FOLLOW DULU SEBELUM BACA!!
Oya guys mohon untuk meninggalkan jejak setelah kalian membaca cerita ini dengan cara memberi vote. Supaya aku merasa karyaku di hargai dan supaya aku lebih rajin lagi Up nya🧡🧡
MOHON MAAF JIKA TERJADI EJAAN ATAU TANDA BACA YANG KURANG TEPAT🙏🏻
SELAMAT MEMBACA🧡🧡
Dan lo tahu apa yang tersisa dari persahabatan kita yang dulu? Satu-satunya yang tersisa hanya....
_Pramana Evandi
🦋🦋🦋
Wakil ketua Rebbelions menghubungi Langit pagi-pagi sekali, tidak tahu apa yang sebenarnya Ando temukan hingga harus mengumpulkan semua anggota Lions ketika jam baru saja menunjukan pukul 06:15 pagi. Langit mengusap layar ponselnya, membuka satu kontak yang chat nya ia sematkan di paling atas.
Langit mengirim pesan kepada kekasihnya bahwa ia sudah berangkat ke sekolah dan akan berkumpul di WarMan bersama anggota Rebbelions yang lain terlebih dahulu.
Pria itu mengambil kontak motor yang ada di atas meja kamar nya, kemudian menggendong tas sekolahnya yang berwarna hitam itu di punggung. Menuruni tangga dengan cepat, membuat Anna yang sedang berada di ruang tamu karena hendak mandi seusai berlari-lari di halaman rumah menoleh pada sang kakak dengan heran.
Sebotol air mineral yang ada di tangan Anna terjatuh saat Langit tidak sengaja menyenggol lengan adiknya.
"Dih kakak!" teriak Anna.
"Sorry dek, gue lagi buru-buru." kata Langit melanjutkan langkahnya.
"Bukannya di ambilin malah di tinggal pergi. Aneh banget kak Langit...." kata Anna malas menanggapi kegaduhan yang di buat Langit se pagi ini.
"Kak, kakak mau buka gerbang sekolah yaa. Kok jam segini udah berangkat," kata Anna kembali menoleh pada Langit yang sudah ada di atas motornya.
"Bawel lo anak kecil!!
"Curiga mau jemput pacarnya nih," kata Anna membiarkan Langit pergi melaju dengan motor yang di naiki oleh nya.
"Loh kamu belum mandi nak?" tanya Indy pada Anna.
Ana tersenyum kikuk, kenapa harus ketahuan Mama nya kalau dia belum pergi siap-siap pergi kesekolah?.
"Eh Mama, belum nih mah."
"Kamu habis lari pagi lagi?" tanya beliau.
"Iya ma,"
"Udah berapa kali Mama bilang, jangan lari pagi setiap hari. Cukup kalau libur sekolah saja lari nya."
"Tapi Anna pengen tetap sehat setiap hari Ma," balas Anna.
"Kamu masih bisa bangun tidur dan masih bernafas setiap hari aja itu namanya udah termasuk sehat Anna."
"Mama tahu kamu ingin menjaga stamina supaya kamu lebih kuat menari lebih lama kan jadi nya kamu berusaha banget untuk lari pagi setiap hari supaya nafas kamu lebih panjang dan badan kamu lebih kuat lama untuk menari,"
"Tapi itu bukan solusi yang tepat nak, kamu bersekolah enam hari dalam seminggu saja sudah menguras tenaga serta pikiran kamu. Ini pakai acara di tambah olah raga setiap pagi. Sayang sama badan kamu tuh,"
"Jadi Mama nggak mau lihat anaknya sehat gitu?" tanya Anna.
"Bukan begitu Anna, Mama tahu kamu rajin olahraga karena kamu ingin terus menari kan? Mama juga senang jika kamu mau terus berusaha untuk memenangkan kompetisi menari itu,"
KAMU SEDANG MEMBACA
Dia Langit ku
Ficção AdolescenteFOLLOW DULU SEBELUM BACA. Mengagumi perempuan selama dua tahun dan tak berani menyatakannya memang seperti pengecut. Begitulah yang Langit Megandriano rasakan. Leader dari geng terkuat dan terkenal se SMA Angkasa. Bersikap dingin dan tidak bisa di u...
