisik! Main toxic lu berdua. Eneg gue!" Cibir Ady.
"Udahlah daripada ribut sama kalian. Gue mau ngerecokin Langit aja. Liatin apa lo pada? Ikut kali," kata Bagas mengagetkan Ando Langit dan Hendra.
"Arah jam 9..." Sahut Hendra.
"Oh itu... Cinta lama belum bilang ya Lang?" Bagas melirik Langit. Sementara yang di lirik terus memperhatikan gadis yang jauh disana.
Kini ke enam cowok itu sedang melihat seorang siswi cantik berambut panjang hitam tergerai dengan memakai jepit rambut bunga matahari dan sweater warna mocca sedang duduk di depan kelas sambil membaca buku. Seperti sedang merapalkan berbagai rumus atau kalimat secara berulang-ulang
MEGA RATRIANJANI. Siswi berprestasi. Murid teladan dan kesayangan guru guru. Cewek biasa dan sederhana yang lahir dari keturunan keraton alias darah biru. Terkenal sangat baik dan penyabar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dia Langit ku
Novela JuvenilFOLLOW DULU SEBELUM BACA. Mengagumi perempuan selama dua tahun dan tak berani menyatakannya memang seperti pengecut. Begitulah yang Langit Megandriano rasakan. Leader dari geng terkuat dan terkenal se SMA Angkasa. Bersikap dingin dan tidak bisa di u...
