FOLLOW DULU SEBELUM BACA!!
Oya guys mohon untuk meninggalkan jejak setelah kalian membaca cerita ini dengan cara memberi vote. Supaya aku merasa karyaku di hargai dan supaya aku lebih rajin lagi Up nya🧡🧡
MOHON MAAF JIKA TERJADI EJAAN ATAU TANDA BACA YANG KURANG TEPAT🙏🏻
SELAMAT MEMBACA🧡🧡
Kalimat perbandingan itu dapat membunuh mental seseorang secara perlahan.
Langit Megandriano.
🦋🦋🦋🦋🦋
Hari ini Langit memang sudah masuk sekolah seperti biasa. Namun yang tak biasa adalah, dia tak mau di panggil Langit. Semua orang harus memanggilnya Bumi. Keputusannya untuk mengubah identitas menjadi Bumi Megandriano sepertinya sudah bulat. Semua temannya sudah menasehati agar memikirkan pilihannya kembali. Tapi cowok ini bahkan tak pernah menghiraukan semua ucapan temannya. Jangankan untuk mengubah keputusan, untuk mendengar semua nasehat yang masuk padanya saja ia enggan.
Langit meminta Ayahnya menghapus semua data diri nya dan menggantikan dengan identitas Bumi untuk dirinya. Ia merasa tak berguna jika terus hidup menjadi seorang Langit. Jika menjadi Langit ia tidak bisa membawa senang dan bahagia bagi mamah nya maka apa gunanya. Lebih baik dia menjadi Bumi yang selalu di elu-elukan oleh mamah nya, selalu di limpahi kasih sayang oleh beliau dan bahkan selalu di nomor satukan oleh keluarganya.
Di pikirannya percuma saya hidup sebagai Langit jika ia hanya terus menjadi beban dan hal buruk yang Mamahnya tak mau menerima.
Sementara soal Rebbelions, Langit sudah mengundurkan diri dari jabatan ketua yang sudah lama ia duduki. Tadi malam saat inti Lions kerumahnya, Langit sudah menyerahkan semua tanggungjawab dan kekuasaannya sebagai ketua kepada Ando. Apakah Ando menerima? Tentu saja tidak.
Sampai kapanpun playboy itu tidak akan mau untuk menjadi ketua geng besar sekelas Rebbelions. Mengapa? Selain pusing karena harus mengurus ratusan anggota dan puluhan relasi dari sekolah lain.
Ando juga bukan orang yang paling pandai mengambil keputusan dalam menyelesaikan masalah. Buktinya saja jika ada permasalahan di tubuh Lions, Ando adalah orang terakhir yang mengambil keputusan akan bersikap seperti apa. Bukan dia bodoh dalam hal ini, namun karena dia sangat berhati hati. Lebih tepatnya terkadang ia tidak percaya diri dengan keputusannya sendiri.
"Eh lo semua udah belajar belum? Nanti ulangan bahasa Inggris kan? Duh mana gue bego banget kalo udah Inggris Inggrisan kayak gini lagi" ucap Bagas khawatir. Cowok yang baru saja menyugar rambutnya itu sedang membuka secara acak buku paket di tangannya.
"Apa gue buat contekan aja. Kali aja ada yang keluar di ulangan nanti" tambahnya lagi
"Bahasa Inggris lo mau buat contekan apa? Emang ada rumus nya? Ada point yang pasti dalam bahasa? Nggak, semua cuma hasil karya pikiran lo sendiri. Yang harusnya lo pelajari itu kosa kata kuncinya aja" kata Dean. Dia sedang duduk santai di bangkunya
"Bener juga sih, laah terus gimana nasib gue ini"
"TBL TBL TBL, takut banget loh....." Iyan menyahut asal lalu di barengi tawa sebagian anak kelasnya.
"Tumben lo mikirin ulangan Gas, biasa nya juga lo selow selow aja. Bukannya kata lo "ulangan itu jangan dipikirin tapi di kerjain, soal remidi atau enggak itu urusan belakang" kata Iyan
KAMU SEDANG MEMBACA
Dia Langit ku
Teen FictionFOLLOW DULU SEBELUM BACA. Mengagumi perempuan selama dua tahun dan tak berani menyatakannya memang seperti pengecut. Begitulah yang Langit Megandriano rasakan. Leader dari geng terkuat dan terkenal se SMA Angkasa. Bersikap dingin dan tidak bisa di u...
