FOLLOW DULU SEBELUM BACA!!
Oya guys mohon untuk meninggalkan jejak setelah kalian membaca cerita ini dengan cara memberi vote. Supaya aku merasa karyaku di hargai dan supaya aku lebih rajin lagi Up nya🧡🧡
MOHON MAAF JIKA TERJADI EJAAN ATAU TANDA BACA YANG KURANG TEPAT🙏🏻
SELAMAT MEMBACA🧡🧡
Seorang prajurit tidak akan pernah
sebanding dengan seorang ksatria.
Ando Kusuma.
🦋🦋🦋🦋🦋
Rencana yang sudah tersusun rapi oleh Langit harusnya hanya menunggu waktu untuk terlaksana saja. Tapi rasanya tidak tenang jika masalah internal di Rebbelions belum terselesaikan semua. Maka dari itu sore ini Langit mengumpulkan semua anggota nya yang satu minggu ini membuat onar, biang masalah, atau bahkan menjadi bandar obat mendadak ketika posisi ketua sedang kosong.
Langit sedang mengecek chat nya dengan Mega ketika wakil Rebbelions memberi tahu jika semua anggota yang bermasalah sudah di kumpulkan di bawah jembatan belakang sekolah.
Sekitar dua puluh orang yang ada di depannya ini adalah anggota-anggota yang bermasalah. Langit menatap mereka dari ujung kanan hingga ujung kiri satu persatu. Barisan para bocah yang harus di timpa dengan berbagai benturan keras supaya mereka lebih paham cara roda berputar dalam hidup.
"Explain," ucap Langit.
Lantas Hendra maju untuk menjelaskan tentang keterlibatan apa saja yang menyebabkan mereka sampai di seret ke BK berkali-kali. Bahkan beberapa di antara mereka terancam DO karena ketahuan memakai barang terlarang.
Jika ada Dean yang menjadi bendahara di Rebbelions, maka di sisi lain ada juga Hendra sebagai sekertaris yang wajib tahu apa saja yang terjadi di kalangan pergaulan mereka. Jika Iyan bertugas mengumpulkan informasi, maka pada Hendra lah informasi itu akan di kembangkan.
"Gue udah minta daftar anggota kita yang terkana kasus pemakaian obat-obatan terlarang dari OSIS. Mereka mengamankan lima orang yang terlibat dan kelima orang itu semuanya adalah anggota kita,"
"Barisan mereka ada di paling ujung, ada Rudi, Lingga, Herdi, Deko, dan Reza. Masing-masing masih kelas X, dan semua nya ada di kelas X IPS."
"Waktu kejadian tanggal 24 Juni pada hari Senin. Ketika siswa lainnya mengikuti upacara di pagi hari, mereka berlima ketahuan sedang ngobat di gudang belakang sekolah. Dua di antara mereka sampai tak sadarkan diri kemudian di bawa ke rumah sakit untuk penanganan," Hendra menjelaskan dengan rinci informasi apapun yang ia dapat.
"Kedua orang yang di bawa ke rumah sakit itu adalah Deko dan Reza. Pihak sekolah berencana akan langsung mengeluarkan mereka setelah satu minggu ke depan,"
Langit menatap Ando yang ada di sampingnya. Tatapan itu seakan penuh pertanyaan 'kenapa bisa?'. Ando tentu merasa bersalah, ia bahkan tidak mengetahui soal ini kalau Langit tidak memberitahunya. Tatapan Langit kembali ke lima orang itu, meski mereka merunduk takut tapi Langit tidak akan memudahkan mereka lepas dari hukuman yang sesungguhnya.
"Mau gue sendiri yang turun tangan atau ada yang mau mewakilkan,?"
Tawaran yang akan menjadi penentuan hidup dan mati bagi kelima orang itu. Kesempatan yang masih bisa Langit berikan kepada orang lain untuk menyelesaikan masalah itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dia Langit ku
Teen FictionFOLLOW DULU SEBELUM BACA. Mengagumi perempuan selama dua tahun dan tak berani menyatakannya memang seperti pengecut. Begitulah yang Langit Megandriano rasakan. Leader dari geng terkuat dan terkenal se SMA Angkasa. Bersikap dingin dan tidak bisa di u...
