FOLLOW DULU SEBELUM BACA!!
Oya guys mohon untuk meninggalkan jejak setelah kalian membaca cerita ini dengan cara memberi vote. Supaya aku merasa karyaku di hargai dan supaya aku lebih rajin lagi Up nya🧡🧡
MOHON MAAF JIKA TERJADI EJAAN ATAU TANDA BACA YANG KURANG TEPAT🙏🏻
SELAMAT MEMBACA🧡🧡
Happy reading🥳
Jangan pernah kasih harapan lebih ke orang kalau nyatanya lo nggak bisa bales perasaan nya. Karena berada di posisi itu rasanya nggak pernah enak.
-Bagas Pamungkas
🦋🦋🦋🦋🦋
Ruang tengah warung Mang Maman sedang di landa bencana. Tisu berserakan di mana mana. Kulit bekas cokelat kesukaan Adel juga terlihat menumpuk di bawah meja serta kursi yang perempuan itu tempati. Setengah jam lalu Adel telah menghabiskan berpuluh puluh cokelat almond yang menjadi favoritnya. Sekarang pun mulutnya masih sibuk mengunyah cokelat yang tersisa.
Sejak tadi Hendra sudah puluhan kali memohon kepada Adel untuk menghentikan aksi jahilnya. Hendra duduk pasrah menghadap ke arah Adel. Menghadapi Adel dan jiwa ekperimen nya memang membuat Hendra sangat muak.
Hendra tidak bisa menolak ketika Adel dengan riang gembira mengoleskan lipstick yang baru ia beli ke bibir Hendra dengan telaten. Membuat Iyan serta Ando tidak bisa berhenti tertawa melihat wajah Hendra yang melas. Sementara itu Langit, Ady, Dean serta Bagas hanya bisa geleng geleng kepala menyaksikan tingkah gadis yang satu itu.
"Lo diem dulu dong Ndra, ini gue mau cobain yang rasa ceri ke bibir lo. Biasa aja bibir nya nggak usah lo maju majuin gitu!" perintah Adel.
"Udah kenapa sih Del. Harkat dan martabat gue sebagai cowok terkeren di sekolah ini jadi hilang gara gara lo jadiin gue kayak badut begini," Hendra lelah.
"Iisshh diem dulu gue bilang!"
"Astaga Del, dari sekian banyak orang kenapa harus gue yang jadi korban eksperimen lipstick baru lo sih?"
"Kulit lo putih, bibir lo juga yang paling tipis kalo di banding sama yang lain Ndra. Jadi gampang kalo gue pakein lipstick." ujar Adel.
"Nyet, tolongin gue ilahhh!" Hendra memasang muka melasnya kepada Bagas.
"Nurut aja kenapa sih. Nanti kan biar lo jadi cantik," ucap Bagas sambil tertawa.
"Iya nurut Ndra. Siapa tau nanti lo jadi cantik terus ke pilih jadi Miss Universe" ucap Ando.
"Nanti kita panggil lo Miss Hendra. Kalo siang Hendra kalo malem Heni," lanjut Ando membuat semua tertawa.
"Puas gituin gue? Terusin aja terus sampe puas. Nggak papa gue sumpah nggak papa," kata Hendra kesal.
"Diem Ndra, jangan ngomong mulu. Itu lipstick nya jadi belepotan kan," Adel kembali menghadapkan wajah Hendra kepadanya.
"Lagian kenapa nggak lo cobain sendiri aja lipstick nya Del? Harus banget cari orang buat percobaan?"tanya Langit.
Adel mengelap bibir Hendra dengan tisu di pangkuannya kemudian menggantinya dengan warna lain. "Harus dong Lang. Supaya gue bisa liat langsung lipstik yang gue beli cocok atau enggak sama warna kulit gue."
"Kenapa nggak lo cobain sambil ngaca sendiri aja?"
"Kalo ada Hendra kenapa harus gue sendiri. Lagian lipstik yang gue pakai masih bagus jadi sayang kalau mau di ombre sama warna lain."
"Ombre? Apaan tuh?" tanya Iyan tidak mengerti.
"Ombre itu kalau kita campur warna lipstik yang kita pakai sama lipstick warna lain. Gitu loh." jelas Adel.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dia Langit ku
Fiksi RemajaFOLLOW DULU SEBELUM BACA. Mengagumi perempuan selama dua tahun dan tak berani menyatakannya memang seperti pengecut. Begitulah yang Langit Megandriano rasakan. Leader dari geng terkuat dan terkenal se SMA Angkasa. Bersikap dingin dan tidak bisa di u...
