FOLLOW DULU SEBELUM BACA.
Mengagumi perempuan selama dua tahun dan tak berani menyatakannya memang seperti pengecut.
Begitulah yang Langit Megandriano rasakan. Leader dari geng terkuat dan terkenal se SMA Angkasa. Bersikap dingin dan tidak bisa di u...
Oya guys mohon untuk meninggalkan jejak setelah kalian membaca cerita ini dengan cara memberi vote. Supaya aku merasa karyaku di hargai dan supaya aku lebih rajin lagi Up nya🧡🧡
MOHON MAAF JIKA TERJADI EJAAN ATAU TANDA BACA YANG KURANG TEPAT🙏🏻
SELAMAT MEMBACA🧡🧡
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Siapapun yang mengusik satu di antara kita. Maka seluruh dari kita akan membalas yang sama.
Leader Rebbelions.
🦋🦋🦋
Bersiap memasang wajah datar dan kaku. Yaa itulah yang Langit lakukan setelah melihat melalu celah jendela ruang UKS, ia benar-benar menemukan Mega sedang ada di meja penjaga. Langit mengkondisikan wajahnya se santai mungkin saat memantapkan langkahnya untuk masuk ke dalam.
Ia melirik Mega sekilas, membuat Mega menoleh padanya. Sebenarnya Mega sedang sibuk mengerjakan tugasnya, tetapi karena ada yang masuk UKS di jam pelajaran sedang berlangsung jadi ia langsung memperhatikan.
Tanpa ragu Langit langsung berbaring pada bankar yang tersedia. Menarik tirai biru yang di gunakan sebagai penyekat antar bankar membuat ia sama sekali tidak terlihat dari luar. Mega diam, ia tetap duduk tenang di kursinya. Tidak ada pergerakan yang Langit dapatkan dari perempuan itu.
"Ini dia nggak mau nyamperin gue apa? Tanya kek, gue kenapa..."batin Langit.
"Gue hitung sampai lima, kalau dia nggak nyamperin gue. Gue beneran bakal...."
"Aah bodo amat lah anjng! Gue mau tidur aja!"
Langit membuka aplikasi Spotify di handphone nya. Mencari lagu yang cocok untuk penghantar tidurnya. Kemudian jarinya berhenti di satu lagi yang menjadi favoritnya setiap malam. Sudah karya milik Pamungkas berjudul "to the Bone" mengalun rendah di telinga Langit. Ia meletakan benda itu di meja samping ranjang.
Tidak mungkin Mega tidak mendengarnya. Suara lantunan itu bahkan menggema di ruangan yang sunyi ini. Seketika hawa rileks dan tenang memenuhi otak dan hatinya. Lantunan yang sangat merdu membuatnya ikut meresapi isi lagu.
Take me home, i'm fallin' Love me long, i'm rollin' Losing control, body and soul Mind too for sure, i'm already yours...
Sebaris lirik yang entah bagaimana bisa suara penyanyi berubah sangat berbeda. Sama merdu, namun yang ini lebih dekat, bisa di dengar secara langsung bukan berbentuk rekaman.
Suara itu milik Langit, sangat sopan di telinga. Sangat halus untuk di dengar, sangat mudah di nikmati, serta sangat menyentuh jika di khayati.
Dalam bibir yang tertutup, dalam hati Mega pun ikut bernyanyi. Sekilas ia menoleh kearah tirai yang memisahkan diri nya dan Langit. Tanpa Mega tahu, Langit juga menoleh kearah yang sama saat Mega menoleh pada dirinya.