12. Awal Baru

31 3 0
                                        

FOLLOW DULU SEBELUM BACA!!

Oya guys mohon untuk meninggalkan jejak setelah kalian membaca cerita ini dengan cara memberi vote. Supaya aku merasa karyaku di hargai dan supaya aku lebih rajin lagi Up nya🧡🧡

MOHON MAAF JIKA TERJADI EJAAN ATAU TANDA BACA YANG KURANG TEPAT🙏🏻

SELAMAT MEMBACA🧡🧡



Awal yang baru semoga kamu berkenan membuka sedikit celah untuk hati yang bersiap mencipta senang untuk kita.
Langit Megandriano.











🦋🦋🦋🦋🦋

Langit menatap layar handphonenya lekat. Terhitung sudah lebih dari setengah jam benda pipih itu setia dalam genggaman Langi. Disana ada sebuah room chat yang sama sekali tidak di baca oleh penerimanya. Alisnya terangkat karena heran dengan apa yang ia baca terakhir kali. Yaa, dia membaca beberapa baris pesan yang ia sendiri yang mengirimkannya kepada Mega. Namun sampai saat ini tak kunjung mendapatkan balasan, satu baris pun bahkan satu huruf pun tidak.

"Makan Lang. Ngelamun mulu dari tadi," ujar Hendra sambil membawa semangkok kupat tahu untuk ia santap.

Sepulang sekolah seperti biasa mereka menghabiskan waktu di WarMan. Nongkrong di depan warung sembari bersenda gurau ataupun mengisi perut.

"Lagi galau dia tuh. Chatnya udah berapa hari sama sekali nggak di respon sama Mega," ujar Ando nyelonong duduk di samping Hendra.

"Beneran Lang?" tanya Adhy.

Langit mengangguk "Dia... Maksud gue kakinya udah sembuh kan? "

"Siapa?"

"Diaa...

"Lo tau maksud gue lah," kata Langit yang sebenarnya malas meladeni Ando.

"Mega. Namanya Mega Lang. Segitu takutnya buat nyebut nama Mega," Ando memperjelas nama gadis yang di maksud oleh Langit.

"Gue nggak takut, cuman segan," kilah nya.

"Terserah lo dah, Mega udah sembuh udah bisa lari lari juga. Kemarin gue lihat dia lari-larian di lapangan basket,"

Langit menoleh pada Ando seakan meminta cerita lebih lanjut.

"Ya gue cuma lihat dia larian sama cowok,"

"Siapa?" tanya Langit.

"Mana gue tahu. Kenapa, cemburu lo?" pancing Ando.

Merasa tidak bisa menyembunyikan ekspresi wajahnya langit hanya mengumpat "Bangke lo!"

"Teman sih, tapi saling cemburu dong!" ucap Hendra yang terang-terangan mengatakan itu di depan wajah Langit.

Kali ini suara Hendra lebih kencang "Temen sih,tapi kalau si cewek kemana pun Langit harus ikut,"

"Yakin nih gitu doang respon lo?" ucap Ando membuat Langit bangkit dari bangku.

"Gue mau pergi,"

"Pergi yang jauh. Jangan balik kalo belum berhasil," kata Dean masih sibuk dengan buku LKS nya. Diam-diam cowok ini memperhatikan setiap apapun yang teman-temannya lakukan. Definisi diam, amati, lalu eksekusi.

"Sialan. Kalo nggak berhasil gue mundur jadi ketua," ucap Langit sangat lancar tanpa pertimbangan.

"Yaahh jangan gitulah. Gue nggak mau naik tahta gantiin lo. Gue adalah orang yang paling kenceng berdoa supaya lo berhasil Lang," Ando berseru.

Dia Langit ku Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang