FOLLOW DULU SEBELUM BACA!!
Oya guys mohon untuk meninggalkan jejak setelah kalian membaca cerita ini dengan cara memberi vote. Supaya aku merasa karyaku di hargai dan supaya aku lebih rajin lagi Up nya🧡🧡
MOHON MAAF JIKA TERJADI EJAAN ATAU TANDA BACA YANG KURANG TEPAT🙏🏻
SELAMAT MEMBACA🧡🧡
"Lawan lah lawan yang setara kalau lo nggak mau di bilang pecundang."
LangitMegandriano
🦋🦋🦋🦋
"Gue tanya kenapa lo pagi pagi banget udah ada di sekolah? Lo kesambet atau gimana?"
Pertanyaan dari Hendra terus saja menuntut jawaban dari Langit. Sial. Kenapa juga manusia satu itu memergoki Langit berada di depan kelas Mega tadi pagi.
Rencana yang harusnya berjalan mulus harus ternodai dengan "bacotan" Hendra yang langsung menyebar gosip pada temannya yang lain.
"Gue cuma cek keadaan sekolah, kali aja ada perusuh atau Jaggos mungkin yang biasa bikin masalah sama kita kan mereka," Langit terbata-bata.
Jelas saja hal itu menambah kecurigaan bagi teman-teman nya.
"Perasaan lo nggak ada ngabarin gue apapun. Kenapa tiba-tiba lo ngecek keadaan sekolah?" Ando masih berpikir.
"Ya kan gue ketua yang sigap. Sebelum kalian turun tangan, gue harus turun tangan duluan dong," Langit membela diri, melihat raut wajah Dean yang penuh kecurigaan membuat Langit menciut.
"Jangan bohong! Lo nggak pernah begini sebelumnya,"
"Emang kenapa sih kalo gue berangkat pagi. Nggak dosa kan? Kalian kenapa kepo banget sama urusan gue,"
"Diem. Ngomong yang bener," Iyan memang selalu menjadi yang paling berani kalau urusan mendesak Langit.
"AJG ya lo semua. Curiga apa sih? Gue nggak ngapa-ngapain woy!"
"Menurut gue itu sangat mencurigakan sih Lang, atau jangan-jangan lo abis nyolong komputer/laptop di ruang guru buat lo jual lagi?"
"Lo kurang duit?" Bagas dengan ilmu tebakan nya.
"SIALAN lo. Gue jahit nanti mulut lo,"
"Terus lo ngapain jam setengah 7 udah disini. Kata mang Maman lo juga sempet ketiduran di warung gara-gara nungguin bel masuk?" tanya Adhy lagi.
"Ya gue cuma mau berangkat pagi aja, apa salahnya njir?"
"Lo demam ya Lang, sakit?" Ando menempelkan telapak tangannya di jidat Langit yang langsung di tepis oleh empunya.
"Enggak! Udahlah gue males bahas ini, gue mau tidur,"
Langit menelungkupkan wajahnya di atas meja. Tak lupa kedua tangannya ia jadikan alas tidur. Di tutupi buku LKS, wajahnya sama sekali tidak terlihat.
"Morning teman-teman tercintakuuuu,"
Ceria sekali Adel pagi ini. Curiga tadi malam menang undian nih.
"Morning babe,"
Bagas membalasnya penuh cinta, matanya bahkan berbinar saat Adel datang.
"Gue tabok ya Gas,"
"Wangi amat. Lo mandi parfum atau gimana?" Adhy mengendus wangi segar dari Adel.
"Iya dong, perawan gitu loh. Btw, gue abis cobain parfum baru nih, seger nggak wanginya?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Dia Langit ku
Genç KurguFOLLOW DULU SEBELUM BACA. Mengagumi perempuan selama dua tahun dan tak berani menyatakannya memang seperti pengecut. Begitulah yang Langit Megandriano rasakan. Leader dari geng terkuat dan terkenal se SMA Angkasa. Bersikap dingin dan tidak bisa di u...
