22. Berjudul Langit.

20 2 0
                                        

FOLLOW DULU SEBELUM BACA!!

Oya guys mohon untuk meninggalkan jejak setelah kalian membaca cerita ini dengan cara memberi vote. Supaya aku merasa karyaku di hargai dan supaya aku lebih rajin lagi Up nya🧡🧡

MOHON MAAF JIKA TERJADI EJAAN ATAU TANDA BACA YANG KURANG TEPAT🙏🏻

SELAMAT MEMBACA🧡🧡

Cerita keluarga kita perlahan berganti judul, sekarang judulnya tentang Langit, bukan lagi tentang Bumi.
Hema.



















🦋🦋🦋🦋🦋

Gerbang sekolah SMA Angkasa berwarna hijau yang menjulang tinggi dengan dua pilar besar di kanan kirinya ini satu menit lagi akan segera di tutup. Pak satpam yang berjaga di depan melihat jam tangan nya yang hampir menunjukan pukul 07:00 pagi. Beberapa siswa harus berlari supaya dapat mencapai gerbang dan segera masuk ke sekolah supaya tidak terlambat.

Gerombolan yang paling di tunggu sebagai gerombolan yang menjadi penutup kehadiran semua siswa nya adalah gerombolan anak-anak Rebbelions. Di pimpin oleh Ando yang berada di paling depan dan berboncengan dengan Bagas. Deruman motor-motor besar akhirnya merangsek masuk membelah jalan menuju parkiran.

Membuat setiap siswa yang sedang lewat memberikan akses jalan pada gerombolan itu lewat, supaya mereka juga tidak kena masalah.

"Ayo masuk masuukk. Udah tahu jam 07:00 teng itu gerbang nya di tutup, kalian malah santai-santai saja,"

Itu omelan dari pak satpam yang menggiring beberapa siswa supaya segera masuk.

"Cepat lari nanti kalian kena hukum pak Yudha kalau sampai telat," teriaknya lagi pada siswa di seberang jalan yang baru menyeberang.

"Masukin itu seragam kalian! Ganteng-ganteng kok urakan,"

"Dasi kamu mana itu. Adooohhh anak jaman sekarang ada saja tingkah nya,"

Omelan yang tidak kunjung berhenti dari Pak satpam karena seperti lelah melihat tingkah laku anak jaman sekarang yang berbeda jauh dengan jaman ia bersekolah dulu.

"Eh neng itu rok nggak kependekan apa?" kata pak satpam ketika Adel dengan gaya sosialitanya melewati area gerbang.

"Enggak! Bapak aja yang nggak tahu trend," sahut gadis dengan bando kuning di kepalanya.

Rambut yang di curly berwarna kecoklatan serta kemeja seragam ketat yang mencetak dengan jelas bentuk tubuhnya membuat Adel menjadi pusat perhatian di manapun ia berada.

Pak satpam bergeleng mendengar jawaban dari Adel, "Nggak habis pikir sama gaya pakaian anak sekarang,"

Hanya gerombolan Rebbelions lah yang lolos dari Omelan pak satpam saat ini. Karena melihat jalanan sudah sepi serta jam sudah menunjukan pukul 07: 00 tepat. Maka dengan satu tarikan gerbang sekolah segera di tutup.

Gawat. Hari ini Mega kesiangan berangkat karena harus mengurus urusan rumah terlebih dahulu setelah bibi di rumahnya meminta ijin untuk hadir di sore hari nanti.

"Aduh gue telat, kenapa sih pakai acara lupa belum setrika baju segala. Gue jadi kesiangan berangkatnya," kata perempuan yang baru turun dari mobilnya.

Mencoba untuk sesegera mungkin menyebrang jalan agar tidak terlambat masuk, nyatanya Mega dapat melihat pak Satpam sedang menarik gerbang. Satu sorot mata memperhatikan Mega saat ini. Ia melakukan motornya kemudian berhenti di tengah gerbang. Tepat di depan pak satpam membuat pria itu menghentikan aktivitas nya menarik gerbang.

Dia Langit ku Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang