11. Bullying?

21 2 0
                                        

FOLLOW DULU SEBELUM BACA!!

Oya guys mohon untuk meninggalkan jejak setelah kalian membaca cerita ini dengan cara memberi vote. Supaya aku merasa karyaku di hargai dan supaya aku lebih rajin lagi Up nya🧡🧡

MOHON MAAF JIKA TERJADI EJAAN ATAU TANDA BACA YANG KURANG TEPAT🙏🏻

SELAMAT MEMBACA🧡🧡












Kebodohan terbesar seorang lelaki adalah ketika ia mengutamakan emosi dan egonya. Dan gue mengakui gue salah.
Bagas Pamungkas.
















🦋🦋🦋🦋🦋

Exsa meletakkan satu botol air mineral di meja panjang depan aula. Disana kedua gadis yang terkenal sangat sibuk itu menikmati jam istirahat mereka yang terpaksa harus di undur satu jam karena ada tugas khusus dari pembina OSIS serta Bu Dewi sebagai pengurus duta sekolah.

Jika Mega langsung di tugaskan untuk menggantikan tugas Bastian -ketua OSIS untuk membimbing anggota OSIS yang baru. Berbeda dengan Exsa, gadis itu harus mempersiapkan diri untuk perlombaan modeling serta audisi pemilihan duta sekolah yang baru.

Sangat melelahkan hari ini, apalagi  jam pelajaran setelah ini adalah olahraga. Sudah panas terik, masih saja harus berjemur di tengahnya sengatan matahari.

"Sebenarnya siapa sih yang ngide adain jadwal pelajaran olahraga di siang bolong begini?"

"Udah tahu matahari lagi semangat semangatnya menyinari bumi, masa iya kita harus melawan matahari?" cerocos Exsa.

Kedua gadis ini sedang menikmati satu potong roti yang di belikan oleh Dinda, dan Gista tadi siang. Semua makanan pesanan mereka sudah habis tak tersisa ketika Agista mencoba untuk memesankan. Jadi, hanya tertolong sepotong roti yang mengganjal perut.

"Gue juga heran, berapa menit lalu perasaan hujan deras. Langit juga warna nya gelap, kenapa sekarang malah jadi panas terik lagi?" kata Mega sambil terus mengunyah.

"Biasanya habis ini ada pelangi muncul nih," tambah Exsa.

"Seragam gue sebagian basah gara-gara tadi. Untung aja nanti ganti baju olahraga jadikan baju gue yang ini bisa gue jemur sebentar," kata Mega membuat Exsa memperhatikan nya.

Pandangan cewek itu tertuju pada jaket hitam yang bertengger di bangku yang Mega tempati. Sepertinya jaket itu sangat familiar.

"Punya siapa tuh?" tanya Exsa kepo, membuat Mega menoleh pada arah pandang Exsa.

"Oh tadi ada yang pinjemin ke gue," balas Mega.

"Siapa?"

"Nggak penting. Mending habiskan roti lo habis itu kita ganti baju nyusul yang lain ke lapangan,"kata Mega.

Namun Exsa tidak mengindahkan nya. Ia masih penasaran dengan pemilik jaket yang di pakai Mega.

"Coba gue lihat...." cepat-cepat Mega menghalangi jangkauan Exsa dari jaket itu membuat Exsa akhirnya mundur.

"Bukan punya Ando kok, tenang." ucap Mega.

"Dih! Males banget," kata Exsa.

"Kenapa? Dejavu yaa?" tanya Mega.

"Sedikit,"

"Gue ingat banget dulu Ando sering kasih pakai jaket Lions nya buat lo saat lo kedinginan, baju lo pendek, saat hujan, saat lo merasa butuh perlindungan,"

"Itu cowok ngejagain lo banget ya dari dulu. Kelihatan banget kalau dia sayang, bucin banget sama lo," kata Mega.

"Apaan sih Mega,"

Dia Langit ku Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang