18. Perhatian

29 4 0
                                        

FOLLOW DULU SEBELUM BACA!!

Oya guys mohon untuk meninggalkan jejak setelah kalian membaca cerita ini dengan cara memberi vote. Supaya aku merasa karyaku di hargai dan supaya aku lebih rajin lagi Up nya.🧡🧡

MOHON MAAF JIKA TERJADI EJAAN ATAU TANDA BACA YANG KURANG TEPAT.🙏🏻

SELAMAT MEMBACA.🧡🧡

Memilih menepi untuk berpikir. Bukan untuk meninggalkan.
Iyan Sebastian.












🦋🦋🦋🦋🦋

Kericuhan terjadi di dalam kelas saat Bagas tiba tiba naik ke atas meja dan sengaja melompat kesana sini tanpa rasa berdosa. Saat ini memang free class karena habis ujian kenaikan kelas. Kebanyak guru juga sibuk menyusun rapot anak anak muridnya. Mereka di perbolehkan ribut asal jangan sampai keluar kelas

Dan begini lah keadaan kelas XI IPA 2 sekarang. Di meja paling pojok dan paling belakang ada Langit, Adhy, Hendra dan Dean sedang asik live streaming pertandingan sepakbola luar negeri kebanggaan mereka. Mereka berempat menggunakan handphone Dean untuk menonton karena handphone Dean lah yang paling nganggur dan kuotanya pasti banyak.

Di atas meja ada kulit kacang beserta beberapa minuman bersoda yang memang sengaja Adi beli di WarMan atas perintah Langit tadi pagi. Benar benar seperti nobar di rumah sendiri. Benda pipih itu di senderkan di tembok lalu keempat cowok itu duduk di bangku masing masing. Seru seruan menjagokan tim masing masing pun terus terdengar dari mereka.

Lalu ada Ando yang sibuk Videocall dengan cewek bule kenalan barunya. Ia berkenalan di clubb tadi malam. Untung saja dia tak terjebak cinta satu malam dengan cewek itu. Walaupun bandel bandel begitu, Ando tetap menjaga keperjakaan nya. Dia dan teman temannya sudah bertekad untuk tidak terjerumus dalam pergaulan bebas. Menjadi Laki laki nakal itu wajar. Tapi menjadi laki laki perusak itu lah yang salah.Sementara Iyan, ia sedang uring uringan menelpon seseorang yang sedari tadi nomornya tak aktif. Cowok itu bersandar di daun pintu kelas.

"Bagaasssssssss lo bisa diem nggak sih. Jangan lompat lompat di atas meja gitu. Gue mau makan bekal!" Teriak Tika dengan wajah juteknya.

"Makan tinggal makan kok nyalahin gue" sahut Bagas. Cowok itu melihat Tika mengeluarkan tempat makan berwarna hijau di atas mejanya.

"Yakan meja gue jadi kotor kalau Lo loncat loncat muluuuuuuu. Diem ngga!! Debunya kemana mana bagasssss, sepatu lo tuh kotor,"

"Cerewet banget sih lo tik. Jangan marah marah, nanti cantiknya hilang,"

"Gue denger Gassss." Adhy sedang menoleh pada Bagas yang terus terusan mengganggu Cantika.

"Yah ketauan deh gue, baru juga mau modusin," Bagas menyeringai nakal.

"Udah jangan di ganggu calon pacar gue. Dia mau makan, belum sarapan tadi pagi tuh" kata Ady sambil membuka kacang kulit di meja lalu memakannya. Perkataan Adi membuat Tika sedikit bersemu. Sedikit yaa.

"Ciee kok tau lo dia belum sarapan. Cie Cantika cieee. Di perhatiin Adhy cieee" goda Bagas heboh.

"Berisik lo Gas. Bule gue keganggu nih," kata Ando masih menghadap pada layar ponselnya.

"Wuiiihhh lo beneran sama bule sekarang Do, bagi resep biar dapet bule juga dong" kata Bagas mendekati Ando.

"Ntar gue kasih tau. Lo diem dulu makanya!"

"Tik, dia kemana?" Iyan tiba tiba bertanya pada Cantika.

"Dia..... Keluar kelas tadi. Ngga tau kemana. Nggak bilang ke gue,"

Dia Langit ku Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang