FOLLOW DULU SEBELUM BACA!!
Oya guys mohon untuk meninggalkan jejak setelah kalian membaca cerita ini dengan cara memberi vote. Supaya aku merasa karyaku di hargai dan supaya aku lebih rajin lagi Up nya🧡🧡
MOHON MAAF JIKA TERJADI EJAAN ATAU TANDA BACA YANG KURANG TEPAT🙏🏻
SELAMAT MEMBACA🧡🧡

Gue benci lambang atom 31.
Bagas Pamungkas
🦋🦋🦋
Bel pulang sekolah baru saja berbunyi beberapa menit yang lalu. Membuat seluruh warga sekolah berhamburan meninggalkan kelas. Siang menjelang sore kali ini di sambut dengan dinginnya angin dan warna langit yang menggelap. Menandakan akan turun hujan sebentar lagi.
Seperti biasa gerombolan cowok cowok ini selalu singgah sebentar di WarMan. Entah itu untuk makan atau hanya nongkrong-nongkrong santai sambil menunggu sore datang.
"Lo ngapain sih mondar mandir mulu Dy. Gue pusing liatnya. Duduk napa sih," kata Iyan.
"Lagi latihan gerak jalan kali. Lo mau ikutan lomba pramuka kan?" tebak Bagas.
"Lomba pramuka pala lo!" sahut Adhy kesal
Pria ini sedari tadi sibuk menengok ke area depan WarMan dengan cemas.
"Tungguin bentar Cantika pasti kesini. Lagi ada urusan dulu kali," kata Langit. Ia baru duduk di depan WarMan menyusul yang lainnya.
"Oo lo nungguin Cantika. Yaelahh gitu banget cemasnya. Sans aja nanti juga kesini, paling lagi nyamperin Ririn atau nggak Adel. Biasalah trio macan kemana mana harus bertiga," sebut Ando.
"Trio macan? Mulut lo kalo ngomong Do Do." Bagas tertawa mendengar sebutan yang Ando ciptakan untuk Ririn,Cantika serta Adel.
"Nggak biasanya dia lama banget kesini nya. Tadi juga nggak ada ngomong apa-apa ke gue. Kalo ada perlu biasanya dia bilang ke gue dulu," kata Adhy dengan raut cemasnya.
"Mungkin dia lupa arah jalan kesini." kata Iyan.
"Sembarangan lo! Mana ada begitu,otak lo tuh yang lupaan mulu," balas Adhy dengan tidak santai.
"Lagian lo serius amat dari tadi. Santai ilah."
"Cuma teman kok saling khawatir," ucap Ando berniat menyindir.
Namun sindiran itu berhasil menyentil tiga orang sekaligus. Langit,Bagas serta Adhy, ketiga cowok itu kompak menatap Ando dengan jengah.
"Tuh lihat Ndra, gue niat nyindir ke satu orang yang merasa tersindir tiga orang. Jackpot nggak tuh?" tawa Ando di barengi Hendra yang merasa puas bisa melihat teman-teman nya melirik benci.
"Memangnya masih jaman ya terjebak friendzone,?" tambah Hendra.
"Jadi, mau di apain tuh plester pereda demam nya? Di masukin box kaca lalu di museumkan atau di bawa ke percetakan untuk di laminating sekaligus di pigura,"Ando menggoda Langit.
"Ck! Bacot lo tlol!" kata Langit ketus.
"Teman sih,tapi apapun, kapanpun, dan dimanapun lo butuh gue selalu ada," ucap Hendra menyindir Bagas.
Kalimat itu adalah kalimat yang seringkali Bagas ucapkan pada Adel. Tidak pernah bosan, terhitung sudah tiga tahun ini Bagas selalu mengatakan hal yang sama jika Adel sedang sedih atau saat membutuhkan.
"Diam lo bngst!" umpat Bagas. Apakah Ando dan Hendra memilih selesai?
Oh tentu tidak, bukannya akan diam mereka berdua justru semakin berani. Tertawa lebar saat tiga temannya bagaikan di skakmat tidak bisa berkutik.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dia Langit ku
Genç KurguFOLLOW DULU SEBELUM BACA. Mengagumi perempuan selama dua tahun dan tak berani menyatakannya memang seperti pengecut. Begitulah yang Langit Megandriano rasakan. Leader dari geng terkuat dan terkenal se SMA Angkasa. Bersikap dingin dan tidak bisa di u...
